kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 26 Mei 2006

 Pariwisata


Rendah, Pengenalan Wisnus Pada Destinasi Indonesia 

Jakarta (Bali Post) -
Menteri
Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyatakan keprihatinannya terhadap tingkat pengenalan wisatawan nusantara (wisnus), termasuk pelajar pada destinasi pariwisata di tanah air. Ia melansir hasil survei, sebagian besar wisnus hanya mengenal 3-4 provinsi padahal Indonesia punya 33 provinsi dengan berbagai ragam daya tariknya.

"Untuk meningkatkan pengenalan lebih luas lagi destinasi di tanah air, kita perlu melakukan gerakan kampanye guna mendorong pergerakan wisnus agar lebih banyak lagi melakukan perjalanan wisata di dalam negeri," kata Jero Wacik pada pembukaan pameran pariwisata nasional "Gebyar Wisata Nusantara 2006" di Jakarta, Kamis (25/5) kemarin.

Menbudpar mengatakan, jangan sedikit-sedikit kita berwisata ke luar negeri dan mengabaikan keindahan daerah di depan mata. Sebagian masyarakat kita melalang jauh ke benua Eropa atau Amerika, tetapi belum pernah menjejakkan kaki ke pantai Kao, Halmahera atau Pulau Togean, Sulawesi Tengah. "Saya berani menjamin jika keindahan tempat wisata di Indonesia tidak kalah dengan tempat wisata di luar negeri. Sebut saja Sumatera Barat dengan pemandangan danau di atas dan di bawahnya pemandangan yang sangat luar biasa, begitu juga indahnya Toraja." Jelasnya.

Semua bagian dari Indonesia, memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Jadi, salah jika mengidentikkan keindahan Indonesia dengan Bali dan Jogya saja. "Bukan hanya Bali dan Jogya tempat eksotis di Indonesia. Begitu pula para penyedia jasa pariwisata, hendaknya mulai memberi perhatian lebih bagi para wisnus karena mereka sangat potensial," tambahnya.

Untuk membangkitkan kembali industri pariwisata, selain harus proaktif menggarap pasar-pasar potensial mancanegara, sudah saatnya Indonesia juga menggarap seoptimal mungkin potensi wisnus. Menbudpar menilai, tema gerakan wisata nusantara "Kenali Negerimu, Cintai Negerimu" sesuai untuk menggerakkan roda pariwisata wisatawan nusantara. Mengingat, dengan mengenali negerinya, setiap warga negara Indonesia tidak hanya mengenal tempat atau lokasi semata. Tetapi juga makanan, kesenian dan musiknya. "Jika telah mengenali negeri maka pasti akan mencintainya, dan akan menjaga serta melestarikan keindahannya,tegasnya.

Data pergerakan wisnus menurut Biro Pusat Statistik (BPS) pada 2004 mencapai 108,4 juta orang, berwisata di dalam negeri dengan pengeluaran Rp 77,8 triyun. Pada 2005 jumlahnya meningkat mencapai 109,9 juta orang dengan pengeluaran Rp 86,6 triliun. Tahun 2006 diharapkan jumlah wisnus mencapai 111,4 juta orang dengan pengeluaran mencapai Rp 90,2 triliun, dan mencapai 113 juta orang pada 2007 dengan pengeluaran Rp 94,5 triliun. (034)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)