kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 1 Mei 2006

 Bali


Antisipasi Penyelundupan Unggas ....

Wilayah Pesisir Perlu Pengawasan
 

Negara (Bali Post) -
Ketatnya pemeriksaan di pintu masuk Gilimanuk, tidak membuat surut niat para penjual unggas dari luar Bali. Dengan alasan ekonomi, penjual pun berusaha mencari cara untuk meloloskan unggas ke Bali. Salah satu cara yang dilakukan adalah menyelundupkan melalui pesisir pantai. Pihak pemkab dan Polres Jembrana pun sudah melakukan langkah antisipasi untuk mengatasi penyelundupan ini.

"Para Camat dan Kades sudah kami kumpulkan Jumat (28/4) lalu. Kami juga minta masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi penyelundupan unggas melalui pesisir pantai. Bila ada yang menemukan, silakan tangkap dan laporkan," jelas Kabid Peternakan Jembrana IGN Sandjaja Minggu (30/4) kemarin seraya menyebutkan ada 26 desa di Jembrana yang berada di wilayah pesisir. Dia juga berharap semua aparat bersama-sama mengamankan instruksi Gubernur Bali untuk melarang sementara pemasukan unggas dari luar Bali.

Sebelumnya, Kapolres Jembrana AKBP Setyo Dwiantoro juga menegaskan pihaknya memberi perhatian untuk mengantisipasi penyelundupan unggas melalui pesisir pantai. Para Babinkamtibmas agar lebih meningkatkan pengawasan. "Koordinasi dengan aparat desa juga harus terus dilakukan. Koordinasi dengan pihak Polair juga akan terus kami lakukan," tandas Kapolres.

Kasus penyelundupan unggas memang perlu mendapat perhatian, apalagi flu burung sudah mewabah. Jembrana sebagai daerah filter harus ikut melakukan pencegahan walaupun itu tugas propinsi. Menurut Sekda Jembrana I Gde Suinaya, pihak propinsi harus digedor untuk ikut memberi perhatian dalam penanganan pemeriksaan unggas di Gilimanuk. "Untuk pemeriksaan KTP saja ada bantuan dana dari propinsi, maka untuk pemeriksaan unggas ini pun perlu ada bantuan dana," tegasnya.

Dia juga memaparkan Pemkab Jembrana sudah mengawali kerja sama dengan pihak karantina Gilimanuk dan melibatkan petugas kepolisian. Tim terpadu penanganan flu burung pun sudah dibentuk. Dia menyayangkan kenapa hanya Gilimanuk yang disoroti ketika ada penyelundupan unggas. Padahal, bisa saja penyelundupan dilakukan di wilayah lain, bukan melalui Gilimanuk. (kmb19)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)