Menjadi
Petapa
SEBAGAI
perumah
tangga, setiap
umat
mempunyai kewajiban
untuk
menjalankan Pancasila
Buddhis;
lima
latihan
kemoralan, dengan
sebaik-baiknya.
Pada
hari-hari tertentu,
biasanya
pada
hari uposatha,
sebagian
kecil
umat Buddha menjalani
latihan yang
lebih
tinggi. Biasanya,
mereka
menjalankan delapan
latihan.
Ada
pula yang melatih
diri
dengan tidak
makan
daging pada
hari
uposatha atau
hari
tertentu lainnya.
Menjalankan
latihan
kemoralan, lima sila
atau
delapan sila,
bukan
pekerjaan yang mudah.
Walaupun
demikian,
tidak
ada salahnya
untuk
berlatih menjalankan
sila yang
lebih
tinggi; seperti yang
dilakukan
oleh
samanera (calon
bhikkhu)
atau
bhikkhu. Setiap
orang
mempunyai kesempatan
untuk
melatih diri
dengan
menjadi samana,
pertapa,
dalam
jangka waktu
tertentu.
Sangha
Theravada Indonesia, sejak
beberapa
tahun,
menyelenggarakan kegiatan
Pabbajja
Samanera
Sementara
setiap
tahunnya untuk
memberikan
kesempatan
kepada
masyarakat luas,
khususnya
umat Buddha yang
berniat
melatih diri
lebih
dalam. Pekan
ini,
kegiatan tersebut
berlangsung
di
Vihara Buddha Sakyamuni
(Denpasar)
dan
Vihara Mendut (Jawa
Tengah).
Inilah yang
tengah
berlangsung. Para peserta
sudah
diharuskan untuk
datang.
Mereka akan
menjadi
samanera sejak
hari
Rabu mendatang
dan
berlangsung selama
dua
minggu.
Bulan
depan,
juga akan
berlangsung
latihan
pabbajja sementara
untuk
mahasiswa. Disusul
dengan
kegiatan samenera
selama
masa vassa,
selama
tiga bulan,
mulai
bulan Agustus
hingga November.
Kedua
kegiatan ini
dipusatkan
di
Saung Paramita,
Ciapus,
Bogor.
Menjelang
akhir
tahun, akan
berlangsung
kegiatan
Pabbajja
Samanera yang
sifatnya
tetap.
Ketika
seseorang
meninggalkan
kehidupan
rumah
tangga dan
menjadi
petapa, pada
saat
itu mereka
menjalankan
seratus
latihan. Walaupun
lebih
banyak latihan yang
harus
diikuti dan
ditaati
daripada sebagai
seorang
perumah tangga,
hampir
semua orang
bisa
melakukan latihan
dengan
baik. Sebagian
besar
latihan tersebut
berhubungan
dengan
etika ketika
makan,
membabarkan dhamma,
ketika
berada di
tempat
umum, dan
beberapa
peraturan
kecil
lainnya. Latihan lain
yang wajib
diikuti
adalah sepuluh
latihan
kemoralan, yang tidak
jauh
berbeda dengan
delapan
latihan kemoralan
ditambah
dengan
tidak memegang
uang.
Ketika
seseorang
menjadi
samana, mereka
tidak
lagi menggunakan
ungkapan, ''Saya
akan
berusaha untuk
....''. Mereka
berjanji
dengan
ungkapan, ''Saya
tidak
akan melakukan
.....'' Kondisi yang
terjadi
akan memberikan
dukungan
secara
langsung maupun
tidak
langsung. Selama
dua
minggu, selama
kegiatan
berlangsung,
semua
peserta diwajibkan
untuk
mengikuti program pelatihan
yang telah
disiapkan.
Mereka
akan mendapat
pengetahuan
tentang
kehidupan para
petapa,
peraturan yang harus
dijalankan,
dan
pengetahuan Dhamma
lainnya.
Setidak-tidaknya,
setelah
latihan berakhir,
para
peserta memiliki
wawasan
pengetahuan tentang
agama Buddha pada
umumnya
dan kehidupan
samana
khususnya.
Kondisi
yang tercipta
dan
lingkungan tempat
tinggal
akan memberikan
pengaruh yang
sangat
kuat sehingga
seorang
samana dapat
menjalani
kehidupannya
dengan
sebaik-baiknya. Kondisi
tersebut
akan
mendukungnya sehingga
dapat
menjalankan sila
dengan
sebaik-baiknya. Dengan
bimbingan
para
bhikkhu yang lebih
senior, mereka
akan
disiplin dalam
latihan.
Mereka
melakukan perbuatan
baik yang
lebih
baik dan
semakin
besar dalam
kehidupan
sekarang.
Jika
tidak
bisa mengikuti
latihan
pada tahun
ini,
coba persiapkan
diri
untuk mengikuti
latihan yang
sama di
tahun-tahun
mendatang.
Latihan yang
diikuti,
walaupun
bersifat
sementara,
tetap
akan memberikan
akibat
di masa
mendatang.
Dengan
mengikuti latihan
ini,
mudah-mudahan kita
selalu
bertemu dengan
kebenaran,
bertemu
Dhamma, berada
di
Jalan Dhamma.