London
Siaga
Satu --
Serangan
Teroris
Digagalkan
London -
BP/ap
Teroris - Polisi bersenjata nampak berpatroli di
Terminal 4 Bandara Heathrow, London, Kamis (10/8)
kemarin. Pemerintah Inggris berhasil menggagalkan
rencana teroris yang berupaya meledakkan beberapa
pesawat dalam penerbangan dari Inggris menuju Amerika
Serikat menggunakan bahan peledak yang diselundupkan di
dalam tas jinjing.
Setelah
digemparkan
insiden
pengeboman kereta
bawah
tanah yang memakan
korban
hingga 50-an orang
beberapa
bulan
lalu, Inggris
pada
Kamis (10/8) kemarin
kembali
gempar. Pemerintah
setempat
mengatakan
berhasil
menggagalkan
rencana
teroris yang ingin
meledakkan
secara
bersamaan beberapa
pesawat
dengan tujuan AS.
Upaya
itu
dilakukan dengan
menyelundupkan
bahan
peledak dalam
bagasi
barang bawaan,
namun
berhasil dicegah.
Polisi
menjelaskan, jika
rencana
itu berhasil
maka
hasilnya adalah
pembunuhan
massal
dengan skala yang
tidak
bisa dibayangkan.
Situasi
di
Inggris juga
ditingkatkan
menjadi
siaga satu,
sambil
menyebutkan serangan
teroris
sudah dekat.
Mereka
melarang barang-barang
yang dijinjing
ke
dalam pesawat
pada
seluruh penerbangan
trans-Atlantik.
Sekumpulan
staf
pengamanan yang besar
nampak
membentuk barisan
keamanan
di
Bandara Heathrow, London
saat dilakukannya
pencarian
bahan
peledak. Pencarian
dikhususkan
pada
setiap bentuk
jenis
cairan di
luar formula
untuk
bayi.
Asisten
Komisioner
Deputi
Polisi Metropolis Paul Stephenson
mengatakan,
tersangka
perencana
ingin
melakukan pembunuhan
massal.
Semua penumpang
kemudian
harus
menempatkan barang
bawaannya
di
tas-tas plastik.
''Kami
yakin sudah
berhasil
menggagalkan
rencana
para teroris yang
mampu
membuat korban
tewas
dan kehancuran yang
hebat,''
paparnya. "Para
teroris
bertujuan menyelundupkan
bahan
peledak menuju
pesawat
menggunakan tas
jinjing
dan meledakkannya
dalam
penerbangan ini.
Kami
juga percaya target
yang diinginkan
adalah
penerbangan dari
Inggris
menuju Amerika
Serikat.
Saya
hanya bisa
mengkonfirmasi
bahwa
sejumlah orang
saat
ini berada
dalam
tahanan dan
operasi
masih berjalan
terus,''
lanjutnya.
Polisi
sudah
mengontak sejumlah
pemimpin
masyarakat
untuk
memberitahukan bahwa
ada
sebuah operasi
besar
sedang dilaksanakan.
Penangkapan
disebutkan
terjadi
di wilayah London,
High Wycombe dan Birmingham.
Polisi
West Midlands mengatakan
ada dua
orang yang
ditangkap
di
bawah Pakta
Terosis
di Birmingham. Tidak
ada
senjata yang digunakan
dalam
operasi itu.
Menurut
sumber BBC, ''otak
pelaku''
perencana
serangan
ini
diduga warga
kelahiran
Inggris.
Koresponden
BBC Andy Tighe
mengatakan
sumber
kepolisian mengatakan
kepadanya
jika
mereka sudah
menemukan ''benda
yang menarik'' yang
sedang
dipelajari. Ia
menambahkan
polisi
akan segera
bertindak
jika
sesuatu yang tidak
diinginkan
terjadi.
Dalam
perkembangan
besar
lainnya, Departemen
Keamanan
Dalam
Negeri AS kemudian
meningkatkan level
ancaman
penerbangan tujuan AS
dari
Inggris menjadi
kode ''merah''.
Ini
merupakan hal yang
pertama
kalinya dilakukan
terhadap
penerbangan
dari
luar negeri.
Usaha
yang ekstrem
pada
Bandara Heathrow ini
kemudian
berdampak
luas
terhadap jalur
penerbangan
di
seluruh dunia.
Bandara
ini merupakan yang
paling dekat
dengan
semua jalur
dari
Eropa.
Perdana
Menteri
Inggris Tony Blair kemudian
mengunjungi
wilayah
Karibia melakukan
briefing dengan
Presiden AS George W. Bush
untuk
membahas situasi yang
berkembang.
Tidak
ada respons
cepat
dari Gedung
Putih.
Kemudian
pejabat senior
counterterrorism AS percaya
lusinan
orang terlibat
dalam
rencana itu
dan ada
tanda al-Qaeda
yang mengotaki
rencana
ini.
Bandara
Heathrow, London merupakan
titik
keberangkatan dalam
serangan
teroris
berbahaya di Pan Am
Airplane pada 21
Desember 1988.
Dalam
serangan itu 259
orang
tewas di
dalam Pan Am Flight 103
dan 11
lainnya di
daratan.
(ton/ap/bbc)