Lemah, Kebijakan Anggaran Pemberdayaan Ekomomi Rakyat
Denpasar (Bali Post) -
Kebijakan pemerintah yang mengarah pada pemberdayaan
ekonomi rakyat serta peningkatan SDM (sumber daya
manusia) dinilai belum memadai, sehingga melemahkan daya
saing yang akhirnya menciptakan kemiskinan yang
berkelanjutan. Pengamat ekonomi yang juga mantan anggota
DPRD Bali Sugawa Korry, S.E., Ak.,,M.M. mengatakan hal
itu Kamis (27/4) kemarin, menanggapi makin tingginya
angka pengangguran serta buta aksara di Bali.
Sugawa mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang
berkembang di Bali saat ini. Selain banyaknya
pengangguran juga pertumbuhan ekonomi daerah ini masih
di bawah rata-rata nasional. Dikatakan, Bali sebenarnya
tak kurang uang untuk meningkatkan kemampuan SDM
masyarakatnya. Namun, dia melihat komitmen untuk
pemberdayaan dan investasi SDM masih kurang sehingga
memunculkan banyak masalah di kemudian hari. Ini
terlihat lemahnya daya saing serta angka pengangguran
yang cukup tinggi. ''Justru anggaran lebih banyak
digunakan pada hal-hal yang bersifat fragmatis,''
jelasnya.
Padahal, kalau saja anggaran itu digunakan dengan baik
maka banyak hal yang bisa meningkatkan kualitas SDM
maupun daya saing bisa dilakukan, sehingga perekonomian
masyarakat bisa ditingkatkan. ''Kalau saja anggaran yang
ada bisa dimanfaatkan secara tepat maka tak akan ada
lagi pengangguran serta gedung sekolah yang rusak,''
tambanya.
Misalnya sejumlah anggaran bisa dialihkan untuk
mendukung kegiatan ekonomi rakyat yang selama ini
terbentur modal usaha. ''UKMK sulit meminjam uang di
bank karena terbentur jaminan,'' jelasnya. Ini mestinya
dipikirkan pemerintah, bagaimana bisa membantu usaha
kecil mendapatkan modal.
Ia berharap ke depan dengan makin kompleksnya masalah
pembangunan yang muncul, eksekutif maupun legislatif
lebih proaktif lagi terutama dengan mengelola anggaran
baik dari sisi efisiensi maupun ketepatan penggunaan
anggaran yang ada. ''Dengan demikian bisa memberi
manfaat besar bagi rakyat banyak,'' tambahnya. (031)