Kantor DPRD Tabanan Lengang
DALAM
dua hari terakhir kantor DPRD Tabanan tampak lengang.
Rupanya sidang kasus dugaan korupsi APBD Tabanan dengan
terdakwa I Made Arimbawa cukup menyedot perhatian para
anggota Dewan dari PDI Perjuangan. Saat sidang Rabu
(26/4) lalu, tidak banyak aktivitas tampak di kantor di
bilangan Jalan Gatot Subroto No. 1 Tabanan itu. Para
pimpinan Dewan tampak menghadiri sidang di PN Tabanan
dan sebagian ada yang sedang dinas keluar kota.
Hingga Kamis (27/4) kemarin kantor DPRD masih lengang.
Beberapa anggota DPRD tampak datang namun tidak banyak
melakukan aktivitas. Hanya Wakil Ketua DPRD I Ketut
Suryadi tampak menerima tamu dan menyelesaikan pekerjaan.
Ia mengakui situasi kantor DPRD memang sedikit sepi.
Namun, menurutnya, tugas-tugas Dewan masih berlangsung
sebagaimana yang dikerjakan. Menurutnya, tidak ada
agenda penting yang terganggu dengan adanya pelaksanaan
sidang kasus dugaan korupsi APBD itu.
Boping -- demikian panggilan akrab Suryadi -- mengaku
tugas rutin tak terhambat kendati para kader ikut
meramaikan sidang. ''Perhatian para elite partai
terhadap kasus itu merupakan bentuk solidaritas dan
upaya untuk menyelamatkan citra partai,'' kata Ketua PAC
PDI-P Selemadeg ini.
Ketua DPRD Tabanan I Wayan Sukaja mengakui dengan jumlah
anggota DPRD sebagian besar dari Fraksi PDI-P,
kemungkinan kinerja akan terganggu jika seandainya kader
banteng gemuk melakukan aksi tertentu. Sekretaris DPC
PDI-P Tabanan ini menyatakan adanya kesan pemaksaan
dalam sidang tersebut membuat kekesalan para kader
partai. Namun, ia mengupayakan agar kinerja pemerintahan
tidak banyak terganggu. (upi)