Rupiah Dekati 8.800
Jakarta (Bali Post) -
Nilai tukar rupiah di pasar spot antar-bank Jakarta pada
perdagangan, Kamis (27/4) kemarin berhasil ditutup
menguat 15 poin ke level 8.805 per dolar AS jika
dibandingkan penutupan Rabu (26/4) di level 8.820 per
dolar AS.
Peningkatan capital inflow ke Asia, termasuk Indonesia
mendorong nilai tukar rupiah dan pasar saham. Setelah
dibuka pada sesi pagi di kisaran 8.805/8.820 per dolar
AS, nilai rupiah bahkan sempat menguat ke level
8.795/8.805 per dolar AS. Diperkirakna, rupiah akan
menuju level 8.800 per dolar AS. Bahkan telah menyentuh
level 8.795 per dolar AS seiring dengan peningkatan
aliran dana asing ke Indonesia.
Di lantai bursa, indeks Bursa Efek Jakarta (BEJ) ditutup
melemah 7,110 poin (0,479 persen) ke level 1.474,609.
Indeks LQ45 juga ditutup melemah 2,273 poin (0,687
persen) ke level 328,570, demikian pula Jakarta Islamic
Index (JII) turun 1,324 poin (0,503 persen) ke posisi
262,146.
Pelemahan IHSG terjadi akibat aksi ambil untung atas
beberapa saham berkapitalisasi besar GGRM yang turun Rp
600 (5,48 persen) ke level Rp10.350, ASII turun Rp 250
(1,98 persen) ke posisi Rp12.350. Selain itu, INTP juga
tertekan Rp 250 atau 4,67 persen ke level Rp5.100, TLKM
turun Rp 50 atau 0,65 persen ke posisi Rp 7.600, ISAT
turun Rp 50 atau 0,91 persen ke posisi Rp 5.450, dan
BBCA yang turun Rp 75 atau 1,64 persen ke level Rp
4.500.
Investor asing membeli saham sebanyak 689,055 juta unit
senilai Rp 827,273 milyar. Sedangkan transaksi jual
sebanyak 731,651 juta lembar saham senilai Rp 736,190
milyar sehingga terjadi pembelian bersih sebesar Rp
91,083 milyar, atau naik dibandingkan perdagangan
sebelumnya sebesar Rp 66,308 milyar.
Total volume perdagangan mencapai 3,395 milyar saham
senilai Rp 3,213 trilyun dengan frekuensi perdagangan
33.689 kali. Terdapat 221 jenis saham yang aktif
diperdagangkan dengan rincian hanya 49 saham naik, 71
saham tetap (stagnan) dan 101 saham melemah.
(kmb2)