Jelang Muscab PPP, Kepemimpinan Suparman Digoyang
Selong (Suara NTB) -
Menjelang Muscab ke-5 PPP Lombok Timur, Sabtu (29/4),
kepemimpinan H. Suparman Hamry sebagai Ketua DPC PPP di
daerah itu mulai disorot banyak kalangan. Beberapa kader
PPP yang diduga didanai lawan-lawan politik Suparman di
jajaran eksekutif dan parpol lainnya, ditengarai telah
mengintervensi terlalu jauh untuk menjatuhkan Suparman.
Keterangan yang diperoleh Suara NTB, Rabu (26/4) kemarin
menyebutkan, dendam politik atas sikap tegas Suparman
menjalankan amanah partai selama ini telah membuahkan
dendam kesumat bagi lawan-lawan politiknya, khususnya di
kalangan eksekutif. Hal itu tak dapat dipungkiri,
mengingat peran Suparman diakui sebagai tokoh sentral
dalam aksi protes ribuan guru di Lotim yang menentang
pemotongan 2,5 persen gaji yang tak sesuai dengan Perda
Lotim.
''Harus diakui bahwa pejabat eksekutif akhirnya telah
merubah kebijakannya secara terpaksa atas peran Suparman,
dan hal itu telah menurunkan wibawa pemerintah di mata
rakyat,'' kata seorang kader PPP yang enggan disebut
namanya. Kader itu menyebutkan, sebagai partai Islam,
PPP tidak dapat terlalu menunjukkan sikap
kontradiktifnya terhadap pemerintah, tetapi harus
berupaya seiring dan sejalan.
Sementara beberapa pengurus anak cabang (PAC) yang
dihubungi Suara NTB menyebutkan, sebagian besar PAC
justru mendukung sikap yang ditunjukkan Suparman selama
ini. ''Figur Suparman justru telah menunjukkan amanat
partai yang konsisten, tahan banting dan tak terbeli
oleh siapa pun. Cukup sulit menjadi figur pengganti
seperti dia,'' kata Ketua PAC di Lotim bagian selatan.
Dukungan yang sama juga datang dari PAC PPP di wilayah
kecamatan bagian utara. ''Masing-masing PAC telah saling
kontak sebelum muscab berlangsung. Tampaknya dukungan
untuk Suparman tak terbendung,'' ujar pengurus PAC yang
juga anggota DPRD Lotim ini. Kader tersebut mengaku
beberapa kali telah didatangi oleh oknum-oknum untuk
menyusun taktik menjatuhkan Suparman. ''Kami telah
mendata siapa saja oknum yang mendatangi kami, dan akan
menjadi bahan evaluasi bagi partai,'' katanya.
Pada bagian lain, Suparman Hamry mengemukakan pihaknya
telah mengetahui semua trik-trik politik dari para oknum
untuk menjatuhkan dirinya. ''Tetapi bagi saya bukan soal
jatuh atau bangun, tetapi masalah amanah partai yang
harus diemban,'' katanya. Baginya, kepemimpinan partai
boleh saja berganti tiap saat, tetapi ideologi dan
flatform partai tetap harus dijunjung tinggi. Seorang
figur calon pimpinan partai, kata Suparman, harus
melewati berbagai tantangan dan terbukti mampu untuk
mengemban amanah partai. ''Para pengurus PAC pasti akan
menentukan pilihannya terhadap figur yang memiliki
pengalaman dan ketangguhan, agar amanah partai dapat
berkesinambungan,'' katanya.
(038)
Klik di Sini