Rendah,
Pengenalan
Wisnus
Pada Destinasi
Indonesia
Jakarta (Bali Post) -
Menteri
Kebudayaan
dan
Pariwisata Jero
Wacik
menyatakan keprihatinannya
terhadap
tingkat
pengenalan wisatawan
nusantara (wisnus),
termasuk
pelajar
pada destinasi
pariwisata
di
tanah air.
Ia
melansir
hasil
survei, sebagian
besar
wisnus hanya
mengenal 3-4
provinsi
padahal Indonesia
punya 33
provinsi
dengan
berbagai ragam
daya
tariknya.
"Untuk
meningkatkan
pengenalan
lebih
luas lagi
destinasi
di
tanah air, kita
perlu
melakukan gerakan
kampanye
guna
mendorong pergerakan
wisnus agar
lebih
banyak lagi
melakukan
perjalanan
wisata
di dalam
negeri,"
kata
Jero Wacik
pada
pembukaan pameran
pariwisata
nasional "Gebyar
Wisata
Nusantara 2006" di
Jakarta, Kamis (25/5)
kemarin.
Menbudpar
mengatakan,
jangan
sedikit-sedikit kita
berwisata
ke luar
negeri
dan mengabaikan
keindahan
daerah
di
depan
mata.
Sebagian
masyarakat
kita
melalang jauh
ke
benua Eropa
atau
Amerika, tetapi
belum
pernah menjejakkan
kaki ke
pantai Kao,
Halmahera
atau
Pulau Togean,
Sulawesi
Tengah.
"Saya
berani
menjamin jika
keindahan
tempat
wisata di
Indonesia tidak
kalah
dengan tempat
wisata
di luar
negeri.
Sebut
saja
Sumatera Barat
dengan
pemandangan danau
di atas
dan di
bawahnya
pemandangan yang
sangat
luar biasa,
begitu
juga indahnya
Toraja."
Jelasnya.
Semua
bagian
dari Indonesia, memiliki
keindahan
dan
keunikan tersendiri.
Jadi,
salah
jika mengidentikkan
keindahan
Indonesia dengan Bali
dan
Jogya saja.
"Bukan
hanya
Bali
dan
Jogya tempat
eksotis
di Indonesia.
Begitu
pula para
penyedia
jasa
pariwisata, hendaknya
mulai
memberi perhatian
lebih
bagi para
wisnus
karena mereka
sangat
potensial," tambahnya.
Untuk
membangkitkan
kembali
industri pariwisata,
selain
harus proaktif
menggarap
pasar-pasar
potensial
mancanegara,
sudah
saatnya Indonesia juga
menggarap
seoptimal
mungkin
potensi wisnus.
Menbudpar
menilai,
tema
gerakan wisata
nusantara "Kenali
Negerimu,
Cintai
Negerimu" sesuai
untuk
menggerakkan roda
pariwisata
wisatawan
nusantara.
Mengingat,
dengan
mengenali negerinya,
setiap
warga negara
Indonesia tidak
hanya
mengenal tempat
atau
lokasi semata.
Tetapi
juga
makanan, kesenian
dan
musiknya. "Jika
telah
mengenali negeri
maka
pasti akan
mencintainya,
dan
akan menjaga
serta
melestarikan keindahannya,"
tegasnya.
Data pergerakan
wisnus
menurut Biro Pusat
Statistik (BPS)
pada 2004
mencapai 108,4
juta
orang, berwisata
di
dalam negeri
dengan
pengeluaran Rp 77,8
triyun.
Pada 2005 jumlahnya
meningkat
mencapai 109,9
juta
orang dengan
pengeluaran
Rp 86,6
triliun. Tahun 2006
diharapkan
jumlah
wisnus mencapai 111,4
juta
orang dengan
pengeluaran
mencapai
Rp 90,2
triliun, dan
mencapai 113
juta
orang pada 2007
dengan
pengeluaran Rp 94,5
triliun.
(034)