Zidane
Diprovokasi
London -
Kejadian
sesungguhnya
terkait
kasus tandukan (headbutt)
Zinedine
Zidane
ke dada Marco Materazzi
pada
pertandingan final Piala
Dunia 2006,
baru
akan
diketahui
akhir
minggu ini.
Saat
ini
Zidane ingin
beristirahat
terlebih
dulu.
Agen
Zidane, Alain
Migliaccio,
berjanji
mengumumkan
apa
sesungguhnya yang
terjadi
pada saatnya
nanti.
Yang
jelas,
kata Alain, Selasa
(11/7) kemarin,
Zidane
mengaku tidak
tahan
dengan ucapan
pemain
belakang Italia tersebut.
Spekulasi
yang mengemuka
menyebutkan
Zidane
disebut dirty terorist
oleh
Materazzi. ''Zidane
memberi
tahu saya
kalau Marco
telah
mengatakan sesuatu
yang sangat
serius.
Tetapi
dia belum
memberi
tahu saya
apa
perkataan
itu.
Zidane
belum
ingin membicarakannya
sekarang. Paling
lambat
minggu depan
dia
akan
buka
mulut.
Dia
adalah
lelaki yang tak
gampang
emosi, tetapi yang
satu
ini sangat
menyakitkan,''
tegas Alain.
Zidane
melalui
agennya meminta
maaf
kepada fans Prancis
atas
kejadian tersebut. ''Sungguh
Zidane
tak berharap
akan
mengakhiri
karier
internasional seperti
ini.
Dia
sangat
kecewa.''
Seorang
ahli
membaca gerak
mulut (lip-reading)
mengatakan
Materazzi
tampak
dua kali mengatakan
sesuatu.
Pemain
milik Inter Milan
ini
sepintas mengatakan
bahwa
Zidane teroris.
''Saya
tak merasa
berkata
demikian.
Saya
bahkan tak
mengerti
apa
artinya
semua itu,''
kata ayah
Materazzi, Giuseppe
Materazzi, yang
lebih
banyak menceritakan
situasi sang
anak.
''Saya
sempat berbicara
dengan Marco
beberapa
saat
melalui telepon.
Menurutnya,
dialah yang
pertama
diprovokasi, terutama
atas
kondisinya selama
beberapa
tahun
terakhir,'' terangnya.
Materazzi
memang
dicap sebagai
pemain
keras, bahkan
tidak
jarang bermain
menjurus
kasar.
Kartu
merah
diterimanya ketika
Italia menundukkan
Australia 1-0
di
babak perdelapanfinal.
(sun/afp)