kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 27 Mei 2006

 Pariwisata


Catatan
Pariwisata Sepekan--------------
Kelangkaan
BBM, Kabar Buruk Pariwisata Bali 

Antrean panjang di SPBU atau pengumuman yang menandakan bahwa persediaan premium dan solar habis telah menjadi pemandangan yang lazim di Bali dalam dua minggu terakhir. Masyarakat pun tampaknya sudah menganggapnya sebagai hal biasa, kendati pada awalnya sempat timbul kecemasan sekaligus kekesalan. Bagaimana tidak, harga premium dan solar sudah mendekati harga internasional, kok kedua komoditi BBM itu masih langka juga?

======================================= 

KITA bisa memaklumi apa yang dikemukakan Pertamina tentang alasan keterlambatan. Namun, kondisi serupa sudah belangsung lebih dari dua minggu. Itu perarti memang ada gangguan dari proses distribusi BBM di Tanah Air. Di harian ini, Jumat (26/5) kemarin, peneliti pada Lembaga Kebijakan Ekonomi dan Sosial (LKES) Yogyakarta Muchojin Puji Santoso mengingatkan jangan menyepelekan fenomena tersendatnya distribusi BBM.

Seandainya kelangkaan BBM ini terus terjadi, dikhawatirkan akan menguatkan persepsi bahwa negeri ini kembali mengalami kesulitan likuiditas untuk pengadaan minyak. Kondisi ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi citra Indonesia yang tengah bersusah payah menjaring investor dari luar negeri. Pariwisata Bali bisa terancam. Bagaimana mungkin ketersediaan sumber daya minyak dan gas yang sangat fundamental dalam industrialisasi menjadi tidak menentu di Indonesia.

Bagi kita di Bali, kelangkaan BBM juga menjadi kabar buruk tersendiri. Antrean panjang di SPBU dan tulisan ''bensin habis'' yang terjadi hampir tiap hari menjadi kesan tersendiri, yang bila dibiarkan akan merusak citra Bali sebagai suatu destinasi pariwisata. Syukurlah, sejauh ini memang belum ada keluhan dari organisasi angkutan wisata, seperti Pawiba tentang fenomena kelangkaan BBM. Juga belum terdengar cerita, ada kendaraan wisata yang urung beroperasi karena tangkinya kehabisan bensin.

Namun, bukan tidak mungkin hal itu benar menjadi kenyataan kalau kondisi seperti belakangan ini terus terjadi. Dalam skup yang lebih kecil, sudah ada kegelisahan di kalangan pengelola SPBU. Manajer Operasional SPBU Tjok Tresna, Renon Gde Dharma Susila mengatakan, seringnya terjadi keterlambatan BBM menyebabkan terjadinya pengurangan penjualan. Keluhan senada dikemukakan Gede Widiarsana, pengawas SPBU Hayam Wuruk, Tanjung Bungkak. Namun, mereka tak bisa menyalahkan siapa-siapa.

"Kami tak bisa apa-apa. Sebagai rekanan Pertamina ya... kami nurut saja. Kalau minyak ada kami jual. Kalau tidak ada ya mau bagaimana," ujar Dharma Susila. Dia mengaku saat ini SPBU tak bisa lagi mengambil BBM di depo sebanyak sebelumnya. Kini, tiap hari SPBU hanya dijatah 16 ton per hari. Pengambilannya tak lagi di Depo Pesanggrahan, tetapi langsung ke Manggis. Karena harus melayani kebutuhan seluruh Bali, antrean panjang juga terjadi di Manggis. Yang bisa dilakukan konsumen hanya bersabar dan bersabar.

Hasil penelurusan Bali Post, kondisi kelangkaan BBM ini belum sampai menelan korban. Bukan korban nyawa tetapi korban ekonomi. Sejumlah karyawan SPBU yang dihubungi terpisah mengaku kelangkaan BBM tak sampai mengganggu kerja mereka. SPBU Tjok Tresna yang mempekerjakan 23 karyawan dan SPBU Hayam Wuruk dengan karyawan 18 orang, misalnya, aktivitas mereka berlangsung normal, kendati lebih banyak waktu untuk istirahat. Baik Gede Widiarsana maupun Dharma Susila sama-sama berharap kondisi seperti ini bisa segera berlalu.

Beban ekonomi masyarakat jangan sampai diperparah lagi oleh ketidakbecusan sistem pendistribusian minyak. Pertamina, mempunyai kewajiban moral, sosial dan ekonomis untuk segera menetralisir kondisi yang ada. BBM, sebagaimana sembilan bahan pokok (sembako) merupakan kebutuhan yang tak bisa ditunda-tunda. Komoditi strategis ini mestinya dikelola juga dengan ekstra hati-hati dan penuh kecermatan. Membiarkan kelangkaan secara terus-menerus, di tengah kemelaratan sebagian masyarakat memendam potensi yang negatif. Ujung-ujungnya pariwisata yang jadi korban.

* gregorius

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)