2006, Produksi Motor
Bakal
Turun
Empat Persen
Jakarta (Bali Post)-
Di
tahun 2006,
kinerja
di sektor
industri
manufaktur
mengalami
penurunan.
Tidak
terkecuali,
sektor
otomotif, sepeda
motor. Departemen
Perindustrian (Deperin)
memperkirakan,
produksi
sepeda motor
nasional
tahun
ini bakal
turun
empat persen.
Dirjen
Industri
Alat
Transportasi dan
Telematika (IATT)
Deperin
Budi Darmadi
kepada
pers di Jakarta,
Minggu (25/6)
kemarin,
memperkirakan,
produksi
sepeda motor
hanya
mencapai 4,8 juta
unit, menurun
empat
persen dibanding
tahun
sebelumnya yang mencapai
5 juta unit.
Kenaikan
harga
bahan bakar
minyak (BBM) yang
mendorong
penurunan
daya
beli masyarakat
menjadi
pemicunya.
''Kalau
tidak terjadi
kenaikan
harga BBM
tahun
lalu, tahun 2006
ini minimal
bisa
menyamai produksi
tahun 2005 yang
mencapai
diatas lima
juta unit,''
katanya.
Budi
mengakui
kenaikan
harga BBM
telah
menyebabkan daya
beli
masyarakat menurun
dibandingkan
tahun
lalu, sehingga
pasar
sepeda motor di
Indonesia mengalami
penurunan yang
cukup
signifikan.
Padahal,
sejak
tahun lalu
sejumlah
industri
sepeda motor
telah
melakukan perluasan
pabrik,
sehingga menurut
Budi,
kapasitas produksi
sepeda motor
nasional
mencapai 6,5
juta unit
tahun
ini. ''Namun
kondisi
pasar yang lesu
tahun
ini tidak
akan
berlangsung lama,
begitu
situasi ekonomi
membaik,
pasar
sepeda motor akan
bergairah
lagi,''
tambahnya.
Menperin
Fahmi
Idris pada
suatu
kesempatan, mengatakan
saat
ini Indonesia dengan
kapasitas
produksi
mencapai 6,5
juta unit
merupakan basis
produksi
sepeda motor
ketiga
terbesar di
dunia,
setelah Cina
dan India.
Tahun 2005,
kata
dia, penjualan
sepeda motor
menjadi 5,5
juta unit
atau
naik sekitar 21
persen
dibandingkan tahun
2004 yang mencapai 4,2
juta unit.
Namun,
sayangnya,
kondisi
ekonomi yang tidak
kondusif,
seperti yang
dikemukakan
Ketua
Asosiasi Industri
Sepeda motor Indonesia (AISI)
Ridwan
Gunawan, pasar
sepeda motor
tahun
ini akan
menurun
sekitar 20 persen
dibandingkan
tahun 2005.
Pada
Januari-Mei 2006,
penjualan
sepeda motor
di Indonesia
hanya
mencapai sekitar 1,4
juta unit.
Sehingga
diperkirakan
oleh
salah satu
pelaku
industri sepeda
motor, Presdir PT
Kanzen Motor Indonesia (KMI)
Rini
Mariani Soemarno,
pasar
sepeda motor tahun
ini
akan mencapai
sekitar 4,5
juta unit.
(kmb1)