kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 19 Juli 2006

 Mancanegara


Hisbullah Sudah Lepas 1500 Rudal
 

Israel -
Dalam wawancara dengan sebuah televisi Inggris, Deputi Perdana Menteri Israel Shimon Peres mengatakan pejuang Hisbullah sudah melepaskan 1.500 rudal dan roket menuju tanah Israel.

Kami harus menghentikan penembakan rudal yang melewati kepala kami, menuju desa dan perkotaan. Hingga sekarang (kemarin, Red) mereka sudah menembakkan seribu limaratus rudal dan roket," kata Peres kepada Sky News. 

"Sekarang kami mengontrol jalanan di Lebanon karena ada 12.000 rudal dan roket yang mereka dapatkan berasal dari Iran dan Suriah," sambungnya.

Peres juga mengatakan Israel tidak ingin mengirimkan angkatan daratnya menuju Lebanon, seperti yang pernah terjadi dalam tiga dekade silam.

Ia menekankan pejuang Hisbullah yang didukung oleh Iran dan Suriah merupakan musuh masyarakat Lebanon. Mereka berjuang demi kepentingan sendiri bukan demi negara dan Israel sebenarnya ingin menjalin hubungan yang baik dengan Lebanon.

"Satu-satunya musuh yang kami miliki adalah bala pasukan Hisbullah. Lebanon bukan musuh kami. Kami tidak memiliki masalah dengan Lebanon, bahkan kami memiliki banyak harapan dengan negara ini. Kami sebenarnya ingin hidup bertetangga dengan baik," paparnya.

Mengutip sumber intelijen Israel majalah London, Jane's Defence Weekly mengatakan Hisbullah kemungkinan memiliki total 10.000 hingga 15.000 roket yang disediakan oleh Suriah dan Iran.

 

Hari ke Tujuh

Sedikitnya 51 orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon Senin kemarin dan 10 mayat lainnya juga ditemukan. Dengan demikian jumlah ini terus menambah jumlah korban tewas yang mencapai lebih dari 200 orang, memasuki hari ke tujuh serangan udara Israel.

Jumlah totalnya sekarang mencapai 195 dari warga sipil dan 14 tentara yang tewas sejak Rabu pekan lalu, 11 dari 14 tentara tewas, meregang nyawa Senin kemarin. Lebih dari 440 orang mengalami luka.

Dalam serangan mematikan Senin kemarin, sebuah rudal Israel melesat tepat mengenai sebuah minibus. Ada 12 warga sipil tewas saat mobil yang mereka tumpangi berjalan di tengah kota Rmeileh, Beirut selatan.

Tiga pejalan kaki lainnya juga tidak luput terkena hempasan rudal di desa Burj Rashal, saat sebuah pesawat melepaskan serangannya. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan serangan ini sebagai "momen kebenaran" dan terus akan dilanjutkan. (ton/ap/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)