kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Ekonomi


Gubernur Beratha Terima Kapal Roro

Tolak Tawaran Lebih Murah Rp 1 Milyar....

Surabaya (Bali Post) -
Sikap kehati-hatian ditunjukkan Gubernur Bali. Gubernur Bali, Dewa Beratha menolak perusahaan galangan kapal yang memberikan penawaran lebih murah Rp 1 milyar untuk pembuatan kapal ferry Roro. Penolakan itu terkait kekawatiran pembuatan kapal tidak sesuai rencana dan kualitas.

Penegasan itu dikemukakan Gubernur Bali, Dewa Beratha saat memberikan sambutan pada acara serah terima kapal Ferry Roro, yang diberinama KM Nusa Jaya Abadi. Kapal itu diserahkan Dirut PT PAL Indonesa, Adwin Suryohadiprojo yang diwakili Direktur Pengembangan Kapal, Ir Moch Munir kepada Gubernur Bali, Dewa Beratha di aula PT PAL Surabaya Kamis (10/8) kemarin. Ikut hadir dalam rombongan, Ketua DPRD Bali, IB Putu Wesnawa, B.A. dan Bupati Klungkung, I Wayan Candra, S.H.

Menurut dia, kepercayaan Pemprov Bali kepada PT PAL Indonesia yang bermarkas di Surabaya ini sudah sangat melekat. ''PT PAL sering memproduksi kapal niaga ukuran 50.000 DWT yang dipesan dari Jerman dan Itali. Karena itu, mengapa Bali harus pesan kapal dari perusahaan galangan kapal lain meski harganya lebih murah Rp 1 milyar,'' katanya.

Nampaknya, kata dia, kepercayaan Bali kepada PT PAL terbukti dengan cepat selesainya kapal ferry Roro senilai Rp 18,2 milyar dari jadwal. Apalagi, pembangunan dermaga di atas lahan 6 hektar senilai Rp 49 milyar di Nusa Penida juga telah selesai. Dermaga Nusa Penida itu dibiayai dana APBD Kabupaten Klungkung, APBD Pemprop Bali dan APBN. Rencananya, kata Dewa Beratha, peresmian dermaga di Nusa Penida dan kapal ferry Roro dijadikan satu pada 31 Agustus mendatang. ''Saya sejak 1970 sering ke Nusa Penida. Mulai membangun jalan, kesehatan dsb. Nusa Penida memiliki potensi tinggi daripada daratan Klungkung,'' ujarnya.

Kapal ferry Roro KM Nusa Jaya Abadi akan dikelola Pemkab Klungkung bekerjasama dengan PT PALMARS (anak perusahaan PT PAL-red). Ia berharap jalur bisnis Pulau Nusa Penida menuju Padangbai lancar. ''Selama ini, hasil Nusa Penida hanya bisa diangkut dengan kapal boat yang kapasitasnya sedikit. Setelah kapal Ferry Roro selesai yang mampu mengangkat tonase sekitar 450 GRT, tentunya jalur bisnis Nusa Penida - Padangbai akan lancar,'' katanya. Dengan demikian, Nusa Penida yang kaya akan keindahan alam, hasil pertanian, perkebunan, rumput laut dan sapi Bali tidak lagi kesulitan transportasi. (059)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)