''Magebagan'' di Kuburan, Pipi Teman Ditebas Golok
Gianyar (Bali Post) -
Saat berlangsungnya magebagan (berjaga) dalam rangka
upacara pengabenan massal di Desa Pakraman Bona, Senin
(17/7), seorang warga, IG Ketut R (47) menganiaya
rekannya IG Ngurah Bagus G (47). Penganiayaan dengan
menggunakan golok membuat pipi kiri korban IG Ngurah
Bagus G mendapatkan delapan jahitan, dan hingga kini
berada di RSU Sanjiwani.
Kejadian ini berlangsung pada saat warga usai melakukan
upacara ngagah sawa (membongkar mayat) serangkaian
ngaben. Malam harinya, R dan G yang ikut magebagan di
kuburan duduk bersama di sekitar areal kuburan sembari
bersenda gurau. Senda gurau mereka berakhir menjadi
pertengkaran. Pelaku yang saat itu duduk di bawah pohon,
tiba-tiba didatangi oleh korban. R saat itu setengah
sadar karena terpengaruh minuman keras. Tak jelas apa
yang diucapkan G, membuat R tersinggung, lalu berdiri
seraya mencabut golok. Pelaku juga tampak marah kepada
korban. Tanpa pikir panjang pelaku menebas pipi kiri
korban dengan golok. Kejadian tersebut kontan membuat
warga yang sedang berada di kuburan Bona kaget.
Untungnya warga cepat memisahkan kedua orang yang
berusaha saling mencelakakan itu.
Pahumas Polres Gianyar AKP A.A. Anom Putra didampingi
Kapolsek Blahbatuh AKP Dewa Gede Raka seizin Kapolres
Gianyar AKBP Drs. I Gde Alit Widana, S.H., M.Si.
mengatakan atas kejadian tersebut korban cepat
disingkirkan warga dan dilarikan ke RSU Gianyar. Pelaku
penganiayaan saat ini sudah diamankan oleh aparat
Polsektif Blahbatuh. Pelaku menyerahkan diri kepada
anggota Reskrim Polsek Blahbatuh Selasa (18/7) kemarin.
(dar)