kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 26 Mei 2006

 Surat Pembaca


Pelinggih
Ratu Panji di Purasada 

Berkenaan dengan berita Bali Post 11 Mei 2006, dengan judul ''Piodalan di Purasada'' antara lain disebutkan bahwa di dalam kawasan pura tersebut pelinggih Ratu Made dan Ratu Panji Sakti.

Menurut Babad Mengwi yang disebut Ratu Panji adalah I Gusti Agung Ratu Panji. Beliau adalah putra dari I Gusti Agung Ngurah Made Agung (Batara Sakti Belambangan), pendiri Kerajaan Mengwi, hasil perkawinan dengan I Gusti Ayu Panji (putri I Gusti Ngurah Panji Sakti, Raja Buleleng).

Di samping itu, Agung Ratu Panji memiliki saudara kandung bernama I Gusti Agung Ketut Buleleng. Titel I Gusti Agung mengikuti gelar ayahnya, sedangkan Panji dan Buleleng identitas ibunya. Setelah dewasa I Gusti Agung Ratu Panji ditetapkan sebagai putra mahkota calon pengganti raja, sedangkan I Gusti Agung Ketut Buleleng ditempatkan di Muncan Kapal mewilayani Kapal, Sempidi, Tegal dan Anggungan. Sedangkan putra Raja Mengwi lainnya ada ditempatkan di Munggu, Sayan, Kengetan, Singosari, (Blahkiuh), Penarungan dan lain-lain.

Pada tahun 1713 M, terjadi konflik antara Mengwi dan Kerajaan Sukawati. Konflik diatasi dengan perang bertempat di perbatasan timur Kerajaan Mengwi. Tempatnya di kawasan Wahem Desa Bun (Sedang). Mengwi dipimpin oleh putra mahkota I Gusti Agung Ratu Panji, dibantu oleh Kiayi Tambak, putra Kiayi Ngurah Tangeb, patih Mengwi dan sejumlah prajurit. Bnyak korban jatuh di kedua pihak. I Gusti Agung Ratu Panji, Kiayi Tambak beserta prajurit yang setia gugur di medan perang. Setelah dilaksanakan pelebon dan penileman di pusat Kerajaan Mengwi (Bekak), beliau kemudian dibuatkan pelinggih/pengarcanan di kompleks Pura Sada Kapal, sedangkan perwira dan prajurit yang setia dibuatkan pelinggih Satia di depan pengarcanan beliau.

Di lokasi pertempuran beliau juga dibuatkan pengarcanan dikenal dengan Pura Padekdekan. Beliau disebut Batara Panji Lumahing Padekdekan.

Menurut Henk Sckulte Nordholt dalam bukunya ''The Spell of Power'' halaman 29, I Gusti Agung Ratu Panji juga dibuatkan pengarcanan di Saren Kangin Puri Belayu (bekas puri kuno Mengwi sebelum pindah ke puri (Bekak) Kaleran/Mengwi. I Gusti Agung Ngurah Made Agung, Raja Mengwi I, wafat pada tahun 1722. Setelah Pitra Yadnya kemudian beliau dibuatkan pengarcanan di Pura Sada Kapal, dipuja sebagai Ratu Made atau Batara Sakti Belambangan.

A.A. Gde Putra Wiadnyana
Jl
. Sri Karya No. 12 Denpasar

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)