kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 1 Mei 2006

 Politik


Perusuh Tuban jangan Diberi Ampun

Jakarta (Bali Post) -
Wapres Jusuf Kalla meminta Kapolri Jenderal Pol. Sutanto untuk menindak tegas perusuh di Tuban, Jawa Timur, karena perbuatan mereka telah mencederai demokrasi yang terjadi pada Pilkada Tuban. ''Saya bicara dengan Gubernur dan Kapolri agar mereka ditindak. Tidak boleh ada ampun karena sudah jauh keluar dari sifat demokrasi kita,'' katanya, Minggu (30/4) kemarin.

Menurut Wapres, siapa pun yang terbukti terlibat dalam tindakan anarkis tersebut harus diberikan hukuman yang setimpal dan jangan diberi ampun. ''Kalau kerusuhan itu masuk ke pembakaran harta-harta pribadi, itu luar biasa kesalahannya. Karena itu, jangan sampai diberi ampun. Karena satu kali diampuni, siapa pun bisa bertindak seperti itu lagi,'' papar Wapres.

Tindakan itu, lanjut Wapres, telah mencederai kesepakatan demokrasi di Indonesia. ''Itu sangat tidak arif dan tidak baik, karena pilkada itu kerangka demokrasi sehingga penyelesaiannya harus dengan demokrasi juga,'' kata Ketua Umum Partai Golkar ini.

Secara terpisah, DPP Partai Golkar mengutuk keras kerusuhan yang terjadi pasca-pilkada di Tuban. Polisi diminta agar menindak tegas para pelaku. ''DPP Partai Golkar mengecam dengan keras peristiwa anarkis tersebut, karena telah mencederai proses demokrasi yang sedang kita bangun,'' kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono.

Golkar juga meminta kepada polisi untuk segera mengusut pelaku kerusuhan yang telah menyebabkan gedung KPUD dibakar dan rumah pribadi calon bupati dirusak massa. ''Kami juga meminta agar aktor intelektual yang menjadi dalang di balik kejadian tersebut ditindak tegas,'' kata Agung dalam pernyataan sikap resmi partai ini.

Terkait kerusuhan tersebut, DPP Partai Golkar langsung membentuk tim advokasi untuk meninjau kasus Pilkada Tuban. Tim tersebut terdiri atas lima orang, di antaranya Djoko Kusumo sebagai Korwil dan Yahya Zaini.

Ia menegaskan, pihaknya tetap meminta KPUD untuk menjalankan agenda yang sudah ditetapkan. Atas dasar itu, Golkar tidak akan meminta pilkada ulang. ''Masalah-masalah seperti ini tidak akan mempengaruhi apa pun yang sudah diputuskan. Maka kita meminta tidak ada pilkada ulang,'' tegasnya.

Untuk diketahui, Pilkada Tuban itu dimenangkan oleh pasangan calon bupati Haeny Relawati-Lilik Soeharjono yang dicalonkan Partai Golkar dan partai lainnya. Haeny saat ini adalah Bupati Tuban. Pasangan yang kalah adalah Noor Nahar Husein-Go Tjong Ping dari Partai Kebangkitan Bangsa dan PDI Perjuangan. (010)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)