kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 26 Mei 2006

 Mancanegara


Tentara Bentrok Senjata dengan Taliban
 

Kandahar-
Tentara Afghanistan didukung pesawat dan artileri pasukan koalisi bertempur melawan pemberontak Taliban, Kamis (25/5). Pertempuran mulai pecah di distrik Panjwayi, Kandahar, kata seorang juru bicara koalisi, saat penduduk desa melaporkan aksi pengeboman dahysat berlangsung hingga pagi hari.   

Tentara-tentara Afganistan bentrok dengan "sejumlah pasukan Taliban" di area Pashmal-Panjwayi, kata Mayor Scott Luncy kepada wartawan.

Pihak koalisi kemudian dipanggil "menggunakan artileri dan dukungan dari udara untuk menghancurkan Taliban," katanya. "Masih belum ada pernyataan dari korban tewas atau terluka pada saat ini."

Penduduk di sana mengatakan sebelum gempuran dilakukan "tentara-tentara koalisi meminta penduduk untuk segera meninggalkan rumah dan jika mereka memiliki senjata, segeralah bawa keluar."

"Saya melihat aksi bombardir yang sangat besar dan berlangsung hingga pagi hari. Pengeboman tersebut merupakan yang terbesar yang pernah saya lihat," kata Mohammed Salem.

Operasi ini merupakan lanjutan dari distrik Panjwayi Minggu lalu dan Senin dimana koalisi mengatakan berhasil membunuh 80 Taliban. Staf Afganistan mengatakan sedikitnya 16 masyarakat sipil juga tewas namun penduduk desa, yang mengatakan rumah mereka di bom pihak koalisi, melaporkan melihat banyak jatuh korban sipil.

Pihak koalisi menyangkal sudah menggunakan bom, dan mengatakan mereka sudah menggunakan "tembakan presisi" dari pesawat-pesawat terhadap target Taliban, yang sebelumnya sudah pergi menuju rumah-rumah masyarakat lokal.

Selama pekan terakhir ini wilayah selatan Afganistan sudah menjadi saksi mata pertempuran terbesar sejak ultra-Islamis Taliban digulingkan dari pemerintahan pada 2001 oleh tentara Afganistan dan pasukan asing yang dipimpin AS.

Lebih dari 400 orang, kebanyakan diantaranya pemberontak, tewas dalam berbagai bentrokan, termasuk beberapa diantaranya dalam pertempuran darat terbesar di propinsi Kandahar selatan, Helmand dan Uruzgan.

Pertempuran di Panjwayi menyebabkan 3.000 orang meninggalkan kota Kandahar untuk mencari selamat, kata staf sebuah Organisasi Migrasi Internasional.

Peningkatan aksi kekerasan ini terjadi beberapa pekan sebelum pasukan stabilisasi pimpinan NATO rencananya akan mengambil alih sebagaian besar operasi-operasi internasional di wilayah selatan dari koalisi pimpinan AS. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)