Triwulan
I, APBN 2006 Surplus Rp 15
Trilyun
Jakarta (Bali Post) -
Dirjen
Perbendaharaan Negara
Departemen
Keuangan
Mulia
Nasution mengatakan,
sampai
dengan 21 April 2006 total
penerimaan negara
baik
dari pendapatan
negara
dan hibah
mencapai
sekitar 23
persen
dari target yang tertera
dalam.
Sedangkan,
belanja yang
sudah
dikeluarkan baru
sekitar 19
persen.
''Sehingga
sampai
periode tersebut
ada surplus
terdapat
Rp 15
trilyun. Sedangkan
penyerapan
daftar
isian pelaksanaan
anggaran (DIPA) yang
termasuk carry over (luncuran)
sudah
mencapai Rp 5
trilyun
dari total Rp 15
trilyun,''
ujar
Mulia di Jakarta,
Jumat (28/4).
Dengan
demikian,
lanjut
Mulia, sudah 1/3
penyerapan yang
diajukan
oleh
departemen lembaga.
"Jadi
ini
tentunya pencairan-pencairan
sedang
diajukan oleh
departemen
atau
lembaga, sehingga
total departemen,
lembaga,
dan
luncuran itu
sudah
mencapai 40 trilyun
lebih,"
ujar Mulia.
Jumlah
ini,
tegasnya, sangat
besar
bila dibandingkan
dengan
penyerapan DIPA di
tahun 2005.
Dengan
adanya
pengucuran DIPA di
awal (fornt
loading) ini,
harap
Mulia, ada
semacam stimulus
bagi
pergerakan ekonomi
nasional yang
selama
ini dari
sisi
kredit terlihat
lesu.
"Tentu
saja
ini bisa
diimbangi
oleh
dana
pemerintah
untuk
menggerakkan ekonomi
masyarakat,"
jelas
Mulia. DIPA yang
belum
terserap, kata
dia,
banyak juga
terjadi
di daerah.
Dan, kata
dia,
masalah yang ditimbulkannya
pun bermacam-macam.
Selain
masalah utama
seperti
masalah peraturan
dan lain
sebagainya,
sosialisasi
dan
pelatihan-pelatihan,
terutama yang menyangkut
sistem
pembayaran, sistem
pencairan
dana
harus
digiatkan.
"Jadi
mereka
ragu-lagi," harapnya.
Mulia
mengakui,
sistem yang
ada
sekarang lebih
memperhatikan
ketaaatan
dibandingkan
dengan DIPA
sebelumnya.
Salah
satu yang
menjadi
kendala juga
adalah
banyaknya daerah yang
terlambat
untuk
menetapkan APBD-nya.
Meski,
mereka
sudah menerima DAU,
dan
bagi hasil
mulai
dari Januari 2006
lalu
telah diberikan,
tetapi
itu hanya
digunakan
untuk
keperluan sehari-hari.
Sementara,
pengucuran yang
berasal
dari APBD belum
bisa
dilakukan.
Sebelumnya,
Menteri
Keuangan Sri Mulyani
Indrawati
mengatakan, total DIPA 2006
untuk
kementerian dan
lembaga
Rp 204,19 trilyun,
realisasi
pembelanjaan
hanya
sekitar Rp 24,85
trilyun
atau sekitar 12, 2
persen.
Khusus untuk DIPA
luncuran,
baik
untuk proyek 2005
yang belum
sempat
diselesaikan atau
sedang
dibelanjakan karena
adanya
keterlambatan dalam
proses DIPA,
mencapai
Rp 15,26
trilyun. Dan
realisasinya
sampai
dengan minggu
ketiga April
mencapai
Rp 5,5
trilyun
atau 36,1 persen.
Secara
total, hingga
pekan
ketiga bulan April,
dari
jumlah anggaran yang
seharusnya
dibelanjakan
tahun 2006
sebanyak
Rp 219,46
trilyun
baru bisa
dibelanjakan
Rp 30,36
trilyun
atau 13,84 persen.
Total yang harus
dibelanjakan
itu
terdiri dari DIPA
2006 dan DIPA
luncuran
sampai
dengan minggu
ketiga
bulan April. (kmb2)