kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 1 Mei 2006

 Bali

 

Pemerintah mesti Ikut Pikirkan Pasar Kerajinan

Badung memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang kerajinan. Jika selama ini kerajinan perak hanya dikenal di Kabupaten Gianyar, ternyata Badung juga memiliki sentra kerajinan itu di Bongkasa. Demikian halnya kerajinan patung, Badung pun memiliki potensi di bidang itu di Desa Jagapati, Angantaka dan Sedang. Badung juga memiliki kerajinan keramik di Kapal dan Abiansemal. Lalu apa kendala yang dihadapi perajin di Badung selama ini? 

DALAM situasi seperti sekarang, tak hanya dalam hal permodalan, pemerintah juga mesti ikut memikirkan pasar kerajinan. Dengan tersedianya pasar yang jelas, para perajin tidak membuat produk secara meraba-raba. Pemkab  hendaknya juga lebih banyak mensosialisasikan produk para perajin melalui pameran-pameran.

Demikian antara lain harapan sejumlah perajin seperti Made Rai Alit Sujana, perajin patung fiberglass dan kayu dari Munggu, dan Wayan Salin -- perajin perak dari Pecatu.

Bagaimana perhatian pemerintah selama ini? Alit Sujana mengatakan sudah ada, namun ke depan perlu ditingkatkan. Baginya, yang terpenting adalah ada pasar yang jelas. ''Semua pihak hendaknya ikut memikirkan pasar, dengan demikian ada inspirasi produk apa yang mesti dibuat,'' kata Alit Sujana.

Sri Aryati, pemilik usaha kerajinan di Sibanggede mengatakan kendala yang dihadapi memang masih seputar permodalan. Selama ini memang ada dana bergulir dari pemerintah, tetapi dirasa belum mencukupi. Karena itu ia berharap UKM mesti dibantu. Paling tidak dipermudah dalam mendapatkan permodalan.

Sementara itu berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Badung, dalam beberapa tahun terakhir nilai ekspor Badung dalam bidang hasil kerajinan menurun. Pada tahun 2003 tercatat 78.989.672 dolar AS, tahun 2004 menurun menjadi 71.310.161 dolar AS, dan tahun 2005 menurun lagi hingga mencapai 68.923.168 dolar AS. Demikian juga hasil industri. Tahun 2003 tercatat 65.198.741 dolar AS, tahun 2004 sempat meningkat mencapai 78.436.077 dolar AS dan tahun 2005 menurun lagi hingga mencapai 70.248.471 dolar AS.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung Dra. Ni Putu Murniati mengatakan industri kecil terbukti mampu menyediakan lapangan pekerjaan dalam jumlah yang lumayan. Di Badung, sekitar 8.000 tenaga kerja terserap dalam sektor ini. Itu belum termasuk dalam industri nonformal -- yang investasinya Rp 5 juta ke bawah.

Guna membangkitkan gairah dalam bidang kerajinan, kata Putu Murniati dan Kasubdin Industri Disperindag Badung Dewa Rai Batan, S.Tek., pembinaan dan akses pasar terus digalakkan. Akses pasar juga kerap dilakukan melalui pemeran-pameran kerajinan. Dengan mengikuti pameran diharapkan para perajin semakin dikenal. Sementara untuk meningkatkan kualitas para perajin, dilakukan pembinaan dan pelatihan keterampilan. Dengan demikian hasil produksinya mampu memiliki standar nasional dan bahkan internasional. Pelatihan dalam hal kewirausahaan juga mulai digalakkan. ''Badung memiliki banyak potensi dalam bidang kerajinan. Tetapi, di bidang kewirausahaan masih kurang,'' katanya. (lun)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)