kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 26 Juni 2006

 Mimbar Buddha


Menjadi
Petapa

SEBAGAI perumah tangga, setiap umat mempunyai kewajiban untuk menjalankan Pancasila Buddhis; lima latihan kemoralan, dengan sebaik-baiknya. Pada hari-hari tertentu, biasanya pada hari uposatha, sebagian kecil umat Buddha menjalani latihan yang lebih tinggi. Biasanya, mereka menjalankan delapan latihan. Ada pula yang melatih diri dengan tidak makan daging pada hari uposatha atau hari tertentu lainnya.

Menjalankan latihan kemoralan, lima sila atau delapan sila, bukan pekerjaan yang mudah. Walaupun demikian, tidak ada salahnya untuk berlatih menjalankan sila yang lebih tinggi; seperti yang dilakukan oleh samanera (calon bhikkhu) atau bhikkhu. Setiap orang mempunyai kesempatan untuk melatih diri dengan menjadi samana, pertapa, dalam jangka waktu tertentu.

Sangha Theravada Indonesia, sejak beberapa tahun, menyelenggarakan kegiatan Pabbajja Samanera Sementara setiap tahunnya untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas, khususnya umat Buddha yang berniat melatih diri lebih dalam. Pekan ini, kegiatan tersebut berlangsung di Vihara Buddha Sakyamuni (Denpasar) dan Vihara Mendut (Jawa Tengah). Inilah yang tengah berlangsung. Para peserta sudah diharuskan untuk datang. Mereka akan menjadi samanera sejak hari Rabu mendatang dan berlangsung selama dua minggu.

Bulan depan, juga akan berlangsung latihan pabbajja sementara untuk mahasiswa. Disusul dengan kegiatan samenera selama masa vassa, selama tiga bulan, mulai bulan Agustus hingga November. Kedua kegiatan ini dipusatkan di Saung Paramita, Ciapus, Bogor. Menjelang akhir tahun, akan berlangsung kegiatan Pabbajja Samanera yang sifatnya tetap.

Ketika seseorang meninggalkan kehidupan rumah tangga dan menjadi petapa, pada saat itu mereka menjalankan seratus latihan. Walaupun lebih banyak latihan yang harus diikuti dan ditaati daripada sebagai seorang perumah tangga, hampir semua orang bisa melakukan latihan dengan baik. Sebagian besar latihan tersebut berhubungan dengan etika ketika makan, membabarkan dhamma, ketika berada di tempat umum, dan beberapa peraturan kecil lainnya. Latihan lain yang wajib diikuti adalah sepuluh latihan kemoralan, yang tidak jauh berbeda dengan delapan latihan kemoralan ditambah dengan tidak memegang uang.

Ketika seseorang menjadi samana, mereka tidak lagi menggunakan ungkapan, ''Saya akan berusaha untuk ....''. Mereka berjanji dengan ungkapan, ''Saya tidak akan melakukan .....'' Kondisi yang terjadi akan memberikan dukungan secara langsung maupun tidak langsung. Selama dua minggu, selama kegiatan berlangsung, semua peserta diwajibkan untuk mengikuti program pelatihan yang telah disiapkan. Mereka akan mendapat pengetahuan tentang kehidupan para petapa, peraturan yang harus dijalankan, dan pengetahuan Dhamma lainnya. Setidak-tidaknya, setelah latihan berakhir, para peserta memiliki wawasan pengetahuan tentang agama Buddha pada umumnya dan kehidupan samana khususnya.

Kondisi yang tercipta dan lingkungan tempat tinggal akan memberikan pengaruh yang sangat kuat sehingga seorang samana dapat menjalani kehidupannya dengan sebaik-baiknya. Kondisi tersebut akan mendukungnya sehingga dapat menjalankan sila dengan sebaik-baiknya. Dengan bimbingan para bhikkhu yang lebih senior, mereka akan disiplin dalam latihan. Mereka melakukan perbuatan baik yang lebih baik dan semakin besar dalam kehidupan sekarang.

Jika tidak bisa mengikuti latihan pada tahun ini, coba persiapkan diri untuk mengikuti latihan yang sama di tahun-tahun mendatang. Latihan yang diikuti, walaupun bersifat sementara, tetap akan memberikan akibat di masa mendatang. Dengan mengikuti latihan ini, mudah-mudahan kita selalu bertemu dengan kebenaran, bertemu Dhamma, berada di Jalan Dhamma.

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)