Rencana Pabrik Kayu Lapis Khawatirkan Warga
Bangli (Bali Post) -
Rencana pembangunan pabrik kayu lapis di daerah Pengotan,
Bangli menuai sorotan sejumlah masyarakat setempat.
Sejumlah tokoh masyarakat mempertanyakan realisasi
pembangunan pabrik kayu lapis itu ke gedung DPRD
setempat di Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai, Bangli.
Warga khawatir, pembangunan pabrik kayu mengambil bahan
baku lokal jenis albesia yang digunakan perajin kecil.
Artinya kegiatan itu bisa mengancam perajin lokal.
Apalagi tidak bisa dipungkiri harga kayu jenis ini
menjadi naik akibat persediaan terbatas. Sehingga
perajin kalah saing dan tidak berproduksi karena harga
bahan baku kurang sesuai dengan daya beli.
Demikian diungkapkan Ketua Komisi B I Nyoman Basma Jumat
(26/5) kemarin. Dirinya hingga kini telah menerima dua
kali warga yang menyampaikan aspirasinya mengenai hal
itu. Selain datang ke rumah pribadinya di daerah Suter
Kintamani, juga ke gedung DPRD Bangli. Warga yang datang
itu mempertanyakan adanya rencana pembangunan pabrik
kayu lapis yang berbahan baku albesia di daerah Pengotan.
Betul atau tidaknya Basma mengaku hingga kini belum ada
konfirmasi dari instansi terkait.
Warga khawatir konsekuensi pendirian pabrik jenis ini
menyebabkan terjadinya persaingan ketat soal bahan baku.
Mungkin di sisi lain, masyarakat petani akan diuntungkan
karena harga kayunya melonjak. Namun di sisi lain, warga
yang bergerak pada bidang kerajinan dibuat mati kutu.
Lebih jauh lagi, perajin bisa bangkrut sebab tidak
sesuai antara harga kayu dengan nilai penjualan.
''Oleh karena itu, pihak eksekutif yang memberikan izin
apakah sudah melakukan pengkajian atau tidak, hingga
kini belum dada kejelasan,'' ujarnya. Kemungkinan dalam
waktu dekat pihaknya akan memanggil instansi yang
membidangi itu.
Dirinya meminta agar masyarakat Bangli bersabar menunggu.
Jangan sampai tujuan Bangli mendatangkan investor dalam
menunjang pendapatan daerah dan membawa berkah lainnya
justru mendatangkan musibah. (kmb17)