Rupiah
Terangkat 45
Poin
Jakarta (Bali Post)-
Nilai
tukar
rupiah di
pasar spot
antar-bank Jakarta
pada
perdagangan, Selasa
(18/7) kemarin,
ditutup
pada di level
Rp 9.245 per
dolar AS,
atau
menguat 45 poin
jika
dibandingkan penutupan
Senin (17/7)
di level
Rp 9.290 per
dolar AS.
Penguatan
rupiah
sudah terbaca
sejak
pembukaan.
Sebab,
pada
sesi pagi
kurs
rupiah menguat 15
poin ke
Rp 9.275 per
dolar AS
jika
dibandingkan penutupan
pada
perdagangan sebelumnya.
Penguatan
itu
akibat profit taking atas
dolar AS.
Di
lantai bursa,
Indeks
Harga Saham
Gabungan (IHSG)
di Bursa
Efek
Jakarta
(BEJ) pada
perdagangan
saham
ditutup
menguat 2,101
poin (0,164
persen)
ke level 1.286,050. Indeks
LQ45 juga
naik 0,285
poin (0,101
persen)
ke level 283,491. Demikian
pula Jakarta Islamic Index ditutup
menguat 0,719
poin (0,316
persen)
ke level 228,582.
Penguatan
itu
seiring akibat
technical rebound atas
sejumlah
saham
setelah mengalami
koreksi
harga selama
beberapa
hari. IHSG
memang
menguat tipis,
karena
para investor masih
khawatir
terhadap
masih
berjalannya ketegangan
di
Timur Tengah yang
akan
mendorong
harga
minyak dunia
tetap
tinggi.
Sementara
itu, investor
asing
di BEJ membeli
saham
sebanyak 745,946 juta
unit senilai
Rp 536,025
milyar.
Sedangkan
transaksi
jual
sebanyak 611,395 juta
lembar
saham senilai
Rp 537,742
milyar,
sehingga terjadi
penjualan
bersih Rp1,717
milyar.
Transaksi
perdagangan
terlihat
masih
cukup ramai,
tercermin
dari total
nilai
transaksi yang mencapai
Rp 1,309
trilyun
dengan volume perdagangan
sebesar 1,522
miliar
lembar saham,
dan
frekuensi perdagangan
13.510 kali. Terdapat 167
jenis
saham yang aktif
diperdagangkan
dengan
rincian 54 saham
naik, 76
saham
tetap (stagnan)
dan 37
saham melemah.
(kmb2)