PDI-P Buleleng
Buka
Pendaftaran Cabup
Singaraja
(Bali Post) -
Gaung
perhelatan
pemilihan
kepala
daerah (pilkada)
Buleleng
tampaknya
akan
dimulai oleh PDI-P
Senin (26/6)
pagi
ini. Terhitung
mulai
pagi ini
hingga 8
Juli, DPC PDI-P
Buleleng
membuka
pendaftaran bagi
siapa pun,
kader
atau nonkader yang
ingin
menjadi calon
bupati (cabup)
dalam
pilkada Juni 2007.
Dengan
dibukanya
pendaftaran
untuk
paket calon
bupati/wakil
bupati
di PDI-P ini
berarti
percaturan politik
menjelang
pilkada
di Buleleng
makin
terbuka. Sejumlah
nama
kader atau
nonkader yang
sebelumnya
hanya
disebut-sebut dari
mulut
ke mulut,
kini
makin terbuka.
''Berani
mendaftar
berarti
berani muncul
di
hadapan publik
dan
selanjutnya berani
bertarung
sesuai
mekanisme,'' kata
seorang
kader PDI-P di
Sekreatriat PDI-P
Buleleng,
Jalan
Gajah Mada
Singaraja,
Minggu (25/6)
kemarin.
Informasi
yang dikumpulkan
menyebutkan
sejumlah
nama yang
hampir
dipastikan akan
mendaftar
menjadi
bakal calon
Bupati
Buleleng melalui PDI-P.
Nama-nama
itu
sebelumnya sudah
melakukan
berbagai
bentuk
perkenalan di
sejumlah ranting
dan PAC PDI-P
di
Buleleng, seperti
nama
Rai Yusha,
Westra,
dan Arthadana.
Bahkan,
Putu Bagiada yang
kini
masih menjabat
Bupati
Buleleng disebut-sebut
akan
mendaftar menjadi
calon
Bupati periode
2007-2012 melalui
kendaraan PDI-P.
Ketua
Tim Verifikasi
Kandidat
Bupati
dan Wakil
Bupati
Buleleng dari PDI-P
Buleleng,
Gede
Indria, S.H., mengatakan
hingga
Minggu kemarin
sudah
empat orang
bakal
calon bupati/wakil
bupati
mengambil formulir
di
Sekretariat PDI-P. Keempat
kandidat
itu
masing-masing Drs. Putu
Bagiada, Drs. Made
Arga
Pynatih, I Made Westra,
S.H., dan
Dewa ''Jack''
Mahayadnya.
Menurut
Indria, kesempatan
untuk
mengambil formulir
masih
terbuka dan
dari
panitia sudah
siap
membuka pendaftaran
sejak
Senin pagi
ini.
Informasi
lain menyebutkan
pasangan
paket
Putu Bagiada
dan Made
Arga
Pynatih bahkan
rencananya
akan
mendaftarkan diri
sebagai
bakal calon
kandidat
bupati/wakil
bupati,
Senin ini.
Salah
seorang anggota
tim
sukses paket
Bagiada/Arga
mengatakan
paket
ini mendapat
dukungan
dari
pengurus-pengurus ranting PDI-P.
(kmb15)
Bupati
yang Bawa
Perubahan
BAKAL
cabup/cawabup
Buleleng
periode 2007-2012
haruslah
figur yang
bisa
membawa perubahan
ke arah
lebih
baik, bersih,
tidak
terindikasi KKN dan
money politics. Selain
itu
pengurus DPC PDI-P
diharapkan menampilkan
figur
atau kader
terbaiknya
untuk
menjadi bupati/wabup.
Demikian
tertuang
dalam
surat penyampaian
aspirasi
dan
pernyataan sikap
pengurus ranting PDI-P
Buleleng yang
diserahkan
kepada DPC PDI-P
Buleleng.
Tiga
surat itu
masing-masing
ditandatangani
Ketua Ranting PDI-P
Kelurahan
Banyuasri Made
Ambarawan,
Ketua Ranting
Kaliuntu Ronny Bernard
Ekak
dan Ketua Ranting
Banjar
Tegal Nyoman
Wibanu
serta Sekretarisnya
Putu
Sukayadnya. Lantas,
siapa
figur yang dinilai
tepat
sesuai aspirasi
tersebut? ''Kami
belum
menentukan. Itu
rahasia
dan baru
akan
kami buka
saat
rakercabsus nanti,''
tegas
Sukayadnya yang didampingi
Ambarawan
dan Ronny yang
datang
ke kantor Bali Post
Biro Buleleng,
Minggu (25/6)
kemarin.
Sukayadnya
menambahkan
pihaknya
akan
benar-benar selektif
memilih
bakal cabup.
Pengurus ranting
sepakat
untuk tidak
akan
pernah memilih
dan
mendukung figur yang
pernah
berkompetisi dan
mengalahkan
cabup
dari PDI-P pada
Pilkada 2002
lalu.
Pihaknya tidak
akan
pernah memilih
dan
mendukung figur yang
pernah
mencalonkan diri
atau
dicalonkan untuk
merebut
jabatan ketua
partai
politik lain di
Buleleng.
Terlebih
figur
itu terindikasi
memiliki
beberapa
kartu
tanda anggota
partai
politik. ''Tetapi
dalam
menyongsong pilkada
nanti,
kami akan
tetap
menjaga persatuan
dan
kesatuan partai
sehingga
wibawa
dan eksistensi PDI-P
khususnya
di
Buleleng tetap
terjaga,''
imbuhnya.
Senada
dengan
pengurus ranting itu,
kader PDI-P yang
sempat
menjadi Ketua DPRD
Buleleng 1999-2004
Nyoman
Sudharmaja Duniaji
mengatakan
kader PDI-P
harus
menunjukkan kualitas
untuk
menduduki posisi
cabup
sejak awal.
Dia
menyayangkan masuknya
calon
nonkader yang tidak
pernah
berkeringat di
partai,
malah dapat
posisi
lebih baik
dibandingkan
kader PDI-P. ''Waspadai
calon yang
masuk
ke PDI-P dengan
menghalalkan
segala
cara, termasuk
mengiming-imingi
uang,''
cetusnya. (ari)