Pendidikan-Latihan
Berkelanjutan
Keperawatan
Membaca
surat
pembaca
Sdr. I
Ketut
Widana yang berjudul
''Masukan
untuk
Persatuan Rumah
Sakit'' (Bali Post, 23/5)
kami
Pengurus Persatuan
Rumah
Sakit Seluruh
Indonesia Daerah Bali
menyampaikan
terima
kasih atas
informasi
dan
masukannya atas
pelayanan
keperawatan
di
rumah sakit.
1. Sejalan
dengan
masukan Saudara,
seluruh
rumah sakit
di Bali
memang telah
melakukan
langkah-langkah
perbaikan
dan
pembaruan manajemen
rumah
sakit pada
umumnya,
manajemen
keperawatan
dan
pelayanan medik
khususnya.
2. Di
bidang keperawatan
Depkes
telah mengambil
kebijakan
pendidikan
dasar
tenaga keperawatan
paling rendah D-3
keperawatan
dengan
meng-up-grade tenaga
perawat
lulusan SPK dengan
memberikan
kesempatan
sekolah
menjadi D-3 keperawatan.
Diharapkan
tahun 2010
tenaga
perawat yang bekerja
di
institusi kesehatan
sudah
menyandang minimal D-3
keperawatan.
3. Di
samping pendidikan
formal, setiap
rumah
sakit melakukan
upaya-upaya
untuk
meningkatkan mutu
keperawatan,
baik
melalui pelatihan-pelatihan
maupun
evaluasi-evaluasi asuhan
keperawatan,
di mana
semua
rumah sakit
ingin
mewujudkan keamanan
dan
kenyamanan bagi
pasien.
Tetapi kami
menyadari
apa
pun usaha yang
dicanangkan
tidak
selamanya berjalan
mulus
akibat berbagai
faktor
penghambat, mungkin
karena
kualitas sumber
daya
manusianya yang lambat
untuk
menerima perubahan
maupun
karena kemampuan
rumah
sakitnya untuk
melakukan
perubahan
dengan
cepat atau
karena
kecepatan kemajuan
teknologi
dan
tuntutan kemajuan
pasien
melampaui kemampuan
rumah
sakit.
4. Meningkatnya
teknologi
bidang
kedokteran mendorong
meningkatnya
pembiayaan
penyelenggaraan
kesehatan
terutama
peningkatan
pembiayaan
oprasional
rumah
sakit yang berdampak
langsung
pada
pembiayaan pasien.
Perubahan
mutu
pelayanan yang sudah
dilakukan
oleh
rumah sakit
dirasakan
tidak
sejalan dengan
perubahan
nilai yang
dibayar
oleh pasien.
5. Oleh
karena itu
seluruh
jajaran rumah
sakit, PERSI, IRSAB, ARSADA,
Dinas
Kesehatan serta
organisasi
profesi
di bidang
kesehatan,
secara
bersama-sama maupun
sendiri-sendiri
telah
berupaya terus
meningkatkan
mutu
pelayanan rumah
sakit.
Kritik
dan saran-saran yang
bersifat
membangun
dari
masyarakat seperti
yang dilakukan
oleh
Sdr. I
Ketut
Widana sangat
diharapkan
untuk
berhasilnya rumah
sakit
mewujudkan mutu
pelayanan.
Pengurus
PERSI Daerah Bali
Ketua,
Dr. Made Molin
Yudiasa, MARS