Kemiskinan
Warga Asia
Ancam
Lingkungan
Manila -
Tingkat
kemiskinan yang
ekstrem
di wilayah Asia
nampaknya
akan
berpengaruh
besar
dan mengancam
lingkungan
pada
beberapa dekade
ke
depan, kata Asian
Development Bank (ADB) dan
World Conservation Union, Rabu
(9/8).
Sebuah
buku yang
diangkat ADB
dan
grup konservasi
mengatakan
tingginya
jumlah
kalangan miskin
di
wilayah Asia
akan
mempengaruhi
sumber
alam seperti air,
ladang
pertanian, tanah
dan
kondisi hutan yang
kini
semakin memprihatinkan.
''Sekitar 620
juta
penduduk Asia yang hidup
dalam
taraf kemiskinan
juga
menjadi ancaman
terhadap
memburuknya
lingkungan,''
bunyi
buku yang diberi
judul
"Poverty, Health, and Ecosystems: Experience from
Asia".
Juga
disebutkan
warga
miskin menjadi
pihak yang paling
merusak
atau menurunkan
ekosistem,
karena
mereka sering
menderita
gangguan
kesehatan
akibat
penggunaan air tercemar
atau air
kotor.
Dalam
kehidupan
sehari-hari yang
sering
menggunakan barang-barang
tidak
sehat seperti
kayu
bakar, kata
mereka.
Meski
ada
proyeksi optimistik
dalam
peningkatan taraf
hidup,
jumlah kalangan
miskin
di Asia hanya
akan
menurun
pada jumlah 150
hingga 300
juta.
Itu pun mereka yang
hidup
dengan anggaran
satu
dolar sehari
pada 2015,
ketika
lebih dari 1,5
milyar
penduduk dunia yang
menghabiskan
dana
dua dolar
sehari.
Buku
itu
menjelaskan tidaklah
benar "kemiskinan
merupakan
penyebab
dari
menurunnya kondisi
lingkungan,
atau
peningkatan kondisi
lingkungan
dapat
menurunkan jumlah
kaum
miskin."
Namun,
mereka
menambahkan dalam
studi
sebelumnya terungkap
menurunnya
jumlah
penduduk miskin
dapat
mengurangi tekanan
kepada
sumber alam.
Penulis
buku
melakukan studinya
pada
tekanan yang dialami
oleh
sistem pertanian
di
Cina, India
dan Pakistan
serta
melebarkan hubungan
antara
rumah tangga
atau
komunitas dalam
ekosistem air
di Bangladesh,
Cina,
India,
Laos
dan Sri Lanka. (ton/afp)