Gubernur Beratha Terima Kapal Roro
Tolak Tawaran Lebih Murah Rp 1 Milyar....
Surabaya (Bali Post) -
Sikap kehati-hatian ditunjukkan Gubernur Bali. Gubernur
Bali, Dewa Beratha menolak perusahaan galangan kapal
yang memberikan penawaran lebih murah Rp 1 milyar untuk
pembuatan kapal ferry Roro. Penolakan itu terkait
kekawatiran pembuatan kapal tidak sesuai rencana dan
kualitas.
Penegasan itu dikemukakan Gubernur Bali, Dewa Beratha
saat memberikan sambutan pada acara serah terima kapal
Ferry Roro, yang diberinama KM Nusa Jaya Abadi. Kapal
itu diserahkan Dirut PT PAL Indonesa, Adwin
Suryohadiprojo yang diwakili Direktur Pengembangan Kapal,
Ir Moch Munir kepada Gubernur Bali, Dewa Beratha di aula
PT PAL Surabaya Kamis (10/8) kemarin. Ikut hadir dalam
rombongan, Ketua DPRD Bali, IB Putu Wesnawa, B.A. dan
Bupati Klungkung, I Wayan Candra, S.H.
Menurut dia, kepercayaan Pemprov Bali kepada PT PAL
Indonesia yang bermarkas di Surabaya ini sudah sangat
melekat. ''PT PAL sering memproduksi kapal niaga ukuran
50.000 DWT yang dipesan dari Jerman dan Itali. Karena
itu, mengapa Bali harus pesan kapal dari perusahaan
galangan kapal lain meski harganya lebih murah Rp 1
milyar,'' katanya.
Nampaknya, kata dia, kepercayaan Bali kepada PT PAL
terbukti dengan cepat selesainya kapal ferry Roro
senilai Rp 18,2 milyar dari jadwal. Apalagi, pembangunan
dermaga di atas lahan 6 hektar senilai Rp 49 milyar di
Nusa Penida juga telah selesai. Dermaga Nusa Penida itu
dibiayai dana APBD Kabupaten Klungkung, APBD Pemprop
Bali dan APBN. Rencananya, kata Dewa Beratha, peresmian
dermaga di Nusa Penida dan kapal ferry Roro dijadikan
satu pada 31 Agustus mendatang. ''Saya sejak 1970 sering
ke Nusa Penida. Mulai membangun jalan, kesehatan dsb.
Nusa Penida memiliki potensi tinggi daripada daratan
Klungkung,'' ujarnya.
Kapal ferry Roro KM Nusa Jaya Abadi akan dikelola Pemkab
Klungkung bekerjasama dengan PT PALMARS (anak perusahaan
PT PAL-red). Ia berharap jalur bisnis Pulau Nusa Penida
menuju Padangbai lancar. ''Selama ini, hasil Nusa Penida
hanya bisa diangkut dengan kapal boat yang kapasitasnya
sedikit. Setelah kapal Ferry Roro selesai yang mampu
mengangkat tonase sekitar 450 GRT, tentunya jalur bisnis
Nusa Penida - Padangbai akan lancar,'' katanya. Dengan
demikian, Nusa Penida yang kaya akan keindahan alam,
hasil pertanian, perkebunan, rumput laut dan sapi Bali
tidak lagi kesulitan transportasi.
(059)