kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Mancanegara


Israel Hentikan Serangan
 

Yerusalem -
Israel
akan menghentikan serangan darat terbarunya di Lebanon hingga akhir pekan ini, sebagai pemberian kesempatan bagi terciptanya gencatan senjata, ujar pejabat pemerintahan Kamis (10/8) kemarin. Langkah ini dilakukan sehari setelah Kabinet Keamanan Israel mengesahkan sebuah ekspansi besar pada konflik yang sudah berlangsung selama satu bulan itu.

Namun, prospek untuk diberlakukannya resolusi gencatan senjata cepat Dewan Keamanan PBB masih buram, dengan kondisi AS dan Prancis masih tidak sepakat dengan jadwal penarikan Israel dari Lebanon.

Prancis menginginkan Israel untuk menarik diri segera setelah konflik berakhir. Sementara AS yang mendukung Israel teguh dengan pendirian agar Israel tetap tinggal di Lebanon Selatan hingga pasukan kuat internasional dikerahkan. Pengiriman pasukan itu nantinya dapat mengambil waktu beberapa pekan hingga bulan.

Sementara itu, dalam pertempuran Kamis kemarin, Hizbullah mengklaim berhasil menghancurkan 13 tank Israel di Lebanon Selatan, berita itu tidak dikonfirmasi militer Israel. Rabu lalu 15 tentara Israel meregang nyawa di Lebanon, jumlah korban terbanyak yang dialami tentara Israel hingga kini.

Sementara rudal-rudal Israel menghantam target yang tepat untuk pertama kalinya. Rudal menghantam sebuah mercusuar bersejarah Kamis kemarin. Pesawat mereka juga menjatuhkan selebaran di Lebanon Utara sambil memberi peringatan kepada truk-truk yang berjalan di pesisir jalan yang menghubungkan Lebanon dengan Suriah.

Di Israel, roket Hizbullah membunuh dua warga Arab Israel, termasuk seorang bayi, kata medis setempat. Dalam pertemuan intensif selama enam jam, menteri-menteri Israel menerima berita terbaru pada jumlah korban militer mereka.

Staf senior pemerintah Kamis kemarin juga mengatakan Perdana Menteri Ehud Olmert memutuskan untuk menghentikan operasinya hingga akhir pekan. Kampanye militer itu dapat saja dimulai lagi lebih cepat jika Hizbullah melancarkan serangan besar.

Menteri kabinet Rafi Eitan menyebutkan pemerintah mengambil keputusan menunggu. "Ada pertimbangan diplomatik," katanya kepada radio Israel, saat ditanya mengenai penundaan rencana. "Masih ada kesempatan pasukan internasional akan tiba di area ini. Kami sebetulnya tidak tertarik berada di Lebanon selatan. Kami hanya ingin menciptakan perdamaian di wilayah perbatasan." 

Pemerintah yang menjalankan misi perang itu malah mendapat kritikan dari dalam negeri. Tentara dinilai gagal untuk menghentikan kapabilitas Hizbullah untuk menembakkan roket di Israel. Pihak gerilyawan melepaskan 170 rudal menuju Israel Rabu lalu, hingga jumlah total rudal yang sudah diberondongkan mencapai 3.500 buah. Dalam kritikan itu terungkap penekanan ke dalam Lebanon tidak akan menghentikan serangan seperti itu karena rudal-rudal dengan jarak yang lebih jauh masih saja mampu mendarat di Israel. (ton/ap)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)