Karyawan PDAM Karangasem Gelar Demo ------
Minta Direkturnya Diberhentikan
Amlapura (Bali Post) -
Puluhan karyawan PDAM Karangasem Kamis (10/8) kemarin,
berdemonstrasi ke aula kantor Bupati Karangasem. Mereka
menuntut Direktur PDAM Karangasem I Gede Putu Kertia,
S.E. diberhentikan karena dinilai melakukan sejumlah
penyimpangan.
Di pihak kain, Kertia membantah melakukan penyimpangan
seperti yang dituduhkan. Dia juga membantah melakukan
pemecatan kepada karyawannya, tetapi melakukan mutasi
sejumlah karyawan atas pertimbangan perbaikan pelayanan
di PDAM yang dipimpinnya. ''Kami memang melakukan mutasi
beberapa kepala unit pelayanan PDAM berdasarkan
kebutuhan perusahaan,'' katanya.
Demo yang diikuti 85 karyawan dari 158 karyawan PDAM itu
tampak Kepala Bagian Keuangan IB Manuaba aktif sebagai
juru bicara dan mengkoordinasi dengan rekannya. Mereka
diterima Kepala Badan Pengawas PDAM yang juga Asisten II
Sekdakab Ir. Gede Adnya Mulyadi, Ketua Komisi C Nyoman
Sunarta, dan Kabag Ekonomi Wayan Diana. Sementara Bupati
Karangasem Wayan Geredeg tak bisa ditemui demonstran
karena sedang ke Jakarta.
Manuaba dan karyawan lainnya mengatakan mereka tak puas
dengan kepemimpinan Kertia dan mulai saat itu tak bakal
mau menjalankan perintahnya. Namun, mereka mengaku tetap
bekerja melayani pelanggan.
Sejumlah penyimpangan yang dituduhkan kepada Kertia
yakni penganggaran normalisasi mata air di Ababi tanpa
persetujuan karyawan atau badan pengawas. Mutasi
sejumlah karyawan tanpa prosedur yang lazim, serta
penggunaan dana koperasi Rp 50 juta untuk pembukaan
rekening tetapi belum dikembalikan. Karyawan melalui
Manuaba juga minta Bupati Karangasem memberhentikan
Direktur Putu Kertia dan mengangkat plt.
Di pihak lain, Adnya Mulyadi menyampaikan selaku ketua
badan pengawas, pihaknya ditugasi Bupati Karangasem. Dia
bakal menyampaikan tuntutan itu kepada Bupati Wayan
Geredeg.
Sementara, Kertia membantah dikatakan menganggarkan
untuk normalisasi sumber air di Desa Ababi. Justru,
katanya, pengalokasian anggaran hasil rasionalisasi
anggaran lain yang dipangkas badan pengawas, disarankan
badan pengawas antara lain untuk perbaikan sumber mata
air. Terkait mutasi Ketua Unit PDAM di Abang Ketut Patra
dan Bebandem Dewa Ketut Sunarta, kata Kertia, menjadi
kebutuhan perusahaan dalam rangka perbaikan manajemen,
optimalisasi kerja dan efisiensi. Dia juga mengatakan
Kepala Unit Rendang Ketut Budi Ardana diusulkan dimutasi
justru atas rekomendasi/paraf Kepala Bagian
Keuangan IB Manuaba dan Kabag Teknik.
''Pemutasian Kepala Unit Rendang sudah diparaf dua kabag
yang mengusulkan. Saya sendiri justru belum tanda tangan.
Kenapa yang mengusulkan mutasi justru mendemo saya dan
memasalahkan mutasi,'' kata Kertia.
Kertia mengakui memperbaiki manajemen PDAM Karangasem
itu memang penuh tantangan. Karyawan mesti dibiasakan
bekerja lebih baik dalam rangka memberikan pelayanan
yang terbaik kepada pelanggan, jangan sampai seperti
sebelumnya keuangan defisit terus. Belakangan setelah
perbaikan di sana-sini, sudah tampak ada perbaikan
neraca rugi-laba, dan mulai Juli ini terlihat ada
keuntungan,'' katanya. (013)