kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Mancanegara


Kemiskinan
Warga Asia Ancam Lingkungan  

Manila -
Tingkat
kemiskinan yang ekstrem di wilayah Asia nampaknya akan berpengaruh besar dan mengancam lingkungan pada beberapa dekade ke depan, kata Asian Development Bank (ADB) dan World Conservation Union, Rabu (9/8). 

Sebuah buku yang diangkat ADB dan grup konservasi mengatakan tingginya jumlah kalangan miskin di wilayah Asia akan mempengaruhi sumber alam seperti air, ladang pertanian, tanah dan kondisi hutan yang kini semakin memprihatinkan.

''Sekitar 620 juta penduduk Asia yang hidup dalam taraf kemiskinan juga menjadi ancaman terhadap memburuknya lingkungan,'' bunyi buku yang diberi judul  "Poverty, Health, and Ecosystems: Experience from Asia".

Juga disebutkan warga miskin menjadi pihak yang paling merusak atau menurunkan ekosistem, karena mereka sering menderita gangguan kesehatan akibat penggunaan air tercemar atau air kotor. Dalam kehidupan sehari-hari yang sering menggunakan barang-barang tidak sehat seperti kayu bakar, kata mereka.

Meski ada proyeksi optimistik dalam peningkatan taraf hidup, jumlah kalangan miskin di Asia hanya akan menurun pada jumlah 150 hingga 300 juta. Itu pun mereka yang hidup dengan anggaran satu dolar sehari pada 2015, ketika lebih dari 1,5 milyar penduduk dunia yang menghabiskan dana dua dolar sehari.

Buku itu menjelaskan tidaklah benar "kemiskinan merupakan penyebab dari menurunnya kondisi lingkungan, atau peningkatan kondisi lingkungan dapat menurunkan jumlah kaum miskin." Namun, mereka menambahkan dalam studi sebelumnya terungkap menurunnya jumlah penduduk miskin dapat mengurangi tekanan kepada sumber alam.

Penulis buku melakukan studinya pada tekanan yang dialami oleh sistem pertanian di Cina, India dan Pakistan serta melebarkan hubungan antara rumah tangga atau komunitas dalam ekosistem air di Bangladesh, Cina, India, Laos dan Sri Lanka. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)