kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 19 Juli 2006

 Ekonomi


Rupiah
Terangkat 45 Poin

Jakarta (Bali Post)-
Nilai
tukar rupiah di pasar spot antar-bank Jakarta pada perdagangan, Selasa (18/7) kemarin, ditutup pada di level Rp 9.245 per dolar AS, atau menguat 45 poin jika dibandingkan penutupan Senin (17/7) di level Rp 9.290 per dolar AS.

Penguatan rupiah sudah terbaca sejak pembukaan. Sebab, pada sesi pagi kurs rupiah menguat 15 poin ke Rp 9.275 per dolar AS jika dibandingkan penutupan pada perdagangan sebelumnya. Penguatan itu akibat profit taking atas dolar AS.

Di lantai bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada perdagangan saham  ditutup menguat 2,101 poin (0,164 persen) ke level 1.286,050. Indeks LQ45 juga naik 0,285 poin (0,101 persen) ke level 283,491. Demikian pula Jakarta Islamic Index ditutup menguat 0,719 poin (0,316 persen) ke level 228,582.

Penguatan itu seiring akibat technical rebound atas sejumlah saham setelah mengalami koreksi harga selama beberapa hari. IHSG memang menguat tipis, karena para investor masih khawatir terhadap masih berjalannya ketegangan di Timur Tengah yang akan mendorong harga minyak dunia tetap tinggi.

Sementara itu, investor asing di BEJ membeli saham sebanyak 745,946 juta unit senilai Rp 536,025 milyar. Sedangkan transaksi jual sebanyak 611,395 juta lembar saham senilai Rp 537,742 milyar, sehingga terjadi penjualan bersih Rp1,717 milyar.

Transaksi perdagangan terlihat masih cukup ramai, tercermin dari total nilai transaksi yang mencapai Rp 1,309 trilyun dengan volume perdagangan sebesar 1,522 miliar lembar saham, dan frekuensi perdagangan 13.510 kali. Terdapat 167 jenis saham yang aktif diperdagangkan dengan rincian 54 saham naik, 76 saham tetap (stagnan) dan 37 saham melemah. (kmb2)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)