kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 1 Mei 2006

 Bali


Perut Diserempet Peluru --

Seorang Bocah nyaris Tersungkur

Denpasar (Bali Post) -
Setelah tukang kebun, Yantono (22), kena tembak di bagian pahanya, Kamis (27/4) dinihari lalu, kini giliran seorang bocah Made Ari Widiartini (9) yang tinggal di Jalan Sekar Tunjung XII No. 100 Z Denpasar Timur, mengalami nasib serupa, Minggu (30/4) kemarin. Korban nyaris tersungkur terkena peluru di bagian perutnya saat sedang bermain komputer di rumahnya.

Beruntung peluru tersebut menyerempet perut korban sehingga hanya mengalami luka. Karena peristiwa ini, korban sempat shock dan kedua orangtua korban yakni Made Widiantara (48) dan Ketut Binihari (41) menjadi panik. Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Mapolsek Dentim.

Informasi yang berhasil dihimpun Bali Post kemarin menyebutkan kejadian ini berlangsung sekitar pukul 10.10 wita. Ketika itu, korban yang baru duduk di kelas tiga sekolah dasar (SD) Saraswati Denpasar ini sedang bermain komputer di kamar kakaknya. Tanpa ada firasat buruk apa pun, dari jendela kamar depan terdengar ada sesuatu yang jatuh menimpa kaca. Secara spontanitas, korban menoleh ke arah jendela tersebut dan melihat ada lubang berdiameter sekitar lima sentimeter. Begitu melihat jendela berlubang, pada waktu bersamaan perut korban dirasakan perih. Korban kaget bukan kepalang dan berteriak, setelah melihat perutnya mengeluarkan darah. Korban lari keluar kamar dan memberitahukan kepada orangtuanya bahwa perutnya berdarah.

''Saat itu saya sedang bersih-bersih kamar, sedangkan ibunya menonton televisi di ruang tamu bersama keponakannya. Begitu saya mendengar ada pecahan kaca, anak saya keluar dari kamar dalam keadaan menangis sambil berteriak memberitahu bahwa perutnya berdarah,'' tutur ayah korban yang berasal dari Klungkung ketika ditemui di rumahnya, Minggu (30/4) kemarin.

Dikatakan, mengetahui perut anaknya mengeluarkan darah, Widiantara memeriksa kamar tersebut dan memastikan apa yang sebenarnya menyebabkan anaknya berdarah. Selain melihat lubang di jendela, tepatnya di bawah keyboard komputer, Widiantara menemukan proyektil. Saat itulah Widiantara tahu bahwa anaknya kena tembak. Dengan suasana panik, istri Widiantara cepat-cepat mengajak korban ke RS Darmayadnya Denpasar. ''Sebelum kejadian, pagi harinya saya mendengar suara tembakan dari seberang rumah. Suara tembakan tersebut bersumber dari Lapangan Perbakin, Tohpati. Mungkin saat itu anggota sedang melakukan latihan menembak,'' papar Widiantara.

Dengan adanya peristiwa ini, Widiantara selanjutnya melaporkan kasus ini ke Mapolsek Dentim. Mengetahui ada laporan seperti itu, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di sana petugas menemukan proyektil yang berserakan dan sebuah peluru kaliber 9 mm. Mengingat TKP dengan lapangan Perbakin berjarak dekat, petugas Mapolsek Dentim langsung menyanggongi markas Perbakin guna penyelidikan lebih lanjut.

 

Membantah

Sementara itu, Ketua Harian Perbakin Cahaya Wirawan Hadi, Kapolsek Dentim AKP I.B. Sudarsana beserta jajarannya langsung terjun ke TKP. Wirawan Hadi membantah bahwa kejadian ini ada kaitan dengan latihan menembak. ''Memang pagi tadi (kemarin-red) ada anggota yang melakukan latihan menembak di lapangan Perbakin, Tohpati. Namun, latihan itu sudah selesai pukul 09.00 wita, sementara kejadian ini berlangsung sekitar pukul 10.10 wita. Nah, maka dari itu kejadian ini tidak ada kaitannya,'' terang Wirawan Hadi di TKP.

Menurutnya, jarak antara rumah korban dan lapangan Perbakin sekitar satu kilometer. Dalam jarak seperti itu, senjata api seperti pistol hanya menjangkau jarak sekitar 50 meter. Sedangkan senjata laras panjang, hanya bisa menjangkau jarak sekitar 200-300 meter. Selain itu, setelah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap peluru tersebut, petugas mendapatkan peluru itu ada bekas tanah liat yang menempel. Oleh karena itu, kejadian ini bukan karena tembakan dari senjata api. Namun peluru tersebut diduga ditembakkan dengan menggunakan ketapel. (jay)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)