kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 26 Juni 2006

 Mancanegara


Ramos Horta Mundur
 

Dili -
Partai
Fretilin yang saat ini berkuasa di Timor Leste menolak untuk memecat Perdana Menteri Mari Alkatiri, Minggu (25/6) kemarin. Langkah ini sekaligus tidak menghiraukan tuntutan dari Presiden Zanana Gusmao dan ribuan demonstran.

Perkembangan politik di negara kecil ini tidak sampai di sana saja, penolakan itu berbuntut panjang. Dua menteri negara, termasuk di antaranya peraih Nobel Perdamaian Jose Ramos Horta kemudian mengundurkan diri.

Pengunduran diri dua menteri ini nampaknya akan menambah masalah negara dan semakin memperdalam krisis dengan sistem pemerintahan negara yang sudah sangat kacau. Ramos Horta yang kini menjabat Menteri Luar Negeri dan peraih Nobel Perdamaian 1996 mengatakan ia mengundurkan diri "hingga sebuah pemerintahan baru terbentuk."

Partai Fretilin yang melakukan pertemuan darurat Minggu kemarin menyatakan Alkatiri menerima permohonan mutlak dari komite untuk tidak mundur, dan mengabaikan protes-protes dari masyarakat luas.

Melihat hal tersebut Menteri Transportasi Ovideo Amaral kemudian mengikuti jejak Horta untuk mundur dari jabatannya.

"Anggota Fretilin harus berpikir secara realistis," kata Amaral kepada wartawan. "Ada banyak tekanan dari masyarakat. Mereka tidak menginginkan Alkatiri untuk tetap di kursi PM, jadi mengapa pihak Fretilin mendukungnya?" 

Namun, pemimpin partai Fretilin Francisco Guteres dalam sebuah pernyataannya yang dibacakan di lokasi markas besar partai mengatakan, pejabat partai sepakat bahwa baik Alkatiri maupun Gusmao harus tetap pada posisi mereka masing-masing. "Jadi mereka tidak dapat terlepas dari tanggung jawab konstitusi untuk mencari sebuah pemecahan dalam krisis rumit yang sekarang sedang terjadi," katanya, di mana ketika itu terlihat Alkatiri duduk tanpa memberikan satu komentar pun kepada media.

Guteres mengatakan partainya sudah mengajukan sebuah proposal di mana di dalamnya tercantum ajakan dialog yang melibatkan Presiden, Gereja Katolik, partai-partai politik dan organisasi non-pemerintah untuk dengan segera dapat mencari pemecahan konflik.

Sesaat sebelum petang, sebanyak 5.000 demonstran anti-Alkatiri menggelar aksi mereka di luar gedung pemerintahan. Semangat para demonstran membara, namun terlihat kebanyakan dari mereka belum mengetahui keputusan Fretilin untuk mempertahankan Alkatiri.

Di sana terlihat satu grup pemuda yang mengenakan kaos hitam-hitam mengitari sebuah peti kayu. Pada peti kayu tersebut terlihat foto Alkatiri dan sebuah poster bertuliskan "Lelaki Vampir". (ton/ap/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)