PRT Diperkosa, HP Diembat
Maling Satroni Rumah Turis AS---
Denpasar (Bali Post) -
Shock masih dirasakan AE (22) asal Seririt, Singaraja.
Pembantu rumah tangga (PRT) di rumah kontrakan seorang
turis Amerika Serikat (AS) Androw Markulin di Jalan Raya
Pemogan Gang Mutiara Indah I, Denpasar Selatan ini
bernasib malang. Selasa (18/7) dini hari kemarin
rumah majikannya dimasuki maling dan dia juga diperkosa.
Sebuah HP N-Gage yang ditaruh di atas tempat tidur
dibawa kabur. Selain HP, kehormatan korban juga
direnggut paksa. Korban diperkosa saat sedang datang
bulan. Korban melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Densel.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 wita. Korban
yang bekerja sebagai PRT sejak lima bulan di rumah
Markulin ini, tidur terlelap di kamar pembantu yang
berlokasi di lantai bawah. Sedangkan majikannya tidur di
lantai atas. Tanpa firasat apa pun sebelumnya,
tiba-tiba korban didatangi seorang pria berperawakan
kecil, kurus, rambut kriting dan memakai baju hitam.
Pria yang tidak dikenal itu juga membawa pisau hitam.
Melihat ada seseorang di dalam kamarnya, korban kaget
bukan main setelah terbangun dari tidurnya. Kagetnya
korban, membuat pelaku menjadi beringas dan menodongkan
pisau ke perut korban sambil mengancam akan membunuh
jika korban berteriak. Korban tidak bisa berbuat apa-apa
selain menuruti permintaan pelaku.
Namun sebelum merampok, pelaku lebih dahulu memperkosa
korban. ''Saya tidak berani berontak dan hanya bisa
pasrah. Walaupun saat itu saya sedang datang bulan,''
tutur korban sambil menangis. Setelah itu pelaku
bergegas naik ke lantai atas mendengar perkataan korban
bahwa majikannya memiliki uang yang banyak.
Mendapat kesempatan yang baik untuk bisa meloloskan diri,
korban keluar rumah sambil berteriak ''maling''...
Mendengar terikan korban, warga sekitar berhamburan
keluar rumah guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Sayangnya, pelaku berhasil kabur lewat pintu gerbang
menuju arah utara.
Dari hasil olah TKP petugas, diduga pelaku masuk rumah
lewat jendela belakang. Ini dibuktikan dengan adanya
congkelan di jendela. Untuk penyelidikan lebih lanjut,
petugas mengamankan barang bukti berupa sprei yang
berisi bercakan darah korban.
(jay)