kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 1 Mei 2006

 Ekonomi


Triwulan
I, APBN 2006 Surplus Rp 15 Trilyun

Jakarta (Bali Post) -
Dirjen
Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Mulia Nasution mengatakan, sampai dengan 21 April 2006 total penerimaan negara baik dari pendapatan negara dan hibah mencapai sekitar 23 persen dari target yang tertera dalam. Sedangkan, belanja yang sudah dikeluarkan baru sekitar 19 persen. ''Sehingga sampai periode tersebut ada surplus terdapat Rp 15 trilyun. Sedangkan penyerapan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) yang termasuk carry over (luncuran) sudah mencapai Rp 5 trilyun dari total Rp 15 trilyun,'' ujar Mulia di Jakarta, Jumat (28/4).

Dengan demikian, lanjut Mulia, sudah 1/3 penyerapan yang diajukan oleh departemen lembaga. "Jadi ini tentunya pencairan-pencairan sedang diajukan oleh departemen atau lembaga, sehingga total departemen, lembaga, dan luncuran itu sudah mencapai 40 trilyun lebih," ujar Mulia.

Jumlah ini, tegasnya, sangat besar bila dibandingkan dengan penyerapan DIPA di tahun 2005. Dengan adanya pengucuran DIPA di awal (fornt loading) ini, harap Mulia, ada semacam stimulus bagi pergerakan ekonomi nasional yang selama ini dari sisi kredit terlihat lesu.

"Tentu saja ini bisa diimbangi oleh dana pemerintah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," jelas Mulia. DIPA yang belum terserap, kata dia, banyak juga terjadi di daerah. Dan, kata dia, masalah yang ditimbulkannya pun bermacam-macam. Selain masalah utama seperti masalah peraturan dan lain sebagainya, sosialisasi dan pelatihan-pelatihan, terutama yang menyangkut sistem pembayaran, sistem pencairan dana harus digiatkan.

"Jadi mereka ragu-lagi," harapnya. Mulia mengakui, sistem yang ada sekarang lebih memperhatikan ketaaatan dibandingkan dengan DIPA sebelumnya. Salah satu yang menjadi kendala juga adalah banyaknya daerah yang terlambat untuk menetapkan APBD-nya.

Meski, mereka sudah menerima DAU, dan bagi hasil mulai dari Januari 2006 lalu telah diberikan, tetapi itu hanya digunakan untuk keperluan sehari-hari. Sementara, pengucuran yang berasal dari APBD belum bisa dilakukan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, total DIPA 2006 untuk kementerian dan lembaga Rp 204,19 trilyun, realisasi pembelanjaan hanya sekitar Rp 24,85 trilyun atau sekitar 12, 2 persen. Khusus untuk DIPA luncuran, baik untuk proyek 2005 yang belum sempat diselesaikan atau sedang dibelanjakan karena adanya keterlambatan dalam proses DIPA, mencapai Rp 15,26 trilyun. Dan realisasinya sampai dengan minggu ketiga April mencapai Rp 5,5 trilyun atau 36,1 persen.

Secara total, hingga pekan ketiga bulan April, dari jumlah anggaran yang seharusnya dibelanjakan tahun 2006 sebanyak Rp 219,46 trilyun baru bisa dibelanjakan Rp 30,36 trilyun atau 13,84 persen. Total yang harus dibelanjakan itu terdiri dari DIPA 2006 dan DIPA luncuran sampai dengan minggu ketiga bulan April. (kmb2)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)