kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 28 April 2006

 Surat Pembaca


Galungan, ''Mulatsarira'' 

Pawedalan jagat Hari Galungan yang jatuh pada Hari Rabu Kliwon Wuku Dungulan, 3 Mei 2006, hendaknya dilaksanakan dengan mulatsarira, dengan kesucian dan ketulusan hati memohon kebahagiaan hidup agar menjauhkan diri dari awidya. Mampukah sebagai umat manusia memaknai Galungan ini berjuang antara yang benar (dharma) melawan yang tak benar? Apalagi dalam kondisi ekonomi yang serba sulit di mana makan dan isi perut merupakan keperluan pokok dalam menjalankan swadarma hidup ini. Sekalipun hidup ini dalam keadaan awidya (kegelapan) yaitu nafsu murka, iri hati, congkak angkara, sebagaimana disimbulkan sebagai Sang Kala Tiga.

Dalam merayakan Galungan sebagai hari suci betapapun kegelapan itu harus mampu dilawan agar Bhuta Amangkurat pergi menjauhkan diri dari kita.

Semuanya harus dilaksanakan dengan dharma (kebenaran) bukan kesenangan. Sebab kadang-kadang yang benar belum tentu menyenangkan, demikian pula menyenangkan itu belum tentu pula benar.

Tapi menjadi keyakinan kita yang benar itu adalah benar. Setidaknya melalui hari suci hendaknya mampu memberikan motivasi dan evaluasi untuk ke depan serta membentangkan keseimbangan demi mencapai kedamaian, keteguhan batin serta kesabaran dalam menghadapi berbagai cobaan.

Merayakan Galungan benar-benar untuk terwujudnya hubungan dengan orang sederajat sampai tercipta suasana rukun damai hormat menghormati dan saling membantu demi ajegnya Bali untuk selama lamanya.

I Made Jara Atmaja
Jl
. Nusa Indah Gang II/3 Denpasar

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)