Presiden Israel Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual
Harian Maariv, Israel, Selasa (11/7) kemarin,
memberitakan Presiden Israel Moshe Katsav (61) dituduh
melakukan pelecehan seksual. Tuduhan ini dilayangkan
oleh mantan karyawati yang bekerja di badan kementerian
yang dulu dipimpinnya.
Harian Maariv yang didatangi wanita tak dikenal dan
mengaku mendapat tindak pelecehan seksual Katsav 10
tahun silam. Tidak terima dengan perlakukan bosnya, ia
lantas dipecat.
Mendapat tuduhan seperti itu, Katsav langsung melakukan
penyangkalan dan dalam pernyataannya ia mengatakan tidak
mengenal wanita itu.
Kepada jaksa penuntut Menachme Mazouz sang presiden
sebelumnya mengatakan jika mantan karyawati di kantor
kepresidenan ini, mengancam akan menuduh presiden
melakukan tindak pelecehan jika tidak mengembalikan
pekerjaannya di kementrian.
Namun, hingga kini Katsav belum menyatakan pernyataan
resmi dan kantor jaksa sudah menginterogasinya untuk
detil yang lebih lanjut.
Serang
Sementara itu, Melihat belum ada tanda-tanda pembebasan
tentaranya oleh Hamas, pemerintah Israel Selasa (11/7)
kemarin mengesahkan tindak penyerangan baru menuju Jalur
Gaza. Badan keamanan di sana mengatakan jika perlu
serangan angkatan darat akan semakin ditingkatkan.
Perdana Menteri Ehud Olmert dan Menteri Pertahanan Amir
Peretz sudah memberikan lampu hijau untuk mengadakan
penyerangan lebih besar menuju wilayah Gaza, kata
seorang staf yang berbicara dalam kondisi yang belum
menentu.
Staf ini mengatakan fase terbaru ini termasuk pengiriman
tentara menuju wilayah lebih dalam Gaza, atau lokasi
yang belum disentuh sebelumnya. Sampai saat ini pasukan
sudah memasuki Gaza selatan dan utara serta merangsek
mendekati Gaza City.
Tujuan peningkatan ini dikatakan untuk menghentikan
penembakan roket menuju Israel selatan dan meningkatkan
harapan dibebaskannya seorang tentara yang diculik
militan Palestina 25 Juni lalu.
Dalam serangan yang dilakukan Selasa kemarin, Israel
terus menghujani Jalur Gaza dengan artileri. Seorang
anggota keamanan tewas dan enam orang terluka dalam
serangan udara terbaru yang menghantam Gaza utara. Lebih
dari 50 warga Palestina sudah tewas dalam sepekan
penyerangan.
(ton/ap/afp)