''Rsi
Bojana'' di
Pura
Luhur Pekendungan
Tabanan
(Bali Post) -
Genap
tutug 11
rahina
pujawali di
Pura
Luhur Pekendungan
Rabu (24/5)
lalu
diselenggarakan upacara
nyenukin,
mejauman,
nuwek
bagia, pulokerti,
dan
nyineb. Selain
itu
diselenggarakan upacara
rsi
bojana, sebagai
ucapan
terima kasih
dan
penghormatan kepada
para
sulinggih yang telah
muput
karya serta
penglingsir
puri se-Tabanan.
Pada
kesempatan
tersebut
sebanyak 22
dari 25
sulinggih yang muput
hadir
di pura yang
telah
dibangun sekitar
tahun 1408
Masehi,
Isaka 1330 itu.
Sebelum
dilaksanakan rsi
bojana,
berbagai prosesi
dilaksanakan
sejak
pagi hari yang
dipimpin
oleh Ida
Pedanda
Gede Keniten
dari
Geria Jumpung
dan Ida
Pedanda Putra
Keniten
dari Gria
Taman
Blayu.
Nyenukin
merupakan
prosesi yang
sangat
menarik, di
mana
simbol dari
utusan
batara dari lima
mata
angin mendatangi
areal
pura. Dari arah
timur
dengan busana
putih
datang lima orang
sesuai
dengan uripnya. Dari
arah
selatan datang
berbusana
merah 9
orang, dari
barat 7
orang dengan
busana
kuning, dari
utara
warna hitam
sebanyak 4
orang
serta dari
arah
tengah panca
warna
sebanyak 8 orang.
Prosesi
tersebut dilakoni
oleh
paiketan pemangku
Desa
Beraban Kediri.
Pada
kesempatan tersebut
juga
ditampilkan topeng
Sidakarya.
Petajuh
Pemucuk
Karya I Gusti
Gede
Aryadi mengharapkan
karya yang
menelan
dana Rp 2
milyar
tersebut bermakna
secara
luas bagi
jagat Bali.
Semoga
seluruh masyarakat
sejahtera
dan
pemerintahan stabil,
harapnya.
Tercatat 22
desa
pakraman dan 222
pekaseh
bersatu menjadi
pengemong
karya.
(upi)