Lagi
Premium Langka
di
Mataram
* Pasokan
Dipangkas 50
Persen
Mataram
(Suara NTB) -
Sejak
dua
hari terakhir
pasokan
bahan bakar
minyak (BBM)
khususnya premium
dari
Pertamina Depot Ampenan
ke SPBU
di wilayah
Pulau
Lombok dipangkas
hingga 50
persen.
Akibatnya, sejumlah
SPBU terpaksa
tutup
lebih awal
karena
stok habis.
Sementara
beberapa SPBU
lainnya yang
masih
memiliki sisa
stok
diserbu konsumen,
hingga
menimbulkan antrean
panjang.
Persitiwa
langkanya premium
di
Mataram dan
sekitarnya
dalam
beberapa bulan
terakhir
kerap
terjadi. Pekan
ini
saja, terbatasnya
pasokan premium
sudah
berlangsung sejak
Kamis (25/5)
lalu.
Akibatnya, sejak
Kamis sore
sebagian
besar SPBU
tutup
lebih awal.
Terbatasnya
pasokan
berlanjut hingga
Jumat (26/5)
kemarin yang
mengakibatkan
sebagian
besar SPBU
tutup
sekitar 13.00 wita.
Menurut
salah
seorang petugas
di SPBU
Mayura, Cakranegara,
pasokan premium
sejak
dua hari
terakhir
dari
Pertamina Ampenan
dipangkas
hingga 50
persen. ''Pada
hari
biasanya, kami
memperoleh
pasokan
antara 10-15 kiloliter (KL) per
hari.
Namun hari
ini (kemarin--red)
hanya 5 KL,''
sebutnya.
Jatah
premium yang diterima SPBU
Karang
Jangkong, Cakranegara
juga
hanya 50 persen . ''Kami
setiap
hari biasanya
menerima
jatah 20 KL.
Tetapi
dari sejak
kemarin (Kamis--red)
dikurangi
dan
kami hanya
memperoleh
jatah premium
hanya 10 KL,''
kata
seorang petugas
di SPBU
Karang Jangkong.
Terbatasnya
pasokan,
membuat
stok cepat
habis
terjual. SPBU Karang
Jangkong yang
baiasnya
buka
hinga pukul 24.00
wita,
Kami lalu
sekitar
pukul 19.00 sudah
kehabisan
stok.
Demikian juga
halnya
Jumat (26/5) kemarin,
premium sudah
ludes
terjual pukul 19.00
wita.
Sementara
SPBU Mayura,
Cakranegara,
dengan
jatah yang diperoleh
hanya 5 KL,
sekitar
pukul 13.00 wita,
premium sudah
ludes
terjual. Kapan
pasokan
datang lagi,
petugas
tadi tak
mengetahuinya. ''Mungkin
besok--Sabtu
hari
ini-- baru
ada
minyak (premium) lagi,''
katanya,
seraya
menambahkan, berdasarkan
informasi yang
diterimanya,
berkurangnya
pasokan
dari Pertamina
karena
belum ada
tangker
pengangkut BBM dari
Karangasem, Bali
masuk
ke Ampenan.
Kondisi
Nasional
Sementara
di
tempat terpisah,
Wira
Penjualan Depot Pertamina
Ampenan,
Putut
Andriyatno yang dikonfirmasi
Jumat (26/5)
kemarin
membenarkan, pasokan
premium ke SPBU
di
Pulau Lombok
dikurangi. ''Pengurangan
dilakukan
karena
stok di
di Depot
Pertamina
Ampenan
menipis, karena
terlambatnya
pasokan
dari pusat
ke Terminal
Manggis.
Ini
persoalan nasional,''
jelas
Putut.
Berdasarkan
informasi yang
diterima
Putut
bahwa premium yang diimpor
terlambat
tiba di
Indonesia. ''Secara
rinci
apa penyebabnya
saya
kurang tahu.
Namun yang
jelas
minyak yang kita
impor yang
juga
untuk memenuhi
kebutuhan BBM
di NTB
terlambat tiba
di Indonesia,''
katanya.
Karena
stok di
Depot Pertamina
Ampenan
tipis, sehingga
stok yang
dibagi
untuk seluruh SPBU
juga
sedikit. Putut
membantah
seluruh SPBU
pasokannya
dikurangi
hingga 50
persen. ''Tidak
semuanya
kita
pangkas hingga 50
persen. Kita
terapkan
sistem
mercusuar,'' jelasnya.
Sistem
ini maksudnya
bahwa
ada beberapa SPBU
yang jatahnya
lebih
untuk menghindari
kekosongan (habis)
lebih
awal dari SPBU lain.
''Di Kota
Mataram
ada tiga SPBU yang
menjadi
mercusuar. Kemudian
dua SPBU
di
Lombok Barat (Lobar),
masing-masing
satu SPBU
di
Lombok Tengah (Loteng)
dan
Lombok Timur (Lotim)
,'' sebutnya.
Menurut
Putut, pasokan BBM
dari
pusat ke Terminal
Manggis,
Karangasem, Bali
diperkirakan
masuk
Jumat (26/5). Selanjutnya
pasokan BBM
dari Bali
ke
Ampenan diperkirakan
paling lambat
masuk
Sabtu (27/5) hari
ini
sekitar pukul 12.00
wita.
Disebutkan,
Sabtu
ini pasokan BBM yang
masuk
ke Depot Ampenan
untuk premium
sebanyak 3000 KL
dan 2000 KL
untuk solar. ''Stok
itu
mencukupi untuk
delapan
hari. Namuns
ebelum
stok habis (sebelum
delapan
hari), pasokan
dipastikan
sudah
masuk lagi,''
katanya.
(049)
Klik di
Sini