Hisbullah Sudah Lepas 1500 Rudal
Israel -
Dalam wawancara dengan sebuah televisi Inggris, Deputi
Perdana Menteri Israel Shimon Peres mengatakan pejuang
Hisbullah sudah melepaskan 1.500 rudal dan roket menuju
tanah Israel.
Kami harus menghentikan penembakan rudal yang melewati
kepala kami, menuju desa dan perkotaan. Hingga sekarang
(kemarin, Red) mereka sudah menembakkan seribu limaratus
rudal dan roket," kata Peres kepada Sky News.
"Sekarang
kami mengontrol jalanan di Lebanon karena ada 12.000
rudal dan roket yang mereka dapatkan berasal dari Iran
dan Suriah," sambungnya.
Peres juga mengatakan Israel tidak ingin mengirimkan
angkatan daratnya menuju Lebanon, seperti yang pernah
terjadi dalam tiga dekade silam.
Ia menekankan pejuang Hisbullah yang didukung oleh Iran
dan Suriah merupakan musuh masyarakat Lebanon. Mereka
berjuang demi kepentingan sendiri bukan demi negara dan
Israel sebenarnya ingin menjalin hubungan yang baik
dengan Lebanon.
"Satu-satunya
musuh yang kami miliki adalah bala pasukan Hisbullah.
Lebanon bukan musuh kami. Kami tidak memiliki masalah
dengan Lebanon, bahkan kami memiliki banyak harapan
dengan negara ini. Kami sebenarnya ingin hidup
bertetangga dengan baik," paparnya.
Mengutip sumber intelijen Israel majalah London, Jane's
Defence Weekly mengatakan Hisbullah kemungkinan memiliki
total 10.000 hingga 15.000 roket yang disediakan oleh
Suriah dan Iran.
Hari ke Tujuh
Sedikitnya 51 orang tewas dalam serangan Israel di
Lebanon Senin kemarin dan 10 mayat lainnya juga
ditemukan. Dengan demikian jumlah ini terus menambah
jumlah korban tewas yang mencapai lebih dari 200 orang,
memasuki hari ke tujuh serangan udara Israel.
Jumlah totalnya sekarang mencapai 195 dari warga sipil
dan 14 tentara yang tewas sejak Rabu pekan lalu, 11 dari
14 tentara tewas, meregang nyawa Senin kemarin. Lebih
dari 440 orang mengalami luka.
Dalam serangan mematikan Senin kemarin, sebuah rudal
Israel melesat tepat mengenai sebuah minibus. Ada 12
warga sipil tewas saat mobil yang mereka tumpangi
berjalan di tengah kota Rmeileh, Beirut selatan.
Tiga pejalan kaki lainnya juga tidak luput terkena
hempasan rudal di desa Burj Rashal, saat sebuah pesawat
melepaskan serangannya. Perdana Menteri Israel Ehud
Olmert mengatakan serangan ini sebagai "momen kebenaran"
dan terus akan dilanjutkan. (ton/ap/afp)