kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 26 Juli 2006

 Ekonomi


Tender Ulang, Berisiko Ganggu Laju Pembangunan Badung
 

Denpasar (Bali Post) -
Rekomendasi DPRD Badung untuk melakukan tender ulang terhadap proyek-proyek yang dilaksanakan di Badung berisiko memperlambat pembangunan di kabupaten tersebut. Selain itu, yang mesti dipahami Dewan, di lapangan sangat minim pihak pengguna jasa yang memiliki sertifikat. Demikian dikemukakan Ketua Badan Pengurus Daerah Gapensi Bali Ir. Made Dwipa Kusuma, Selasa (25/7) kemarin, menanggapi rekomendasi DPRD Bali melakukan tender ulang, karena banyak pimpro yang tidak bersertifikat.

Menurut Dwipa, rekomendasi yang dikeluarkan DPRD Badung tersebut bisa dipahami karena Dewan berfungsi sebagai lembaga kontrol kebijakan eksekutif. Hanya, Dewan juga mesti memahami kesulitan dan kendala di lapangan yang selama ini terjadi. Khususnya dalam memenuhi kewajiban harus adanya pemimpin proyek yang memiliki sertifikat. ''Kita bisa memahami rekomedasi DPRD Badung, tetapi penting juga diingat adanya berbagai kendala dan kesulitan di lapangan yang harus ditangani,'' katanya.

Dia menyebutkan, saat ini masih sangat minim jumlah pengguna jasa yang memiliki sertifikat. Hal tersebut tidak saja terjadi di Bali melainkan di daerah-daerah lain. Adanya kondisi inilah yang dimintanya untuk dipahami dewan sebelum memutuskan mengeluarkan rekomendasi melakukan tender ulang terhadap proyek-proyek di Badung.   

Disebutkannya pula, rekomendasi DPRD ini akan berimbas pada pembangunan proyek-proyek di Badung. Apabila ditender ulang, otomatis pekerjaan yang sedianya digarap menjadi tertunda. Kondisi ini akan berpengaruh bagi masyarakat dan target pembangunan yang akan dijalankan pada tahun 2006. Belum lagi, lanjut Dwipa, umumnya tender akan memakan waktu lama sehingga proses yang berarut-larut ini justru menimbulkan kerugian yang lebih besar. ''Keterlambatan proses pembangunan akan merugikan masyarakat , apalagi proyek yang dikerjakan tersebut menyangkut sarana dan prasarana yang  diperuntukan bagi kepentingan masyarakat,'' ungkap Dwipa.

Terkait pernyataan dewan mengenai tidak diumumkannya tender proyek-proyek di Badung, dia menilai pihak Pemkab Badung sudah melakukannya. Terbukti peserta tender proyek yang akan dilaksanakan di Badung cukup banyak. Peserta dari anggota Gapensi pun banyak yang mengikuti proses lelang dari setiap paket yang ditenderkan panitia lelang. (kmb18)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)