kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 27 April 2006

 Surat Pembaca


Tiga
Bulan Tunggu Kring

Pada tanggal 16 Desember 2005, saya didatangi klian banjar kami disertai beberapa orang yang katanya dari (rekanan) Telkom. Saya (dan juga tetangga) ditawari untuk memasang saluran telepon, yang katanya sedang gebyar. Hari itu juga saya diminta membayar uang tanda jadi sebesar Rp 50.000, (lima puluh ribu rupiah).

Seminggu kemudian, pemasangan instalasi dilakukan. Menurut si pemasang instalasi, telepon akan segera aktif dalam waktu yang tidak lama lagi.

Saya dan tetangga yang berminat memasang saluran telepon telah membayar uang sebesar Rp 520.000 (lima ratus dua puluh ribu rupiah) sebagaimana yang dipersyaratkan, tiga bulan yang lalu. Saya pun telah menerima pesawat telepon (tanpa disertai kuitansi pembelian) serta nomor teleponnya. Namun, hingga tanggal 25 April 2006, empat bulan lebih sejak proses dimulai, telepon saya belum berdering. Hanya sebagai pajangan belaka di rumah. Padahal, salah satu tetangga saya yang memasang agak belakangan, telah berdering. Kami telah berulang kali menghubungi dan menanyakan perihal telepon kami tersebut pada kantor Telkom, hanya mendapat jawaban simpang-siur tak menentu dan tak ada kepastian. Bahkan, sering kali teleponnya tidak diangkat.

Saran saya, bila belum siap untuk dijual, janganlah menjual sesuatu. Hanya akan membuat kecewa konsumen dan masyarakatBukan hanya saya, tetapi ada lagi orang lain yang mengalami hal yang serupa.

Wient Hananto
Lingk
. Muding Tengah,
Kerobokan
Kaja, Badung

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)