kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 26 Juni 2006

 Bali


PDI-P Buleleng Buka Pendaftaran Cabup

Singaraja (Bali Post) -
Gaung
perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) Buleleng tampaknya akan dimulai oleh PDI-P Senin (26/6) pagi ini. Terhitung mulai pagi ini hingga 8 Juli, DPC PDI-P Buleleng membuka pendaftaran bagi siapa pun, kader atau nonkader yang ingin menjadi calon bupati (cabup) dalam pilkada Juni 2007.      

Dengan dibukanya pendaftaran untuk paket calon bupati/wakil bupati di PDI-P ini berarti percaturan politik menjelang pilkada di Buleleng makin terbuka. Sejumlah nama kader atau nonkader yang sebelumnya hanya disebut-sebut dari mulut ke mulut, kini makin terbuka.

''Berani mendaftar berarti berani muncul di hadapan publik dan selanjutnya berani bertarung sesuai mekanisme,'' kata seorang kader PDI-P di Sekreatriat PDI-P Buleleng, Jalan Gajah Mada Singaraja, Minggu (25/6) kemarin.

Informasi yang dikumpulkan menyebutkan sejumlah nama yang hampir dipastikan akan mendaftar menjadi bakal calon Bupati Buleleng melalui PDI-P. Nama-nama itu sebelumnya sudah melakukan berbagai bentuk perkenalan di sejumlah ranting dan PAC PDI-P di Buleleng, seperti nama Rai Yusha, Westra, dan Arthadana. Bahkan, Putu Bagiada yang kini masih menjabat Bupati Buleleng disebut-sebut akan mendaftar menjadi calon Bupati periode 2007-2012 melalui kendaraan PDI-P.      

Ketua Tim Verifikasi Kandidat Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dari PDI-P Buleleng, Gede Indria, S.H., mengatakan hingga Minggu kemarin sudah empat orang bakal calon bupati/wakil bupati mengambil formulir di Sekretariat PDI-P. Keempat kandidat itu masing-masing Drs. Putu Bagiada, Drs. Made Arga Pynatih, I Made Westra, S.H., dan Dewa ''Jack'' Mahayadnya. Menurut Indria, kesempatan untuk mengambil formulir masih terbuka dan dari panitia sudah siap membuka pendaftaran sejak Senin pagi ini.

Informasi lain menyebutkan pasangan paket Putu Bagiada dan Made Arga Pynatih bahkan rencananya akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon kandidat bupati/wakil bupati, Senin ini. Salah seorang anggota tim sukses paket Bagiada/Arga mengatakan paket ini mendapat dukungan dari pengurus-pengurus ranting PDI-P. (kmb15)

 

 

Bupati yang Bawa Perubahan

 

BAKAL cabup/cawabup Buleleng periode 2007-2012 haruslah figur yang bisa membawa perubahan ke arah lebih baik, bersih, tidak terindikasi KKN dan money politics. Selain itu pengurus DPC PDI-P diharapkan menampilkan figur atau kader terbaiknya untuk menjadi bupati/wabup.

Demikian tertuang dalam surat penyampaian aspirasi dan pernyataan sikap pengurus ranting PDI-P Buleleng yang diserahkan kepada DPC PDI-P Buleleng. Tiga surat itu masing-masing ditandatangani Ketua Ranting PDI-P Kelurahan Banyuasri Made Ambarawan, Ketua Ranting Kaliuntu Ronny Bernard Ekak dan Ketua Ranting Banjar Tegal Nyoman Wibanu serta Sekretarisnya Putu Sukayadnya. Lantas, siapa figur yang dinilai tepat sesuai aspirasi tersebut? ''Kami belum menentukan. Itu rahasia dan baru akan kami buka saat rakercabsus nanti,'' tegas Sukayadnya yang didampingi Ambarawan dan Ronny yang datang ke kantor Bali Post Biro Buleleng, Minggu (25/6) kemarin.

Sukayadnya menambahkan pihaknya akan benar-benar selektif memilih bakal cabup. Pengurus ranting sepakat untuk tidak akan pernah memilih dan mendukung figur yang pernah berkompetisi dan mengalahkan cabup dari PDI-P pada Pilkada 2002 lalu. Pihaknya tidak akan pernah memilih dan mendukung figur yang pernah mencalonkan diri atau dicalonkan untuk merebut jabatan ketua partai politik lain di Buleleng. Terlebih figur itu terindikasi memiliki beberapa kartu tanda anggota partai politik. ''Tetapi dalam menyongsong pilkada nanti, kami akan tetap menjaga persatuan dan kesatuan partai sehingga wibawa dan eksistensi PDI-P khususnya di Buleleng tetap terjaga,'' imbuhnya.

Senada dengan pengurus ranting itu, kader PDI-P yang sempat menjadi Ketua DPRD Buleleng 1999-2004 Nyoman Sudharmaja Duniaji mengatakan kader PDI-P harus menunjukkan kualitas untuk menduduki posisi cabup sejak awal. Dia menyayangkan masuknya calon nonkader yang tidak pernah berkeringat di  partai, malah dapat posisi lebih baik dibandingkan kader PDI-P. ''Waspadai calon yang masuk ke PDI-P dengan menghalalkan segala cara, termasuk mengiming-imingi uang,'' cetusnya. (ari)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)