Tanggapan Soal Keracunan Nasi Kotak
Berita Bali Post Senin, 17 Juli 2006 bahwa sebanyak 54
orang warga Br. Guliang Kawan Desa Bunutin sejak Sabtu,
15 Juli 2006 lalu sekitar pukul 22.00 wita mendatangi
RSU Bangli. Mereka diduga keracunan setelah menyantap
nasi kotak pada acara perkawinan di rumah Ketut Pariana
namun nasi kotak yang disuguhkan tersebut menurut
sejumlah warga Br. Guliang Kawan dibuat di rumah asal
keluarga mempelai laki-laki di Denpasar.
Secara logika dugaan warga tersebut ada benarnya karena
kami keluarga mempelai laki berasal dari Denpasar. Namun
sebenarnya nasi kotak tersebut dipesan melalui catering
yang ada di Denpasar oleh pihak mempelai perempuan.
Bukan dibuat di rumah asal keluarga mempelai laki-laki,
dan kami sebenarnya tidak tahu menahu tentang konsumsi
tersebut.
Perlu kami sampaikan bahwa beberapa warga kami di
Denpasar juga mengalami nasib serupa. Bahkan anak kami
sempat rawat inap 1 hari di RS, syukur tidak terlalu
parah dan sekarang sudah diperbolehkan pulang.
Demikian kami sampaikan untuk dapat dimaklumi agar tidak
terjadi kesimpangsiuran berita.
I Ketut Sudira, S.Sos
Br. Abiantegal, Dauh Puri Kauh
Denpasar Barat