Tender Ulang, Berisiko Ganggu Laju Pembangunan Badung
Denpasar (Bali Post) -
Rekomendasi DPRD Badung untuk melakukan tender ulang
terhadap proyek-proyek yang dilaksanakan di Badung
berisiko memperlambat pembangunan di kabupaten tersebut.
Selain itu, yang mesti dipahami Dewan, di lapangan
sangat minim pihak pengguna jasa yang memiliki
sertifikat. Demikian dikemukakan Ketua Badan Pengurus
Daerah Gapensi Bali Ir. Made Dwipa Kusuma, Selasa (25/7)
kemarin, menanggapi rekomendasi DPRD Bali melakukan
tender ulang, karena banyak pimpro yang tidak
bersertifikat.
Menurut Dwipa, rekomendasi yang dikeluarkan DPRD Badung
tersebut bisa dipahami karena Dewan berfungsi sebagai
lembaga kontrol kebijakan eksekutif. Hanya, Dewan juga
mesti memahami kesulitan dan kendala di lapangan yang
selama ini terjadi. Khususnya dalam memenuhi kewajiban
harus adanya pemimpin proyek yang memiliki sertifikat.
''Kita bisa memahami rekomedasi DPRD Badung, tetapi
penting juga diingat adanya berbagai kendala dan
kesulitan di lapangan yang harus ditangani,'' katanya.
Dia menyebutkan, saat ini masih sangat minim jumlah
pengguna jasa yang memiliki sertifikat. Hal tersebut
tidak saja terjadi di Bali melainkan di daerah-daerah
lain. Adanya kondisi inilah yang dimintanya untuk
dipahami dewan sebelum memutuskan mengeluarkan
rekomendasi melakukan tender ulang terhadap
proyek-proyek di Badung.
Disebutkannya pula, rekomendasi DPRD ini akan berimbas
pada pembangunan proyek-proyek di Badung. Apabila
ditender ulang, otomatis pekerjaan yang sedianya digarap
menjadi tertunda. Kondisi ini akan berpengaruh bagi
masyarakat dan target pembangunan yang akan dijalankan
pada tahun 2006. Belum lagi, lanjut Dwipa, umumnya
tender akan memakan waktu lama sehingga proses yang
berarut-larut ini justru menimbulkan kerugian yang lebih
besar. ''Keterlambatan proses pembangunan akan merugikan
masyarakat , apalagi proyek yang dikerjakan tersebut
menyangkut sarana dan prasarana yang diperuntukan
bagi kepentingan masyarakat,'' ungkap Dwipa.
Terkait pernyataan dewan mengenai tidak diumumkannya
tender proyek-proyek di Badung, dia menilai pihak Pemkab
Badung sudah melakukannya. Terbukti peserta tender
proyek yang akan dilaksanakan di Badung cukup banyak.
Peserta dari anggota Gapensi pun banyak yang mengikuti
proses lelang dari setiap paket yang ditenderkan panitia
lelang. (kmb18)