Polisi, Jaksa, dan Hakim Miliki Hukum Sendiri
Jakarta (Bali Post) -
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti terus merebaknya
mafia peradilan di Indonesia. Ia menegaskan,
carut-marutnya penegakan hukum di Indonesia harus segera
dibenahi. Aparat penegak hukum harus memiliki kejujuran
dan rasa saling percaya, satu dengan yang lain. Polisi,
jaksa, dan hakim harus bersatu memberantas mafia
peradilan. Jika aparat penegak hukum tidak jujur dan
tidak saling percaya, mafia peradilan akan semakin subur
dan sistem hukum nasional akan hancur.
Ditemui Kamis (27/4) kemarin, Wapres menyatakan sampai
saat ini antaraparat penegak hukum masih saling curiga
dan tidak jujur. Indikasinya, banyak kasus hukum yang
tidak diselesaikan dengan baik. ''Kalaupun kasusnya
selesai, itu tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat,''
katanya. Banyak pula kasus yang dipetieskan atau hilang
begitu saja.
Antarpenegak hukum seperti memiliki hukumnya sendiri
dalam menjalankan tugas. Misalnya, sebuah kasus yang
ditangani kepolisian, maka polisi beranggapan kasus ini
akan dimainkan oleh jaksa. Maka, daripada dipermainkan
jaksa lebih baik diselesaikan di kepolisian saja. Begitu
pula jaksa juga punya pikiran buruk kepada hakim. Jaksa
menganggap hakimnya bisa disuap, maka jaksa yang main
mata dengan tersangka. Kecurigaan inilah yang membuat
maraknya suap-menyuap dan keadilan sulit ditegakkan.
''Kalau kasusnya di polisi, pasti perkaranya sampai di
jaksa. Tetapi ada kecurigaan kalau jaksanya bisa 'dimainkan',
jadi kenapa tidak diselesaikan di kantor polisi saja.
Kalau kasusnya masuk ke PN, takut hakimnya bisa 'disuap',
jaksanya bilang 'sudah di sini saja kita atur'. Begitu
seterusnya sampai di MA," terang Kalla.
Kata Wapres, pemerintah harus bekerja keras untuk
mengembalikan rasa saling percaya itu guna menegakkan
supremasi hukum. Pemerintah juga tidak menutup mata
terhadap tingkat kesejahteraan aparat penegak hukum dan
hal itu bisa menjadi salah satu pemicu mengapa terjadi
aksi suap-menyuap di kepolisian maupun di pengadilan.
Padahal, tanggung jawab mereka sangat berat. Wapres
menyatakan, di sinilah pentingnya menjaga harga diri dan
martabat diri sendiri. (kmb7)