kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 26 Juni 2006

 Lingkungan


Potensi
Indonesia dalam Komoditi Kelapa Sawit

INDONESIA masih punya potensi besar untuk mengembangkan kelapa sawit, baik dari segi luas areal pertaniannya maupun intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas. Saat ini di lapangan, kelapa sawit merupakan primadona perkebunan di Indonesia. Tanaman ini sebenarnya bukan asli Indonesia. Tanaman ini didatangkan dari Afrika dan pertama kalinya diperkenalkan di Indonesia sebagai tanaman hias. Walaupun pengembangannya berjalan lambat pada awalnya. Kini terjadi perluasan perkebunan kelapa sawit yang sangat besar. Dari semula hanya 1.605 hektar pada 1917 kini menjadi lebih dari 5,5 juta hektar. Bahkan saat ini kelapa sawit merupakan pemasuk devisa nonmigas penting di Indonesia. 

Meski dari segi luas lahan, Indonesia menempati peringkat pertama di dunia, dilihat dari segi produktivitasnya Indonesia kalah dibandingkan Malaysia. Produktivitas kelapa sawit di Indonesia masih jauh lebih rendah dibanding Malaysia. Penyebabnya adalah pemakaian bibit tidak unggul maupun bibit palsu yang menyebabkan menurunnya produksi hingga 50 persen. Namun seiring semakin majunya pengetahuan mengenai kelapa sawit, produktivitas kelapa sawit kini mengalami revolusi. Sekarang ini luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 5,7 juta hektar dari luas potensial sebanyak 31,77 juta hektar. Pulau-pulau yang masih potensial mengembangkan perkebunan kelapa sawit terutama di Kalimantan dan Papua. 

Perubahan besar-besaran atas produktivitas kelapa sawit ini terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Sebelum 1960, produktivitas kelapa sawit hanya mencapai 4,3 ton per hektar per tahun. Saat ini dengan adanya pemuliaan

yang semakin berkembang dengan adanya dukungan kultur jaringan, maupun biomolekular telah mampu menciptakan varietas kelapa sawit yang mampu berproduksi jauh lebih tinggi. Di bidang bibit pun, saat ini sudah ada produsen benih kelapa sawit di Indonesia yang menghasilkan bibit unggul. Jumlah produsen benih ini hingga sekarang hanya ada tiga yaitu PPKS, PT Socfindo, dan PT Londsum. Sejauh ini PPKS merupakan produsen terbesa dan tertua

Di samping penggunaan varietas unggul, pemupukan dan perawatan tanaman merupakan faktor yang penting menentukan keberhasilan budi daya kelapa sawit. Kemajuan-kemajuan dalam pemupukan mencakup teknologi mengurangi jumlah pupuk yang harus diberikan tanpa mengurangi produksi. Di samping itu juga perlunya perbaikan kesuburan tanah menggunakan asam humat dan pemupukan menggunakan limbah dari pabrik minyak sawit, sehingga limbah yang dihasilkan bisa berguna untuk kepentingan lingkungan dan perbaikan tanah. Untuk perawatan tanaman sudah terdapat pula berbagai produk yang tidak mengandung zat-zat kimia yang bisa merusak lingkungan dan lapisan ozon. (iah) 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)