Aksi Damai, Aman, Menuruti Rambu-rambu
Peringatan hari buruh internasional yang jatuh pada 1
Mei 2006 ini rencananya dilakukan secara besar-besaran
di seluruh wilayah Indonesia, terutama di lima kota
besar seperti Surabaya, Medan, Bandung, Semarang dan
Jakarta. Diperkirakan puluhan ribu buruh akan tumpah
ruah di kota-kota besar guna memperingati hari buruh
sedunia tersebut. Bagi para buruh dari Jabotabek yang
akan memperingati hari tersebut di Ibukota Jakarta,
hendaknya dilakukan dengan damai dan aman, tanpa diikuti
aksi brutal dan anarkhis, tidak seperti yang dilakukan
para buruh beberapa waktu lalu.
Mudah-mudahan aksi ini dilakukan secara baik, damai, dan
aman dengan tetap menuruti rambu-rambu yang ada. Seperti
yang dikemukakan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Firman
Gani dan Menakertrans Erman Suparno, yang mempersilakan
kaum buruh memperingati 1 Mei sepanjang tidak mengganggu
ketertiban umum.
Berkaitan dengan aksi buruh tersebut, Vice President
Kongres Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Khoirul Anam
menyatakan yang akan digelar secara besar-besaran
bukan berupa mogok nasional, tetapi serangkaian kegiatan
yang dilakukan seluruh serikat pekerja dari tingkat
nasional sampai daerah.
Kegiatan rapat akbar pekerja di tingkat daerah/kobupaten/kota,
menyelenggarakan pertemuan antara pemimpin SP/SB di
tingkat nasional serta road show untuk mengadakan dialog
dengan legislatif dan komunitas akademisi di lima
universitas yang ditunjuk oleh Presiden untuk mengkaji
UU Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Koordinator ITF (International Transport
Workers Federation) Indonesia, Hanafi Rustandi,
mengatakan aksi buruh memperingati 1 Mei ini murni
memperjuangkan harkat dan derajat buruh yang tidak
memadai, apalagi dengan akan dilakukannya revisi
terhadap UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK)
yang sangat merugikan kaum buruh.
Zulfaindra
Bekasi Timur