Operasi
Bibir
Sumbing Keluarga
tak
Mampu
Denpasar
(Bali Post) -
Ketua
Koordinator
Kegiatan
Kesejahteraan
Sosial (K3S)
Badung
Ny.
Ratna
Gde Agung
didampingi
Ny.
Subawa dan
sejumlah
anggota,
Kamis (10/8)
kemarin
memantau pelaksanaan
operasi
bibir sumbing
dua
warga Badung -- I
Made Kesawa (8
bulan),
warga Sengguan,
Munggu
dan Ni Ketut
Kariani (30
bulan),
warga Banjar
Mekar Sari,
Petang --
di
Badan Rumah
Sakit
Umum (BRSU) Tabanan.
Kedatangan
mereka
diterima Ketua BK3S
Tabanan
Ny. Adi
Wiryatama.
Proses
operasi disaksikan
langsung
melalui
layar LCD Proyektor.
Dua
pasien
dari Badung
ini
merupakan bagian
dari 23
pasien kurang
mampu
dari beberapa
kabupaten
di Bali yang
dioperasi
massal
di BRSU Tabanan
dalam
dua hari.
Usai
menyaksikan proses
operasi,
Ny. Gde
Agung
bersama rombongan
menemui I Made
Kesawa
bersama kedua
orangtuanya,
Ketut
Sudiarsa dan
Putu
Sutamiasih yang menempati
kamar
Kemoning K I No. 2. Menurut
Ketut
Sudiarsa, anak
keduanya
ini
sudah pernah
dioperasi
di RS
Sanglah. Operasi kali
ini
merupakan kedua, yang
menyentuh
bagian
langit-langit bibir.
Ny.
Ratna Gde
Agung
lanjut menemui Ni
Ketut
Kariani yang masih
menunggu
giliran
untuk menjalani
operasi. Ni
Ketut
Kariani merupakan
anak
keempat dari
pasangan Ni Made
Netriani
dan
Nyoman Kisid.
Plt.
Direktur BRSU
Tabanan I
Gede
Patra Jaya
mengatakan
operasi
bibir sumbing
ini
terlaksana atas
kerja
sama Pemkab
Tabanan
melalui BRSU Tabanan
dengan Tim National
University Hospital (NUH) Singapura,
RS Sanglah
dan RS
Hasan Sadikin
Bandung.
Pihaknya
mengoperasi 23
pasien -- 12
orang
dari Tabanan, 6
dari
Buleleng, 2 dari
Badung, 1
orang
dari Jembrana
dan 2
orang dari
Bangli --
dalam
waktu dua
hari.
''Semua
pembiayaan ditanggung
Pemkab
Tabanan bersama BK3S
Tabanan, BRSU
Tabanan
dan NUH Singapura,''
jelasnya.
Ditambahkan,
dokter yang
mengoperasi
di
antaranya dr. A.A. Asmara
Jaya dan dr.
Riyasa
dari RS Sanglah,
Prof. Lim dari
dokter
Singapura dan dr.
Putu
Sutiaksa bersama dr.
Sumantri
dari BRSU
Tabanan.
Wakil
Bupati
Tabanan IGG Putra
Wirasana
Kamis (10/8)
kemarin
juga tampak
meninjau
pelaksanaan
operasi
bibir sumbing
massal yang
digelar
di BRSU Tabanan
itu.
Wirasana mengaku
sangat
bahagia karena
jumlah
masyarakat yang dilayani
cukup
besar yakni 23
orang yang
berasal
dari berbagai
wilayah
di Bali. (lun/upi)