kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 12 Juli 2006

 Surat Pembaca


Kasus
Bunuh Diri di Bali 

Kasus bunuh diri di Bali semakin tahun semakin meningkat jumlahnya. Saya teringat tulisan di Bali Post tentang ''keracunan ego''. Barangkali kalau kita lihat dari sisi tulisan dalam keracunan ego, itu ada benang merahnya dengan makin maraknya orang bunuh diri.

Dalam tulisan itu dikemukakan bahwa dunia saat ini tidak saja menghadapi masalah narkoba, masalah yang jauh lebih besar dan luas serta bahayanya juga tidak kalah dengan masalah narkoba adalah keracunan ego. Keracunan ego sendiri juga bisa sebagai stresor dari ketergantungan narkoba ketika mereka-mereka yang keracunan ego tidak mampu lagi mengatasi. Berbagai dampak kesehatan yang bisa timbul akibat keracunan ego itu sendiri, bisa bunuh diri, anarkis, bisa menjadi gangguan jiwa, bisa menjadi orang yang sangat arogan.

Di dalam kehidupan kita pada saat ini di mana tantangan yang dihadapi semakin meningkat, stresor-stresor yang membangkitkan emosi semakin terbuka. Tanpa ada suatu kendali yang kuat tidaklah mudah untuk mencegah atau mengurangi kasus-kasus bunuh diri.

Apa yang harus kita lakukan agar mampu mencegah atau mengurangi kasus-kasus bunuh diri? Peran individu, peran keluarga dan peran lingkungan serta peran pemerintah harus menjadi satu terkoordinir dalam satu langkah, individu memperkaya dirinya dengan meningkatkan intelejensi emosinya, dan spiritual intelegensinya. Keluarga, terutama kepala keluarga mendorong anggota keluarganya untuk meningkatkan intelegensi emosinya dan memfasilitasi agar anggota keluarganya mampu meningkatkan spiritual intelegensinya. Sebagai kepala keluarga harus meningkatkan intelegensi wisdom-nya (kebijakannya). Lingkungan masyarakat dengan pemuka masyarakatnya membangun kearifan dan perilaku bijak di dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah menjalankan pemerintahannya dengan bijaksana, mendorong dan memfasilitasi perorangan, kelompok, atau pasraman-pasraman melakukan pendidikan pelatihan yang mampu memperkaya dan meningkatkan spiritual dan perilaku bijak kepada anak asuhnya dengan kegiatan yang berkesinambungan dan mempunyai konsep jelas.

Selama ini bukan tidak ada pembinaan-pembinaan tetapi sangat terbatas, dapat dihitung dengan jari para tokoh yang mumpuni. Kewajiban pemerintah untuk mendorong dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan seperti ini.

Made Molin Yudiasa
Jl
. Raya Meruan 73, Penebel, Tabanan

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)