kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Mancanegara


London Siaga Satu --
Serangan
Teroris Digagalkan 

London -
BP/ap
Teroris - Polisi bersenjata nampak berpatroli di Terminal 4 Bandara Heathrow, London, Kamis (10/8) kemarin. Pemerintah Inggris berhasil menggagalkan rencana teroris yang berupaya meledakkan beberapa pesawat dalam penerbangan dari Inggris menuju Amerika Serikat menggunakan bahan peledak yang diselundupkan di dalam tas jinjing.

Setelah digemparkan insiden pengeboman kereta bawah tanah yang memakan korban hingga 50-an orang beberapa bulan lalu, Inggris pada Kamis (10/8) kemarin kembali gempar. Pemerintah setempat mengatakan berhasil menggagalkan rencana teroris yang ingin meledakkan secara bersamaan beberapa pesawat dengan tujuan AS.

Upaya itu dilakukan dengan menyelundupkan bahan peledak dalam bagasi barang bawaan, namun berhasil dicegah. Polisi menjelaskan, jika rencana itu berhasil maka hasilnya adalah pembunuhan massal dengan skala yang tidak bisa dibayangkan.

Situasi di Inggris juga ditingkatkan menjadi siaga satu, sambil menyebutkan serangan teroris sudah dekat. Mereka melarang barang-barang yang dijinjing ke dalam pesawat pada seluruh penerbangan trans-Atlantik. Sekumpulan staf pengamanan yang besar nampak membentuk barisan keamanan di Bandara Heathrow, London saat dilakukannya pencarian bahan peledak. Pencarian dikhususkan pada setiap bentuk jenis cairan di luar formula untuk bayi

Asisten Komisioner Deputi Polisi Metropolis Paul Stephenson mengatakan, tersangka perencana ingin melakukan pembunuhan massal. Semua penumpang kemudian harus menempatkan barang bawaannya di tas-tas plastik.

''Kami yakin sudah berhasil menggagalkan rencana para teroris yang mampu membuat korban tewas dan kehancuran yang hebat,'' paparnya. "Para teroris bertujuan menyelundupkan bahan peledak menuju pesawat menggunakan tas jinjing dan meledakkannya dalam penerbangan ini. Kami juga percaya target yang diinginkan adalah penerbangan dari Inggris menuju Amerika Serikat. Saya hanya bisa mengkonfirmasi bahwa sejumlah orang saat ini berada dalam tahanan dan operasi masih berjalan terus,'' lanjutnya.

Polisi sudah mengontak sejumlah pemimpin masyarakat untuk memberitahukan bahwa ada sebuah operasi besar sedang dilaksanakan. Penangkapan disebutkan terjadi di wilayah London, High Wycombe dan Birmingham.

Polisi West Midlands mengatakan ada dua orang yang ditangkap di bawah Pakta Terosis di Birmingham. Tidak ada senjata yang digunakan dalam operasi itu. Menurut sumber BBC, ''otak pelaku'' perencana serangan ini diduga warga kelahiran Inggris.

Koresponden BBC Andy Tighe mengatakan sumber kepolisian mengatakan kepadanya jika mereka sudah menemukan ''benda yang menarik'' yang sedang dipelajari. Ia menambahkan polisi akan segera bertindak jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Dalam perkembangan besar lainnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS kemudian meningkatkan level ancaman penerbangan tujuan AS dari Inggris menjadi kode ''merah''. Ini merupakan hal yang pertama kalinya dilakukan terhadap penerbangan dari luar negeri

Usaha yang ekstrem pada Bandara Heathrow ini kemudian berdampak luas terhadap jalur penerbangan di seluruh dunia. Bandara ini merupakan yang paling dekat dengan semua jalur dari Eropa.

Perdana Menteri Inggris Tony Blair kemudian mengunjungi wilayah Karibia melakukan briefing dengan Presiden AS George W. Bush untuk membahas situasi yang berkembang. Tidak ada respons cepat dari Gedung Putih.

Kemudian pejabat senior counterterrorism AS percaya lusinan orang terlibat dalam rencana itu dan ada tanda al-Qaeda yang mengotaki rencana ini.

Bandara Heathrow, London merupakan titik keberangkatan dalam serangan teroris berbahaya di Pan Am Airplane pada 21 Desember 1988. Dalam serangan itu 259 orang tewas di dalam Pan Am Flight 103 dan 11 lainnya di daratan. (ton/ap/bbc)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)