kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 27 April 2006

 Nusatenggara


Jelang Muscab PPP, Kepemimpinan Suparman Digoyang
 

Selong (Suara NTB) -
Menjelang Muscab ke-5 PPP Lombok Timur, Sabtu (29/4), kepemimpinan H. Suparman Hamry sebagai Ketua DPC PPP di daerah itu mulai disorot banyak kalangan. Beberapa kader PPP yang diduga didanai lawan-lawan politik Suparman di jajaran eksekutif dan parpol lainnya, ditengarai telah mengintervensi terlalu jauh untuk menjatuhkan Suparman.

Keterangan yang diperoleh Suara NTB, Rabu (26/4) kemarin menyebutkan, dendam politik atas sikap tegas Suparman menjalankan amanah partai selama ini telah membuahkan dendam kesumat bagi lawan-lawan politiknya, khususnya di kalangan eksekutif. Hal itu tak dapat dipungkiri, mengingat peran Suparman diakui sebagai tokoh sentral dalam aksi protes ribuan guru di Lotim yang menentang pemotongan 2,5 persen gaji yang tak sesuai dengan Perda Lotim.

''Harus diakui bahwa pejabat eksekutif akhirnya telah merubah kebijakannya secara terpaksa atas peran Suparman, dan hal itu telah menurunkan wibawa pemerintah di mata rakyat,'' kata seorang kader PPP yang enggan disebut namanya. Kader itu menyebutkan, sebagai partai Islam, PPP tidak dapat terlalu menunjukkan sikap kontradiktifnya terhadap pemerintah, tetapi harus berupaya seiring dan sejalan.

Sementara beberapa pengurus anak cabang (PAC) yang dihubungi Suara NTB menyebutkan, sebagian besar PAC justru mendukung sikap yang ditunjukkan Suparman selama ini. ''Figur Suparman justru telah menunjukkan amanat partai yang konsisten, tahan banting dan tak terbeli oleh siapa pun. Cukup sulit menjadi figur pengganti seperti dia,'' kata Ketua PAC di Lotim bagian selatan.

Dukungan yang sama juga datang dari PAC PPP di wilayah kecamatan bagian utara. ''Masing-masing PAC telah saling kontak sebelum muscab berlangsung. Tampaknya dukungan untuk Suparman tak terbendung,'' ujar pengurus PAC yang juga anggota DPRD Lotim ini. Kader tersebut mengaku beberapa kali telah didatangi oleh oknum-oknum untuk menyusun taktik menjatuhkan Suparman. ''Kami telah mendata siapa saja oknum yang mendatangi kami, dan akan menjadi bahan evaluasi bagi partai,'' katanya.

Pada bagian lain, Suparman Hamry mengemukakan pihaknya telah mengetahui semua trik-trik politik dari para oknum untuk menjatuhkan dirinya. ''Tetapi bagi saya bukan soal jatuh atau bangun, tetapi masalah amanah partai yang harus diemban,'' katanya. Baginya, kepemimpinan partai boleh saja berganti tiap saat, tetapi ideologi dan flatform partai tetap harus dijunjung tinggi. Seorang figur calon pimpinan partai, kata Suparman, harus melewati berbagai tantangan dan terbukti mampu untuk mengemban amanah partai. ''Para pengurus PAC pasti akan menentukan pilihannya terhadap figur yang memiliki pengalaman dan ketangguhan, agar amanah partai dapat berkesinambungan,'' katanya. (038)

Klik di Sini

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)