kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 28 April 2006

 Aspirasi


Kantor DPRD Tabanan Lengang
 

DALAM dua hari terakhir kantor DPRD Tabanan tampak lengang. Rupanya sidang kasus dugaan korupsi APBD Tabanan dengan terdakwa I Made Arimbawa cukup menyedot perhatian para anggota Dewan dari PDI Perjuangan. Saat sidang Rabu (26/4) lalu, tidak banyak aktivitas tampak di kantor di bilangan Jalan Gatot Subroto No. 1 Tabanan itu. Para pimpinan Dewan tampak menghadiri sidang di PN Tabanan dan sebagian ada yang sedang dinas keluar kota.

Hingga Kamis (27/4) kemarin kantor DPRD masih lengang. Beberapa anggota DPRD tampak datang namun tidak banyak melakukan aktivitas. Hanya Wakil Ketua DPRD I Ketut Suryadi tampak menerima tamu dan menyelesaikan pekerjaan. Ia mengakui situasi kantor DPRD memang sedikit sepi. Namun, menurutnya, tugas-tugas Dewan masih berlangsung sebagaimana yang dikerjakan. Menurutnya, tidak ada agenda penting yang terganggu dengan adanya pelaksanaan sidang kasus dugaan korupsi APBD itu.

Boping -- demikian panggilan akrab Suryadi -- mengaku tugas rutin tak terhambat kendati para kader ikut meramaikan sidang. ''Perhatian para elite partai terhadap kasus itu merupakan bentuk solidaritas dan upaya untuk menyelamatkan citra partai,'' kata Ketua PAC PDI-P Selemadeg ini.

Ketua DPRD Tabanan I Wayan Sukaja mengakui dengan jumlah anggota DPRD sebagian besar dari Fraksi PDI-P, kemungkinan kinerja akan terganggu jika seandainya kader banteng gemuk melakukan aksi tertentu. Sekretaris DPC PDI-P Tabanan ini menyatakan adanya kesan pemaksaan dalam sidang tersebut membuat kekesalan para kader partai. Namun, ia mengupayakan agar kinerja pemerintahan tidak banyak terganggu. (upi)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)