Abbas
Ancam
Gelar Referendum---
Hamas
Langsung
Tarik
Pasukan dari Gaza
Gaza City -
BP/ap
Latihan - Pasukan paramilisi Hamas sedang berlatih di
sebuah kamp pelatihan, setelah mereka ditarik mundur
dari Gaza, Jumat (26/5) kemarin.
Pemerintahan
Hamas,
Jumat (26/5) kemarin
menarik
pasukan paramilisi
dari
jalan-jalan di Gaza,
di hari
kedua
pembicaraan antarpartai
guna
mencari solusi
perselisihan
berdarah
di
Palestina dan
krisis
politik.
Langkah
ini
dilakukan sehari
setelah
Penguasa Palestina
Presiden
Mahmud
Abbas mengancam
menggelar referendum
guna
mengakhiri perselisihan
mematikan
antara
Hamas dan
partai
Fatah pimpinannya
yang memiliki
fokus
pada kontrol
keamanan.
Sepuluh
orang
tewas dalam
bentrokan
baru-baru
ini
antara Hamas
dan
badan keamanan yang
dikontrol
Abbas, yang
berputar
dalam 11
hari
semenjak gerakan
Islam ini
mengerahkan
pasukan
paramilisi mereka
dan
memicu menyebarnya
pembicaraan
bahwa
akan terjadi
perang
sipil.
"Kami
sudah
menarik pasukan
kami
dari seluruh
lokasi
setelah sebuah
keputusan
dari
menteri dalam
negeri Said Siam,"
kata
Yussuf al-Zahar
seorang
komandan pasukan, 11
hari
setelah pasukan
paramilisi yang
awalnya
dikerahkan di
kawasan Gaza.
"Pasukan
dari
kepolisian dan
pasukan
keamanan reguler
akan
dikerahkan menuju
tempat-tempat yang
dijaga
paramilisi sebelumnya,"
imbuh
Yussuf.
"Hanya
polisi
dan pasukan
keamanan yang
akan
menegakkan hukum
sekarang,"
kata
seorang kapten
dari
badan keamanan
nasional.
Penarikan
pasukan, yang
kebanyakan
dari
sayap bersenjata
Ezzedin al-Qassam
Brigades, disambut
baik
Fatah dan
kantor
Abbas.
"Kehadiran
mereka
bertentangan dengan
hukum
dan tanpa
legitimasi.
Namun
kami
menyambut baik
langkah
ini untuk
menolong
masyarakat
Palestina.
Penarikan
tersebut
menghilangkan
salah
satu alasan
utama
pada konflik yang
muncul,"
kata
juru bicara
Fatah
Tawfiq Abu Khussa.
Namun
Yasser
Mansur, wakil
presiden
dari
blok
parlementer
Hamas,
secara langsung
menyangkal
jika
pemerintah sudah
membuat
konsensi dalam
penarikan
pasukan
dalam merespon
tuduhan
bahwa pasukan
tersebut
bertanggung
jawab
atas perselisihan
yang terjadi
di Gaza.
"Ini
bukanlah
sebuah
konsensi, juga
bukan
penarikan final.
Pasukan
hanya
ditarik menuju
markasnya.
Mereka
akan
menggelar patroli-patroli
setiap
waktu dan
siap
untuk merespon
terhadap
setiap
masalah yang mungkin
muncul,"
katanya
kepada wartawan.
Kebanyakan
persaingan
antara
Fatah dan
Hamas
sejak kemenangan
gerakan
Hamas pada
pemilu 25
Januari,
terpusat
seputar
kontrol pelayanan
keamanan yang
sebenarnya
menjadi
tanggung jawab
Abbas
sebagai presiden
Penguasa
Palestina.
(ton/afp)