kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Bali


Karyawan PDAM Karangasem Gelar Demo ------

Minta Direkturnya Diberhentikan

Amlapura (Bali Post) -
Puluhan karyawan PDAM Karangasem Kamis (10/8) kemarin, berdemonstrasi ke aula kantor Bupati Karangasem. Mereka menuntut Direktur PDAM Karangasem I Gede Putu Kertia, S.E. diberhentikan karena dinilai melakukan sejumlah penyimpangan.

Di pihak kain, Kertia membantah melakukan penyimpangan seperti yang dituduhkan. Dia juga membantah melakukan pemecatan kepada karyawannya, tetapi melakukan mutasi sejumlah karyawan atas pertimbangan perbaikan pelayanan di PDAM yang dipimpinnya. ''Kami memang melakukan mutasi beberapa kepala unit pelayanan PDAM berdasarkan kebutuhan perusahaan,'' katanya.

Demo yang diikuti 85 karyawan dari 158 karyawan PDAM itu tampak Kepala Bagian Keuangan IB Manuaba aktif sebagai juru bicara dan mengkoordinasi dengan rekannya. Mereka diterima Kepala Badan Pengawas PDAM yang juga Asisten II Sekdakab Ir. Gede Adnya Mulyadi, Ketua Komisi C Nyoman Sunarta, dan Kabag Ekonomi Wayan Diana. Sementara Bupati Karangasem Wayan Geredeg tak bisa ditemui demonstran karena sedang ke Jakarta.

Manuaba dan karyawan lainnya mengatakan mereka tak puas dengan kepemimpinan Kertia dan mulai saat itu tak bakal mau menjalankan perintahnya. Namun, mereka mengaku tetap bekerja melayani pelanggan.

Sejumlah penyimpangan yang dituduhkan kepada Kertia yakni penganggaran normalisasi mata air di Ababi tanpa persetujuan karyawan atau badan pengawas. Mutasi sejumlah karyawan tanpa prosedur yang lazim, serta penggunaan dana koperasi Rp 50 juta untuk pembukaan rekening tetapi belum dikembalikan. Karyawan melalui Manuaba juga minta Bupati Karangasem memberhentikan Direktur Putu Kertia dan mengangkat plt.

Di pihak lain, Adnya Mulyadi menyampaikan selaku ketua badan pengawas, pihaknya ditugasi Bupati Karangasem. Dia bakal menyampaikan tuntutan itu kepada Bupati Wayan Geredeg.

Sementara, Kertia membantah dikatakan menganggarkan untuk normalisasi sumber air di Desa Ababi. Justru, katanya, pengalokasian anggaran hasil rasionalisasi anggaran lain yang dipangkas badan pengawas, disarankan badan pengawas antara lain untuk perbaikan sumber mata air. Terkait mutasi Ketua Unit PDAM di Abang Ketut Patra dan Bebandem Dewa Ketut Sunarta, kata Kertia, menjadi kebutuhan perusahaan dalam rangka perbaikan manajemen, optimalisasi kerja dan efisiensi. Dia juga mengatakan Kepala Unit Rendang Ketut Budi Ardana diusulkan dimutasi justru atas rekomendasi/paraf  Kepala Bagian Keuangan IB Manuaba dan Kabag Teknik.

''Pemutasian Kepala Unit Rendang sudah diparaf dua kabag yang mengusulkan. Saya sendiri justru belum tanda tangan. Kenapa yang mengusulkan mutasi justru mendemo saya dan memasalahkan mutasi,'' kata Kertia.

Kertia mengakui memperbaiki manajemen PDAM Karangasem itu memang penuh tantangan. Karyawan mesti dibiasakan bekerja lebih baik dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, jangan sampai seperti sebelumnya keuangan defisit terus. Belakangan setelah perbaikan di sana-sini, sudah tampak ada perbaikan neraca rugi-laba, dan mulai Juli ini terlihat ada keuntungan,'' katanya. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)