kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 19 Juli 2006

 Nusantara


Korban Tewas 364 Orang
 

Pangandaran (Bali Post) -
Bali Post/ap
PULUHAN - Mayat korban tsunami kini disemayamkan di halaman kantor desa untuk diidentifikasi oleh keluarganya. Puluhan mayat hingga kini masih belum teridentifikasi.

Data yang berhasil dihimpun Bali Post di Posko Pangandaran dan sekitarnya, jumlah korban tsunami hingga Selasa (18/7) kemarin sekitar 364 orang meninggal, 184 di antaranya terdapat di Ciamis, termasuk 306 dirawat serta 30.400 pengungsi. Angka ini termasuk tujuh warga negara asing, seperti dari Arab Saudi (3 orang), Pakistan, Belanda, Jepang, dan Swedia masing-masing satu orang.

Nama-nama warga negara sing yang sudah teridentifikasi antara lain Elman (58) asal Belanda, Kent Chlnet (46) asal Swedia serta seorang wanita dan anak perempuannya asal Pakistan yang belum diketahui namanya.

Sementara di Tasikmalaya tercatat 97 tewas, hilang 27 warga. Luka berat tercatat 22, luka ringan 58 orang. Di Cilacap data yang masuk ke Depsos sebanyak 77 orang meninggal, termasuk di Nusakambangan, dan 41 orang hilang. Sedangkan di Kabupaten Kebumen tercatat 4 orang meninggal.

Data sebelumnya yang dipampang di Posko Pangandaran menunjukkan jumlah total meninggal di Kabupaten Ciamis sebanyak 173 orang, 75 dirujuk, dan 376 diobati. Jumlah ini tersebar di 10 titik posko bencana tsunami. Di daerah Pangandaran ditemukan 108 korban tewas, 4 dirujuk dan 158 orang diobati.

Posko Kalipucung, 7 meninggal, 7 dirujuk dan 36 orang diobati. Posko Parigi 7 meninggal dan 67 orang diobati. Posko Cijulang 12 meninggal dan 1 orang dirujuk. Posko Cineruh, 30 orang meninggal dan 50 diobati. RSU Banjar 2 meninggal dan 63 orang diobati. RSU Ciamis 1 orang dirujuk. Posko Cikombulan dua orang diobati dan Posko Padaheang dua orang diobati.

 

Kurang Obat

 

Kondisi para pengungsi kini masih mengkhawatirkan. Mereka kekurangan selimut, makanan siap saji, dan tikar. Pantauan Bali Post di pengungisan Masjid Agung Pangandaran menuturkan data lain. Mereka mengeluh minimnya makanan cepat saji. Hingga sore mereka baru makan sekali. Selimut dan tikar juga masih dikelukan karena jumlahnya yang minim. Obat-obatan tampaknya masih cukup. Sejumlah pengungsi yang menjadi korban sudah mendapatkan pengobatan standar. Mereka cukup bersyukur karena cepatnya penanganan medis ini. Sayangnya, bantuan makanan dan kebutuhan hidup sehari-hari masih belum memadai. Apalagi, toko dan warung masih banyak yang tutup.

Puskesmas Pangandaran sendiri telah menyediakan ratusan relawan dari berbagai organsiasi dan sejumlah dokter bedah tulang (1 orang), ahli bedah (3 orang) dan dokter umum (21). ''Tenaga medis cukup. Tetapi obat-obatan masih kurang,'' kata dr. Joti.

Barang-barang medis yang dirasakan kurang antara lain obat luka, kasa steril, sarung tangan, masker, dan spalg. ''Kebanyakan korban luka dan lebam-lebam. Sebagian terkena aspirasi dan kami rujuk ke RSU Banjar,'' kata dr. Joti.

Warga Pangandaran juga masih khawatir akan terjadi tsunami susulan karena hingga kemarin gempa-gempa kecil masih terjadi. Mereka rata-rata pergi dengan membawa sejumlah perabotan. 

Tiga Menteri 

Tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Selasa (18/7) kemarin mendatangi korban. Mereka adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadilah Supari dan Mensos Bachtiar Chamsyah. Tempat yang mereka kunjungi salah satunya Puskesmas Pangandaran. Di sini dirawat sejumlah orang yang terluka. Juga balai desa tempat puluhan jenazah yang belum teridentifikasi.

Ade, korban luka-luka, mengadu kepada Menkes Fadilah Supari bahwa rumah dan anaknya hilang. Aburizal Bakrie menerima curhat Sri Muryati (27) yang mengutarakan dua keponakannya hingga kini masih hilang. ''Pemerintah akan membantu membangun rumah korban yang rusak berat atau ambruk akibat gempa dan tsunami. Pemerintah tidak akan memungut biaya,'' kata Aburizal Bakrie.

''Pemerintah pusat telah memberikan bantuan 5.000 sarung, 5.000 selimut dan 2 ton obat-obatan, juga beras 10 ton. Kantong mayat 550,'' tutur Ical, sapaan Aburizal.

Dikatannya pula, pemerintah juga akan melakukan pembangunan rumah warga. ''Pemerintah akan membantu masyarakat dan pemda. Kita akan menunggu laporan dari bupati,'' tuturnya. (kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)