DPC PDI-P Janji tak Intervensi Tim Verifikasi
Singaraja (Bali Post) -
DPC PDI-P Buleleng berjanji tak akan mengintervensi
kinerja tim verifikasi untuk meloloskan paket figur yang
sudah mendaftar menjadi calon bupati (cabup)/calon wakil
bupati (cawabup) melalui PDI-P dalam Pilkada Buleleng
2007 mendatang. Tim verifikasi akan diberikan wewenang
penuh untuk menilai figur untuk diajukan dalam
rakercabsus sesuai mekanisme yang berlaku.
''Pengurus DPC tidak akan intervensi tim untuk menjegal
atau meloloskan bakal calon tertentu agar bisa
melenggang ke rakercabsus yang rencananya digelar
September mendatang,'' kata Ketua DPC PDI-P Buleleng
Dewa Nyoman Sukrawan, Selasa (11/7) kemarin.
Rakercabsus itu, lanjut Sukrawan, merupakan perhelatan
besar untuk menampung suara dari kader-kader PDI-P demi
memilih calon bupati yang akan dipertarungkan dalam
pilkada tahun depan. Jadi, menurutnya, dalam perhelatan
besar ini PDI-P akan memilih calon pemimpin daerah,
bukan memilih ayam aduan untuk dipertarungkan dalam
arena tajen. ''Untuk itu, DPC tidak akan berani
main-main untuk meloloskan calon tertentu, apalagi tidak
sesuai dengan kriteria dan aturan yang ada,'' kata
Sukrawan.
Seperti diketahui, Dewa Sukrawan ikut mendaftarkan diri
sebagai bakal calon bupati berpasangan dengan Made
Artadana. Masuknya Sukrawan dalam bursa penjaringan
cabup tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi keputusan
tim dan kader PDI-P menjelang rakercabsus atau dalam
rakercabsus September mendatang. Karena sebagai Ketua
DPC, Sukrawan memiliki pengaruh politik terhadap PAC dan
pengurus ranting.
Sementara itu, tim verifikasi yang terdiri dari lima
anggota rencananya akan mulai bekerja Senin (17/7) pekan
depan. Lima anggota itu terdiri dari dua orang anggota
dari DPD PDI-P Bali yakni Usdek Maharipa dan Made Wirya
serta anggota dari DPC PDI-P Buleleng yalni Agus
Yudiarsana, Ketut Riawan, dan Putu Mangku Budiasa.
(kmb15)