kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 26 Juli 2006

 Nusatenggara


Banyak Pejabat tak Hadir----
DPR Ancam Kurangi DAU dan DAK NTB
 

Mataram (Suara NTB)-
Seluruh anggota Komisi II (membidangi urusan pemerintahan daerah dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah di daerah) kecewa atas ketidakhadiran Gubernur NTB, Drs. H. L. Serinata, Wakil Gubernur NTB, Drs. H. Bonyo Thamrin Rayes dan sejumlah bupati/wali kota se-NTB pada kunjungan kerja Komisi II di NTB. Komisi II menganggap, kunker yang dilakukan ke NTB kali ini, tidak mendapat respon positif dari para pengambil kebijakan di daerah ini dengan tidak hadir pada acara kunker ke NTB.

Padahal, tujuan kunker ke NTB adalah menyerap aspirasi langsung dari aparatur pemerintah daerah mengenai aspirasi pembangunan di daerah. Tidak hadirnya pejabat di acara tersebut, bagi sejumlah anggota Komisi II DPR RI, sebagaimana disampaikan pimpinan rombongan, Ir. Sayuthi Asyathri, mereka mengancam akan mengurangi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi NTB pada tahun anggaran mendatang. Apalagi, tujuan kunjungan dari Komisi II DPR RI ini ingin menyerap aspirasi langsung dari daerah mengenai rencana pembangunan di daerah masing-masing.

Kekecewaan pertama atas ketidakhadiran gubernur, wakil gubernur, bupati/wali kota se-NTB dilontarkan Abdul Gafur yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga di era Soeharto ini. Menurutnya, pejabat di daerah ini tidak menghargai kunker komisi II DPR RI dengan tidak turut hadir saat Komisi II melakukan kunker ke daerah ini.

Di satu sisi, Gafur memahami tidak hadirnya Gubernur NTB, karena pada saat bersamaan dipanggil Wapres, M. Jusuf Kalla ke Jakarta, namun ia mempertanyakan ketidakhadiran Wakil Gubernur NTB pada acara tersebut dan lebih memilih melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sumbawa. ''Kalau hanya sekadar melakukan kunjungan ke Pulau Sumbawa, bisa ditunda kapan-kapan. Apalagi, banyak bupati/wali kota tidak hadir pada acara Komisi II yang menyangkut masalah otonomi daerah,'' ujarnya dengan nada kecewa.

Kendati diterima Sekda NTB, Ir. Nanang Samodra, M.Sc., ditemani Bupati Sumbawa, Jamaluddin Malik, Wakil Bupati Bima, Usman AK, sekda dan asisten dari kabupaten lain, Komisi II bersedia melanjutkan dialog dengan perwakilan Pemprop NTB dan beberapa wakil kabupaten/kota yang hadir.

Dalam kunjungan kerjanya ke NTB, sebagian besar anggota Komisi II DPR RI mempertanyakan mengenai beberapa masalah penerapan pelaksanaan pemerintahan di NTB, seperti persiapan atau antisipasi menghadapi bencana, pelaksanaan UU No. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah, pendapatan asli daerah dan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda NTB, Nanang Samodra, menjelaskan, Pemprop NTB bersama kabupaten/kota se NTB semenjak gempa bumi diikuti gelombang tsunami secara beruntun di beberapa daerah di Indonesia telah mulai menyiapkan langkah-langkah mengantisipasi bencana. Di Kota Mataram, lanjut Sekda, pihak Pemkot Mataram telah menyiapkan konsep atau langkah-langkah menghadapi bencana, apalagi masalah bencana tidak bisa diprediksi datangnya. Pun, daerah lain di NTB telah menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi berbagai kemungkinan datangnya bencana.

Menyinggung pendapatan asli daerah, Sekda mengakui, NTB masih bergantung besar dari anggaran pusat. Dari beberapa pos retribusi, NTB hanya mampu meraup 35% pajak, terbesar dari royalti PT Newmont Nusa Tenggara. Sementara sumber pajak lainnya, seperti pajak kendaraan bermotor mengalami pasang surut, sehingga jumlah PAD yang diperoleh tidak menentu. (ham)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)