kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 27 Mei 2006

 Mancanegara


Abbas
Ancam Gelar Referendum---
Hamas
Langsung Tarik Pasukan dari Gaza

Gaza City -
BP/ap
Latihan - Pasukan paramilisi Hamas sedang berlatih di sebuah kamp pelatihan, setelah mereka ditarik mundur dari Gaza, Jumat (26/5) kemarin.

Pemerintahan Hamas, Jumat (26/5) kemarin menarik pasukan paramilisi dari jalan-jalan di Gaza, di hari kedua pembicaraan antarpartai guna mencari solusi perselisihan berdarah di Palestina dan krisis politik. Langkah ini dilakukan sehari setelah Penguasa Palestina Presiden Mahmud Abbas mengancam menggelar referendum guna mengakhiri perselisihan mematikan antara Hamas dan partai Fatah pimpinannya yang memiliki fokus pada kontrol keamanan.

Sepuluh orang tewas dalam bentrokan baru-baru ini antara Hamas dan badan keamanan yang dikontrol Abbas, yang berputar dalam 11 hari semenjak gerakan Islam ini mengerahkan pasukan paramilisi mereka dan memicu menyebarnya pembicaraan bahwa akan terjadi perang sipil.

"Kami sudah menarik pasukan kami dari seluruh lokasi setelah sebuah keputusan dari menteri dalam negeri Said Siam," kata Yussuf al-Zahar seorang komandan pasukan, 11 hari setelah pasukan paramilisi yang awalnya dikerahkan di kawasan Gaza.

"Pasukan dari kepolisian dan pasukan keamanan reguler akan dikerahkan menuju tempat-tempat yang dijaga paramilisi sebelumnya," imbuh Yussuf.

"Hanya polisi dan pasukan keamanan yang akan menegakkan hukum sekarang," kata seorang kapten dari badan keamanan nasional.

Penarikan pasukan, yang kebanyakan dari sayap bersenjata Ezzedin al-Qassam Brigades, disambut baik Fatah dan kantor Abbas.

"Kehadiran mereka bertentangan dengan hukum dan tanpa legitimasi. Namun kami menyambut baik langkah ini untuk menolong masyarakat Palestina. Penarikan tersebut menghilangkan salah satu alasan utama pada konflik yang muncul," kata juru bicara Fatah Tawfiq Abu Khussa.

Namun Yasser Mansur, wakil presiden dari blok parlementer Hamas, secara langsung menyangkal jika pemerintah sudah membuat konsensi dalam penarikan pasukan dalam merespon tuduhan bahwa pasukan tersebut bertanggung jawab atas perselisihan yang terjadi di Gaza.

"Ini bukanlah sebuah konsensi, juga bukan penarikan final. Pasukan hanya ditarik menuju markasnya. Mereka akan menggelar patroli-patroli setiap waktu dan siap untuk merespon terhadap setiap masalah yang mungkin muncul," katanya kepada wartawan.

Kebanyakan persaingan antara Fatah dan Hamas sejak kemenangan gerakan Hamas pada pemilu 25 Januari, terpusat seputar kontrol pelayanan keamanan yang sebenarnya menjadi tanggung jawab Abbas sebagai presiden Penguasa Palestina. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)