Tiga
Bulan
Tunggu Kring
Pada
tanggal 16
Desember 2005,
saya
didatangi klian
banjar
kami disertai
beberapa
orang yang
katanya
dari (rekanan)
Telkom.
Saya
(dan
juga tetangga)
ditawari
untuk
memasang saluran
telepon, yang
katanya
sedang gebyar.
Hari
itu juga
saya
diminta membayar
uang
tanda jadi
sebesar
Rp 50.000, (lima
puluh
ribu rupiah).
Seminggu
kemudian,
pemasangan
instalasi
dilakukan.
Menurut
si pemasang
instalasi,
telepon
akan
segera
aktif dalam
waktu yang
tidak lama
lagi.
Saya
dan
tetangga yang berminat
memasang
saluran
telepon telah
membayar
uang
sebesar Rp 520.000 (lima
ratus
dua puluh
ribu
rupiah) sebagaimana
yang dipersyaratkan,
tiga
bulan yang lalu.
Saya
pun telah
menerima
pesawat
telepon (tanpa
disertai
kuitansi
pembelian)
serta
nomor teleponnya.
Namun,
hingga tanggal 25
April 2006, empat
bulan
lebih sejak
proses
dimulai, telepon
saya
belum berdering.
Hanya
sebagai
pajangan belaka
di
rumah.
Padahal,
salah
satu tetangga
saya yang
memasang
agak
belakangan, telah
berdering.
Kami
telah berulang kali
menghubungi
dan
menanyakan perihal
telepon
kami tersebut
pada
kantor
Telkom,
hanya mendapat
jawaban
simpang-siur tak
menentu
dan tak
ada
kepastian.
Bahkan,
sering kali
teleponnya
tidak
diangkat.
Saran saya,
bila
belum siap
untuk
dijual, janganlah
menjual
sesuatu.
Hanya
akan
membuat
kecewa konsumen
dan
masyarakat. Bukan
hanya
saya, tetapi
ada
lagi orang lain yang
mengalami
hal yang
serupa.
Wient
Hananto
Lingk.
Muding
Tengah,
Kerobokan
Kaja,
Badung