kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 26 Juni 2006

 Nusantara


Lumpur Panas Jadi Objek Wisata
 

Surabaya (Bali Post) -
Tingginya
genangan lumpur panas di ruas jalan tol Surabaya -Gempol km 38 menarik masyarakat sekitarnya, Minggu (25/6) kemarin. Bahkan, jumlah pengunjung yang ingin melihat dari dekat lumpur panas akibat eksplorasi Lapindo Brantas Inc. di Banjar Panji 1 Desa Siring Sidoarjo makin meningkat.

Masyarakat tidak hanya berdatangan dari Sidoarjo, tetapi dari seluruh wilayah yang ada di Jatim, Jateng, Jabar dan Bali. Umumnya mereka penasaran dan ingin melihat langsung peristiwa banjir lumpur panas yang sangat langka itu. Yang juga menarik masyarakat, sejak Sabtu (24/6) lalu pada setiap tepi tanggul untuk meredam laju lumpur, mulai dipasangi rambu (seperti rambu lalu lintas).

Rambu itu dimaksudkan agar para pengunjung maupun warga sekitar yang ingin melihat banjir lumpur berhati-hati dan tidak menaiki tanggul di kawasan lumpur di Desa Siring, Kecamatan Porong. Terlihat lebih dari 15 rambu yang dibuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Di antaranya bertuliskan ''Hati-hati Lumpur Dalam, Hati-hati Lumpur Panas, dan Hati-Hati! Lumpur Panas Dalam''.

''Rambu ini untuk peringatan meski tertulis agak lucu bila dibaca,'' kata Syamsul, seorang warga Kedung Bendo Tanggulangin, yang setiap hari ke lokasi bencana. Syamsul terpaksa setiap hari melihat sawahnya yang terendam lumpur Lapindo setinggi 1,5 meter itu.

 

Dilarang

Genangan lumpur panas di ruas jalan tol Surabaya-Gempol km 38 semakin tinggi. Semula lumpur yang masuk ke jalan tol hanya setinggi 20 sentimeter dan masih bisa dilewati mobil pribadi, truk, bus. Tetapi kini genangan lumpur panas di ruas jalan tersebut makin tinggi sekitar 60 sentimeter.

Hal itu disebabkan adanya tiga titik kebocoran dari arah utara dan selatan. Akibatnya, genangan lumpur panas di ruas jalan tol Surabaya-Gempol km 38 semakin tinggi dan kendaraan kecil tidak diperbolehkan lagi melintas tol. Sementara truk dan bus masih diperbolehkan lewat.

Bahkan, kendaraan kecil yang nekat tidak mematuhi imbauan polisi dan PT Jasa Marga harus berputar kembali setelah sopir mengetahui genangan lumpur cukup tinggi dan tidak memungkinkan bagi kendaraan kecil melintas di ruas jalan itu. Akibatnya, kemacetan di jalur Porong-Gempol (non-jalan tol) lewat Pasar Porong menuju Malang (pp) cukup panjang.

Saking tingginya genangan lumpur panas, terdengar empat kali ban truk meletus hingga menambah kemacetan. Sementara jalan tol Gempol-Surabaya sudah sejak beberapa hari lalu ditutup karena memang digenangi lumpur cukup tinggi. ''Tingginya lumpur panas yang menggenangi ruas jalan tol karena ada semburan lumpur di tiga titik,'' kata Kepala Cabang PT Jasa Marga Surabaya-Gempol Bachriansyah, Minggu (25/6) kemarin.

Ia membenarkan ada empat ban truk yang meletus akibat melintasi genangan lumpur di ruas jalan tol. (059)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)