SPP Dinaikkan,
Ortu
Siswa Keberatan
Denpasar
(Bali Post) -
Kenaikan
SPP di
Taman
Rama
School yang rencananya
mulai
diberlakukan per 1 Agustus
2006 mendatang,
membuat
keberatan sejumlah
orangtua
siswa.
Salah satu
orangtua
siswa yang
keberatan
adalah
Dewa Putu
Sudarsana yang
dua
orang anaknya
duduk
di kelas I
dan II SD
Taman
Rama School. Pasalnya,
besaran SPP yang
harus
dibayarkan orangtua
siswa
relatif tinggi
yakni
mencapai ratusan
ribu
rupiah/bulan. Sementara
itu,
beban biaya
tinggi yang
dipikul
orangtua siswa
itu
dinilai belum
dijawab
dengan kualitas
pendidikan yang
memuaskan
oleh
pihak sekolah.
"Kami
sebenarnya
tidak
takut mengeluarkan
biaya
pendidikan tinggi
untuk
anak-anak sepanjang
kualitas
pendidikan yang
mereka
terima di
sekolah
ini juga
sebanding,"
kata
Sudarsana yang secara
khusus
datang ke
Sekretariat Bali Post
untuk
menyampaikan hal
itu,
Selasa (25/7) kemarin.
Sudarsana
mengatakan
orangtua
siswa yang
keberatan
atas
rencana kenaikan SPP
di
Taman
Rama
School bukan
hanya
dirinya. Setidaknya,
kata
dia, ada
sekitar 80
orangtua
siswa yang
keberatan
dengan
cara menandatangani
surat
pernyataan
keberatan.
Ada
orangtua dari
siswa TK, SD
maupun SMP. Para
orangtua
siswa yang
keberatan
itu
sempat bertemu
dengan
pihak yayasan.
Akhirnya
pihak
yayasan mengeluarkan
surat
imbauan yang intinya
SPP tidak
dinaikkan
untuk
sementara waktu.
Ketika
permasalahan
ini
dikonfirmasikan kepada
Kepala SD
Taman
Rama School Dra. Ni
Ketut
Santini lewat
telepon
selulernya, yang
bersangkutan mengatakan
belum
bisa memberikan
konfirmasi
terkait
hal itu
karena
sedang ada
di
perjalanan. Dia
menyarankan Bali Post
langsung
datang
ke Taman
Rama School,
Rabu (26/7)
ini.
Sementara
itu,
Kepala Dinas
Pendidikan
dan
Kebudayaan Kota Denpasar
Drs. I Gusti
Lanang
Jelatik, M.Si.
mengaku
belum bisa
memberikan
tanggapan
atas
permasalahan itu.
Dikatakan,
hal itu
merupakan
masalah intern
dan
berharap kedua
belah
pihak mau
menyelesaikannya
secara
baik-baik dengan
penuh
kekeluargaan.
(025/kmb13)