Gubernur
Bantah
Aset TBF Raib
Denpasar
(Bali Post) -
Pansus
Aset
sempat kehilangan
jejak
untuk menelusuri
aset
tanah Taman Bali
Festival (TBF) yang semula
dikuasai
oleh
Bambang Pangestu
dari PT
Abdi Persada
Nusantara.
Bahkan,
Bambang menyebut
status HGB atas
tanah 9,8
hektar TFB
telah
berpindah tangan
kepada
seorang investor dari
Singapura.
Namun,
dia tak
menyebut
nama
investor tersebut,
sehingga
Pansus
Aset kesulitan
melacaknya.
Gubernur
Bali Drs. Dewa
Beratha
usai pelantikan
Sekda
Gianyar Cokorda
Gde
Putra Nindia, S.H.,
M.H. dan
Sekda
Tabanan Drs. Made Tantra,
M.M. di
Wiswa Sabha
Kamis (27/4)
kemarin
membantah aset TBF
hilang.
''Aset
tanah dan
bangunan
tak
akan hilang,''
tegasnya.
Meski
tanahnya
berstatus
hak
guna bangunan yang
dikuasai
pihak
ketiga, pada
akhirnya
pasti
aset tanah
negara
itu kembali.
''Kontrak
atas
aset tanah
itu
berakhir 2025,'' katanya.
Untuk
mendapatkan
kepastian
siapa yang
diberikan
hak
untuk mengelola TBF
Bali, pihaknya
sudah
membentuk
tim
untuk
menelusuri siapa
pihak
ketiga yang diberikan
mengelola
aset TBF
itu.
''Kami
akan
pelajari kasus
ini
mulai dari
kredit
macet di BPPN
dan
siapa yang menguasai
aset
tersebut,'' tegasnya.
Setelah
ada
kepastian mengenai
siapa yang
dikuasakan
mengelola TBF,
pihaknya
akan
memberikan
kesempatan
kepada
pihak ketiga yang
mampu
menyelesaikan masalah
ini.
Menyangkut
proyek geothermal,
Gubernur Bali
mengaku
siap memberikan
klarifikasi
di
Dewan.
''Ya,
nanti
kan
ada
acara pembahasan
laporan
pertanggungjawaban, nanti
saya
jelaskan mengenai
proyek geothermal
itu,''
tegasnya.
Saat
pelantikan
Sekda
Tabanan dan
Gianyar,
Gubernur
Dewa
Beratha mengakui
ini
sebagai momentum bersejarah
karena
untuk pertama
kalinya
melantik sekda
di
lingkungan pemerintah
kabupaten/kota
di Bali.
Pelantikan
ini
sesuai amanat UU 32
tahun 2004
tentang
pemerintah daerah
karena
itu sebagai
bagian
dari manajemen
kepegawaian
daerah.
Pengangkatan
kedua
sekda ini
dilatarbelakangi
kondisi
berbeda.
Cokorda
Gde
Putra Nindia
diangkat
menggantikan
pejabat lama Drs. A.A.
Gde
Raka yang memasuki
masa
pensiun. Sedangkan
Drs. I Made Tantra, M.M.
diangkat
kembali
karena adanya
restrukturisasi
kelembagaan
di
lingkungan Pemkab
Tabanan.
(029)