Pemerintah
mesti
Ikut
Pikirkan
Pasar
Kerajinan
Badung
memiliki
potensi yang
cukup
besar dalam
bidang
kerajinan.
Jika
selama
ini kerajinan
perak
hanya dikenal
di
Kabupaten Gianyar,
ternyata
Badung
juga memiliki
sentra
kerajinan itu
di
Bongkasa. Demikian
halnya
kerajinan patung,
Badung pun
memiliki
potensi
di bidang
itu di
Desa
Jagapati, Angantaka
dan
Sedang.
Badung
juga
memiliki kerajinan
keramik
di Kapal
dan
Abiansemal. Lalu
apa
kendala yang
dihadapi
perajin
di Badung
selama
ini?
DALAM
situasi
seperti sekarang,
tak
hanya dalam
hal
permodalan, pemerintah
juga
mesti ikut
memikirkan
pasar
kerajinan.
Dengan
tersedianya
pasar yang
jelas,
para perajin
tidak
membuat produk
secara
meraba-raba.
Pemkab
hendaknya
juga
lebih banyak
mensosialisasikan
produk
para perajin
melalui
pameran-pameran.
Demikian
antara lain
harapan
sejumlah perajin
seperti Made
Rai Alit
Sujana,
perajin patung
fiberglass dan
kayu
dari Munggu,
dan
Wayan
Salin -- perajin
perak
dari Pecatu.
Bagaimana
perhatian
pemerintah
selama
ini?
Alit Sujana
mengatakan
sudah
ada, namun
ke
depan perlu
ditingkatkan.
Baginya,
yang terpenting
adalah
ada pasar yang
jelas.
''Semua
pihak
hendaknya ikut
memikirkan
pasar,
dengan demikian
ada
inspirasi produk
apa yang
mesti
dibuat,'' kata Alit
Sujana.
Sri Aryati,
pemilik
usaha kerajinan
di
Sibanggede mengatakan
kendala yang
dihadapi
memang
masih seputar
permodalan.
Selama
ini memang
ada
dana
bergulir
dari
pemerintah, tetapi
dirasa
belum mencukupi.
Karena
itu ia
berharap UKM
mesti
dibantu.
Paling tidak
dipermudah
dalam
mendapatkan permodalan.
Sementara
itu
berdasarkan data yang
diperoleh dari
Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan
Badung,
dalam beberapa
tahun
terakhir nilai
ekspor
Badung dalam
bidang
hasil kerajinan
menurun.
Pada
tahun 2003 tercatat
78.989.672 dolar AS,
tahun 2004
menurun
menjadi 71.310.161 dolar
AS, dan
tahun 2005 menurun
lagi
hingga mencapai
68.923.168 dolar AS.
Demikian
juga
hasil industri.
Tahun 2003
tercatat 65.198.741
dolar AS,
tahun 2004
sempat
meningkat mencapai
78.436.077 dolar AS
dan
tahun 2005 menurun
lagi
hingga mencapai
70.248.471 dolar AS.
Kadis
Perindustrian
dan
Perdagangan Kabupaten
Badung
Dra.
Ni Putu
Murniati
mengatakan
industri
kecil
terbukti mampu
menyediakan
lapangan
pekerjaan
dalam
jumlah yang lumayan.
Di
Badung, sekitar 8.000
tenaga
kerja terserap
dalam
sektor ini.
Itu
belum
termasuk dalam
industri
nonformal -- yang
investasinya
Rp 5
juta ke
bawah.
Guna
membangkitkan
gairah
dalam bidang
kerajinan,
kata
Putu Murniati
dan
Kasubdin Industri
Disperindag
Badung
Dewa Rai
Batan,
S.Tek.,
pembinaan
dan
akses pasar
terus
digalakkan.
Akses
pasar
juga kerap
dilakukan
melalui
pemeran-pameran kerajinan.
Dengan
mengikuti
pameran
diharapkan para
perajin
semakin dikenal.
Sementara
untuk
meningkatkan kualitas
para
perajin, dilakukan
pembinaan
dan
pelatihan keterampilan.
Dengan
demikian
hasil
produksinya mampu
memiliki
standar
nasional dan
bahkan
internasional.
Pelatihan
dalam
hal kewirausahaan
juga
mulai digalakkan.
''Badung
memiliki
banyak
potensi dalam
bidang
kerajinan.
Tetapi,
di
bidang kewirausahaan
masih
kurang,'' katanya.
(lun)