Eks Transmigran Timtim Mengadu ke Dewan
Denpasar (Bali Post) -
Merasa dipermainkan Dinas Kesejahteraan Sosial Bali,
belasan perwakilan warga eks transmigran Timtim mengadu
ke DPRD Bali. Mereka yang berasal dari enam kabupaten di
Bali tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Bali IGK
Adhiputra, S.H. dan Drs. IBG Suryatmaja di ruang
kerjanya. Hal serupa sudah sering mereka lakukan dulu.
Nengah Nurjana, wakil transmigran asal Gianyar, mengaku
dipermainkan Dinas Sosial Bali. Sebab, ketika berjuang
ke pusat, disebutkan bantuan usaha untuk para mantan
transmigran sudah diturunkan ke Depsos Bali. Namun saat
diminta, ternyara dinas tersebut berkelit. ''Bahkan
disebutkan tak ada bantuan untuk eks transmigran,'' ujar
Nurjana menirukan ucapan Kadis Sosial Bali.
Ratusan transmigran Bali juga dibuat kecewa berat dengan
sikap Gubernur Bali yang sama sekali tidak memperhatikan
nasib mereka. Bahkan ucapan Gubernur Dewa Beratha yang
mengatakan tidak mau mengurus pengungsi eks transmigran
Timtim dinilai sangat melecehkan nasib mereka.
Menanggapi keluhan mereka, baik Suryatmaja maupun
Adhiputra mengatakan siap akan memfasilitasinya. Bahkan
keduanya langsung memerintahkan stafnya menghubungi
Dinas Sosial Bali untuk diundang rapat ke DPRD Bali.
Dewan juga akan mempertemukan kedua pihak untuk didengar
penjelasannya. ''Saat ini kita baru mendapat masukan
dari saudara-saudara. Nanti kita pertemukan biar jelas,''
tandas Suryatmaja.
Sikap responsif Dewan tersebut disambut positif eks
transmigran yang sebelumnya berencana akan menginap di
gedung wakil rakyat itu bila keinginan mereka mentok.
Salah seorang transmigran Made Kedem asal Buleleng
mengatakan aset mereka yang terpaksa ditinggal di Timtim
cukup banyak. Selain tanah, rumah juga ternak dan
barang-barang lainnya.
Mereka mengaku masuk Timtim tahun 1982 dan terpaksa
hengkang pada tahun 1999 silam. Sejak itu sekitar 900 KK
transmigran asal Bali yang pulang kampung hidup tak
jelas. Mereka yang juga berjuang bisa mendapatkan BLT
agar bisa hidup namun sampai sekarang tak diberikan.
(031)