kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 12 Juli 2006

 Olahraga


Zidane
Diprovokasi 

London -
Kejadian
sesungguhnya terkait kasus tandukan (headbutt) Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi pada pertandingan final Piala Dunia 2006, baru akan diketahui akhir minggu ini. Saat ini Zidane ingin beristirahat terlebih dulu.

Agen Zidane, Alain Migliaccio, berjanji mengumumkan apa sesungguhnya yang terjadi pada saatnya nanti. Yang jelas, kata Alain, Selasa (11/7) kemarin, Zidane mengaku tidak tahan dengan ucapan pemain belakang Italia tersebut.

Spekulasi yang mengemuka menyebutkan Zidane disebut dirty terorist oleh Materazzi. ''Zidane memberi tahu saya kalau Marco telah mengatakan sesuatu yang sangat serius. Tetapi dia belum memberi tahu saya apa perkataan itu. Zidane belum ingin membicarakannya sekarang. Paling lambat minggu depan dia akan buka mulut. Dia adalah lelaki yang tak gampang emosi, tetapi yang satu ini sangat menyakitkan,'' tegas Alain.

Zidane melalui agennya meminta maaf kepada fans Prancis atas kejadian tersebut. ''Sungguh Zidane tak berharap akan mengakhiri karier internasional seperti ini. Dia sangat kecewa.''

Seorang ahli membaca gerak mulut (lip-reading) mengatakan Materazzi tampak dua kali mengatakan sesuatu. Pemain milik Inter Milan ini sepintas mengatakan bahwa Zidane teroris.

''Saya tak merasa berkata demikian. Saya bahkan tak mengerti apa artinya semua itu,'' kata ayah Materazzi, Giuseppe Materazzi, yang lebih banyak menceritakan situasi sang anak.

''Saya sempat berbicara dengan Marco beberapa saat melalui telepon. Menurutnya, dialah yang pertama diprovokasi, terutama atas kondisinya selama beberapa tahun terakhir,'' terangnya.

Materazzi memang dicap sebagai pemain keras, bahkan tidak jarang bermain menjurus kasar. Kartu merah diterimanya ketika Italia menundukkan Australia 1-0 di babak perdelapanfinal. (sun/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)