Perlu
Pembenahan,
Lomba
Menyalin Aksara
Penilaian
lomba
menyalin dari
aksara Latin
ke
aksara Bali dalam
Porsenijar Bali yang
diselenggarakan
pada 14
Juni 2006 di
Taman
Budaya Denpasar
perlu
berbagai pembenahan
untuk
pelaksanaan lomba
berikutnya,
setidaknya
dalam PKB.
Kegiatan
ini
dimasukkan dalam
salah
satu lomba
dalam
bidang seni,
justru
seninya dikesampingkan.
Hal ini
tampak
dari pelaksanaan
lomba
maupun hasil
lomba.
Para peserta
tidak
diperkenankan menggunakan
alas lain
kecuali
meja yang tidak rata.
Bentuk
pensil
tidak boleh
diubah.
Untuk
kriteria yang
satu
ini banyak
peserta yang
tidak
mengetahui karena
juri
tidak membacakan
kriteria
sebelum
lomba dimulai.
Akibatnya
mereka
tidak tahu
kalau
nilainya dikurangi.
Teks
yang diberikan
peserta
kurang memenuhi
standar
evaluasi.
Dengan
teks yang
begitu
banyak, perhatian
peserta
hanya mengejar agar
teks
bisa selesai
disalin
tepat waktu.
Jangankan
memeriksa
kesalahannya,
teksnya
saja tidak
tuntas
disalin.
Cara-cara
seperti
itu sangat
melumpuhkan
kreativitas
seni
dan semangat
peserta.
Teks
semestinya
jangan
diukur dari
kemampuan
peserta
menyalin teks yang
sama
saat
latihan dan
saat
diuji, tetapi
mesti
disesuaikan dengan
tingkat
pendidikan peserta,
kurikulum,
tema,
serta tujuan
lomba.
Dalam
lomba
seperti ini
juri yang paling
berperan
dan
berwenang memutuskan
sang juara,
bahkan
keputusannya tidak
boleh
diganggu gugat,
harus
memperhatikan banyak
aspek yang
terkait
dengan itu.
Termasuk
cara
mengawas yang
tiada
hentinya mondar-mandir
di
sela-sela peserta
sangat
mengganggu psikologis
peserta.
Hal
ini
juga diakui
para
peserta.
Jika
kita
mau mengajegkan
kejujuran moral
orang Bali
serta
berpikir ke
arah
pelestarian serta
pengembangan
seni
budaya yang luhur
maka
hal-hal kecil
seperti
ini sangat
perlu
diperhatikan, mengingat
dalam era
globalisasi
ini
peminat
akan sastra
Bali
khususnya
menulis Bali
sangat
langka.
Beranjak
dari
pengalaman tersebut
saya
berharap penilaian
lomba
menyalin dalam PKB
nanti
dilaksanakan oleh
juri yang
profesional,
bijaksana
serta
memiliki objektivitas
tinggi.
Ni Wayan
Sariani,
S.Pd.,
M.Hum.
Sukawati,
Gianyar