kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 28 April 2006

 Bali


Gubernur
Bantah Aset TBF Raib

Denpasar (Bali Post) -
Pansus
Aset sempat kehilangan jejak untuk menelusuri aset tanah Taman Bali Festival (TBF) yang semula dikuasai oleh Bambang Pangestu dari PT Abdi Persada Nusantara. Bahkan, Bambang menyebut status HGB atas tanah 9,8 hektar TFB telah berpindah tangan kepada seorang investor dari Singapura. Namun, dia tak menyebut nama investor tersebut, sehingga Pansus Aset kesulitan melacaknya.

Gubernur Bali Drs. Dewa Beratha usai pelantikan Sekda Gianyar Cokorda Gde Putra Nindia, S.H., M.H. dan Sekda Tabanan Drs. Made Tantra, M.M. di Wiswa Sabha Kamis (27/4) kemarin membantah aset TBF hilang. ''Aset tanah dan bangunan tak akan hilang,'' tegasnya. Meski tanahnya berstatus hak guna bangunan yang dikuasai pihak ketiga, pada akhirnya pasti aset tanah negara itu kembali. ''Kontrak atas aset tanah itu berakhir 2025,'' katanya.

Untuk mendapatkan kepastian siapa yang diberikan hak untuk mengelola TBF Bali, pihaknya sudah membentuk tim untuk menelusuri siapa pihak ketiga yang diberikan mengelola aset TBF itu. ''Kami akan pelajari kasus ini mulai dari kredit macet di BPPN dan siapa yang menguasai aset tersebut,'' tegasnya.

Setelah ada kepastian mengenai siapa yang dikuasakan mengelola TBF, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada pihak ketiga yang mampu menyelesaikan masalah ini.

Menyangkut proyek geothermal, Gubernur Bali mengaku siap memberikan klarifikasi di Dewan. ''Ya, nanti kan ada acara pembahasan laporan pertanggungjawaban, nanti saya jelaskan mengenai proyek geothermal itu,'' tegasnya.

Saat pelantikan Sekda Tabanan dan Gianyar, Gubernur Dewa Beratha mengakui ini sebagai momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya melantik sekda di lingkungan pemerintah kabupaten/kota di Bali. Pelantikan ini sesuai amanat UU 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah karena itu sebagai bagian dari manajemen kepegawaian daerah.

Pengangkatan kedua sekda ini dilatarbelakangi kondisi berbeda. Cokorda Gde Putra Nindia diangkat menggantikan pejabat lama Drs. A.A. Gde Raka yang memasuki masa pensiun. Sedangkan Drs. I Made Tantra, M.M. diangkat kembali karena adanya restrukturisasi kelembagaan di lingkungan Pemkab Tabanan. (029)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)