kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 27 Mei 2006

 Nusatenggara


Lagi
Premium Langka di Mataram
* Pasokan Dipangkas 50 Persen
 

Mataram (Suara NTB) -
Sejak
dua hari terakhir pasokan bahan bakar minyak (BBM) khususnya premium dari Pertamina Depot Ampenan ke SPBU di wilayah Pulau Lombok dipangkas hingga 50 persen. Akibatnya, sejumlah SPBU terpaksa tutup lebih awal karena stok habis. Sementara beberapa SPBU lainnya yang masih memiliki sisa stok diserbu konsumen, hingga menimbulkan antrean panjang.

Persitiwa langkanya premium di Mataram dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir kerap terjadi. Pekan ini saja, terbatasnya pasokan premium sudah berlangsung sejak Kamis (25/5) lalu. Akibatnya, sejak Kamis sore sebagian besar SPBU tutup lebih awal. Terbatasnya pasokan berlanjut hingga Jumat (26/5) kemarin yang mengakibatkan sebagian besar SPBU tutup sekitar 13.00 wita.

Menurut salah seorang petugas di SPBU Mayura, Cakranegara, pasokan premium sejak dua hari terakhir dari Pertamina Ampenan dipangkas hingga 50 persen. ''Pada hari biasanya, kami memperoleh pasokan antara 10-15 kiloliter (KL) per hari. Namun hari ini (kemarin--red) hanya 5 KL,'' sebutnya.

Jatah premium yang diterima SPBU Karang Jangkong, Cakranegara juga hanya 50 persen . ''Kami setiap hari biasanya menerima jatah 20 KL. Tetapi dari sejak kemarin (Kamis--red) dikurangi dan kami hanya  memperoleh jatah premium hanya 10 KL,'' kata seorang petugas di SPBU Karang Jangkong.

Terbatasnya pasokan, membuat stok cepat habis terjual. SPBU Karang Jangkong yang baiasnya buka hinga pukul 24.00 wita, Kami lalu sekitar pukul 19.00 sudah kehabisan stok. Demikian juga halnya Jumat (26/5) kemarin, premium sudah ludes terjual pukul 19.00 wita.

Sementara SPBU Mayura, Cakranegara, dengan jatah yang diperoleh hanya 5 KL, sekitar pukul 13.00 wita, premium sudah ludes terjual. Kapan pasokan datang lagi, petugas tadi tak mengetahuinya. ''Mungkin besok--Sabtu hari ini-- baru ada minyak (premium) lagi,'' katanya, seraya menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, berkurangnya pasokan dari Pertamina karena belum ada tangker pengangkut BBM dari Karangasem, Bali masuk ke Ampenan.

 

Kondisi Nasional

Sementara di tempat terpisah, Wira Penjualan Depot Pertamina Ampenan, Putut Andriyatno yang dikonfirmasi Jumat (26/5) kemarin membenarkan, pasokan premium ke SPBU di Pulau Lombok dikurangi. ''Pengurangan dilakukan karena stok di di Depot Pertamina Ampenan menipis, karena terlambatnya pasokan dari pusat ke Terminal Manggis. Ini persoalan nasional,'' jelas Putut.

Berdasarkan informasi yang diterima Putut bahwa premium yang diimpor terlambat tiba di Indonesia. ''Secara rinci apa penyebabnya saya kurang tahu. Namun yang jelas minyak yang kita impor yang juga untuk memenuhi kebutuhan BBM di NTB terlambat tiba di Indonesia,'' katanya.

Karena stok di Depot Pertamina Ampenan tipis, sehingga stok yang dibagi untuk seluruh SPBU juga sedikit. Putut membantah seluruh SPBU pasokannya dikurangi hingga 50 persen. ''Tidak semuanya kita pangkas hingga 50 persen. Kita terapkan sistem mercusuar,'' jelasnya. Sistem ini maksudnya bahwa ada beberapa SPBU yang jatahnya lebih untuk menghindari kekosongan (habis) lebih awal dari SPBU lain.

''Di Kota Mataram ada tiga SPBU yang menjadi mercusuar. Kemudian dua SPBU di Lombok Barat (Lobar), masing-masing satu SPBU di Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Timur (Lotim) ,'' sebutnya. Menurut Putut, pasokan BBM dari pusat ke Terminal Manggis, Karangasem, Bali diperkirakan masuk Jumat (26/5). Selanjutnya pasokan BBM dari Bali ke Ampenan diperkirakan paling lambat masuk Sabtu (27/5) hari ini sekitar pukul 12.00 wita.

Disebutkan, Sabtu ini pasokan BBM yang masuk ke Depot Ampenan untuk premium sebanyak 3000 KL dan 2000 KL untuk solar. ''Stok itu mencukupi untuk delapan hari. Namuns ebelum stok habis (sebelum delapan hari), pasokan dipastikan sudah masuk lagi,'' katanya. (049)

Klik di Sini

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)